Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
32. Bab 32


__ADS_3

Arshaka tidak tenang duduknya , sedari tadi istrinya belum kembali, ia pikir apa ada masalah berat yang sedang di alami istrinya saat ini.


Tanpa ia ketahui Mika sedang berada di kantin dengan Levin , mereka ngobrol dan sesekali tertawa , rupanya Levin bisa mencairkan suasana .Dan Mika sudah tak marah lagi pada Levin.


" Ars ,elo bisa diem engga duduknya, gue pusing melihatnya , geser kanan geser kiri...kayak setrikaan aja ". tegur Kiara , ia sedari tadi susah untuk mencatat tulisan di papan tulis karena terhalang Arshaka yang cukup tinggi , apalagi duduk nya tidak beraturan dari tadi.


" Iya , kenapa Ars ? elo sakit perut atau jangan - jangan ambeien?". tanya Melani.


" Sembarangan, gue lagi mikirin Mika kenapa belum kembali dari tadi, kemana ya kira - kira ". Arshaka menengok ke belakang , berharap dua temannya itu tau.


" Kan tadi ke ruangan Kepala Sekolah Ars...tunggu aja sih gak bakalan di apa - apain istri elo ". bisik Kiara.


" Tapi gak selama ini Ki , gue takut Mika kesandung masalah ".


" Gak mungkin lah , Mika kan gak pernah buat masalah , jadi elo tenang aja ".


" Gue....".


" Arshaka ...Kiara...kalian kalo mengobrol sebaiknya di luar , jangan di jam pelajaran, menganggu yang lainnnya ". Tegur guru yang sedang mengajar di kelas itu.


" Maaf Bu ". ucap Arshaka dan Kiara berbarengan.


" Lagi galau kayaknya bu , istrinya kan lagi gak di tempat ". celetuk Anto.


Sudah bukan rahasia lagi kalo Arshaka dan Mikayla di juluki suami istri, karena terlalu seringnya mereka berdua selalu bersama - sama.


" Ohh Mika , dia tadi sedang menemani pemilik sekolah ini ".


" Kenapa harus Mika bu ?" tanya Arshaka.


" Mika di panggil karena dia siswa terpintar di sekolah ini ". jelas Bu Guru.


" Apa pemiliknya yang datang seorang laki - laki bu ?".


" Iya , dan masih sangat muda...coba ibu masih single, pasti akan ikutan tergoda olehnya , tampan loh Ars ". goda guru setengah baya itu pada Arshaka. ia pun terkekeh melihat perubahan raut muka Arshaka.


Seisi kelas pun ikut tertawa .


" Ibuuu....jangan bikin saya tambah galau deh