
Pulang sekolah di hari terakhir, Mika langsung pulang ke rumah Bunda Shafia. Mbak Uti dan Vika pun ikut serta , tapi Vika pulang ke rumahnya sendiri , karena ia di liburkan selama Mika berada di rumah orang tuanya.
" Duduk di sini sayang !". Shafia menepuk sofa di sebelahnya, agar Mika duduk di sana.
Tapi Mika malah langsung menaruh kepala nya di pangkuan Shafia , lalu kakinya naik di pembatas sofa.
" Sudah perawan masih manja aja , kamu ganggu Ayah berduaan sama Bunda tau engga Mik ". keluh Abizar, waktu libur adalah waktu ia bermanja bersama istri tercinta , setelah seminggu bekerja menguras pikiran dan tenaga.
" Ayah kan tau , Mika baru pulang dari perantauan , kangen berat sama Bunda ".
" Sama Bunda doang kangen nya, sama Ayah engga ?".
" Kangen juga , sama triple Z juga kangen , tapi sekarang mau curhat dulu sama Bunda , Ayah menyingkir dulu apa , jauh - jauh sana , ini urusan wanita , Ayah gak boleh tau ".
" Enak saja ngusir, Ayah sudah lebih dulu duduk di sini sama Bunda , kamu yang seharusnya ngalah sama Ayah ".
" Dih , masak engga mau ngalah sama anaknya, Bundaaaa...Ayah tuh ".
" Mas ngalah dulu , nanti malam aku servis pokoknya, semau kamu ". bisik Fia ke telinga Abizar.
" Beneran, janji ya semauku !". Fia mengangguk .sebelum beranjak Abizar terlebih dahulu mencium pipi istrinya sekilas , ia juga balik berbisik ke Fia.
" Bisa sampe pagi loh sayang ". sambil mengedipkan sebelah matanya , lalu ia berjalan sambil bersiul.....terlalu senang akan sesuatu yang di janjikan istrinya.
Fia tentu saja mendelik matanya , sepertinya ia salah mengatakan itu pada Abizar.
Siap - siap remuk nih badan....batin Shafia.
" Ayah ngomong apaan sih Bun , pake janji - janji segala ". Mika yang penasaran melihat kode - kode yang kedua orang tuanya lakukan.
" Engga usah pikirin apa yang Ayah katakan , katanya mau curhat....oh ya gimana sekolah kamu , menyenangkan bukan ?". Fia mengalihkan pertanyaan Mika , bisa berabe kalo Mika terus bertanya, bagaimana ia akan menjawab nya, itu kan masalah suami istri , Mika belum cukup umur.
" Menyenangkan sih Bun, tapi masih saja si Micin sama si Bibir suka rese sama aku ".
" Si Micin dan si Bibir??? siapa itu, namanya aneh sekali , teman sekolah kamu ? ".
Mika malah tertawa ". Hahaha....itu Bun maksud aku si Cintya sama si Virda ".
" Namanya bagus - bagus kok kamu ganti , gak boleh gitu sayang , dosa loh memakai nama sebutan kayak gitu, apalagi orangnya tidak terima , orang tua mereka kan sudah memberi nama yang bagus buat anak - anaknya , mereka pasti akan ikut tersinggung juga jika kamu memanggilnya seperti itu ". jelas Fia , ia harus meluruskan jika Mika melakukan kesalahan.
Mika selalu terima jika yang menasehatinya adalah Fia , karena Fia bicaranya selalu lembut tak pernah membentaknya.
Lain hal nya jika ia bicara pada Fina , kadang hal extreme yang akan di ajarkan okeh Mommy sambungnya itu.
" Iya Bun , Mika minta maaf ".
__ADS_1
" Janji gak ngelakuin itu lagi !".
" Janji Bun ".
" Itu baru namanya anak Bunda , Bunda jadi makin sayang deh sama Mika ".
" Jangan kencang- kenceng Bun ngomongnya, Zafina bisa cemburu ".
" Eh iya ya.....trus tadi mau curhat apa lagi , banyak teman cowok yang godain kamu ya ?".
" Apaan sih Bunda ".
" Kirain..tapi Bunda yakin kalo putri Bunda ini banyak yang naksir ".
" Katanya engga boleh pacaran ".
" Emang gak boleh , jadi benar ada yang ngejar - ngejar kamu ".
" Sebenarnya......". Mika mulai bercerita tentang Rayyan yang terang - terangan mengejarnya , Mika juga bukannya engga tau bagaimana perhatiannya Bayu padanya , dan juga Nanda yang terkesan bercanda ketika mengatakan suka padanya.
" Jadi Rayyan ketua Osis, emmm cakep engga anaknya ?". goda Fia .
" Ehem...ehem...". Abizar tiba- tiba muncul.
" Apa masih kurang cakep suaminya...masih aja nanyain berondong ". ucapnya kemudian.
" Mana ada , teman kamu itu pasti kalah ganteng sama Ayah, buktinya Bunda gak bisa berpaling dari Ayah ". Abizar kemudian duduk di samping Fia dan memeluknya .
Mika akui Ayah dan Daddy termasuk pria - pria tampan , meski usia mereka tak lagi muda , tapi dua itu sepertinya masih bisa menggaet gadis muda seumurannya, di tambah keduanya mempunyai dompet yang tebal.
'" Iya deh Ayah dan Daddy Nicko memang pria paling tampan, tapiiiiƬ...itu pada masanya ". mereka tertawa bersama.
" Oh ya Bun , Oma Elma sama Opa Haris kapan pulangnya ".
" Mungkin minggu depan, nanti kita bikin acara penyambutan untuk mereka ya ".
" Dan liburan akhir tahun ini kita semua akan pergi ke Paris, sekalian buat nengok Oma Zia dan Opa Zef ".
" Beneran Bun Yah....asikkkk, Mika nanti kuliahnya di sana aja ya Yah Bun , ada Oma sama Opa ini ".
" Nanti kita bicarakan lagi , masih lama kan ? ".
" Bundaa...Nana mau bobo , udah ngantuk , kak Mika Bundanya Nana pinjam dulu ya ". ucap si kecil Zafina sambil mengucek - ngucek matanya yang terlihat sudah sayu menahan kantuk.
" Bunda nemenin tidur Nana dulu ya , kami ngobrol dulu sama Ayah ".
__ADS_1
" Ya Bun ".
Sementara itu di kediaman Rayyan.....
Mama Indah terbelalak matanya ketika tanpa sengaja melihat penampakan putra sulungnya itu sangatlah berantakan , baju bertebaran di mana - mana.
" Ya Allah Rayyyyy , kamu apa - apa an sih , kamar sudah kayak kapal pecah saja ". mendengar teriakan Mamanya , Erina yang ada di bawah berlari naik ke atas , ke kamar kakaknya.
Sedangkan Rayyan si pelaku hanya nyengir saja.
" Ada apa Ma ?".
" Tuh lihat kakak kamu , ngapain coba baju di keluarin semua gitu ".
Mata Erina memicing...". Kayak mau ngapel aja , sampai bingung milih baju ". ucap Erina spontan.
" Eh...apa benar kata adikmu Ray ?".
" Hehehe ". Rayyan hanya menggaruk kepalanya, Ia hanya ingin terlihat sempurna di mata Mika nanti , tapi tanpa sadar ia sudah berganti baju beberapa kali dan hampir mengeluarkan seluruh isi lemari nya.
" Kayak cewek aja sih Kak.....jadi penasaran kayak apa sih cewek yang lagi kakak taksir ". Erina duduk di tepi kasur Rayyan.
Mama Indah sudah turun ke bawah untuk memanggil pembantu rumah tangganya supaya membantu membereskan kekacauan di kamar Rayyan .
" Bocil gak usah ikut campur....gimana kakak sudah keren belum ?".
" Sudah kak , lagian mau pake apa aja kakak ku ini pasti terlihat tampan ".
" Pinter kamu Er , berarti mata kamu masih sehat , nih buat beli permen biar mulut kamu makin manis kalo ngomong ". puji Rayyan, ia pun mengeluarkan uang seratus ribu dan ia tempelkan ke dahi Erina.
" Makacih kakakku sayang , udah cakep , baik , dermawan pagi , Erin doakan dapat jodoh yang cakep ".
" Aamiin ".
Melihat Mamanya datang , Rayyan langsung berpamitan. tak lupa ia mencium tangan sang Mama lalu mengucapkan salam.
" Ma , aku pergi dulu ya ".
" Dan Bibi maaf ya kerjaan nya jadi nambah , Ray janji bakal kasih bonus buat bibi ".
" Siip den, siap 86 pokoknya mah ".
" Hati - hati di jalan...pulangnya Jangan terlalu malam ya Ray !".
" Ya Ma....".
__ADS_1
Rayyan tak tau , yang akan ia kunjungi ada di rumah atau tidak....semangatnya begitu menggebu sehingga ia lupa tidak menanyakan dulu keberadaan Mika.
Bersambung.....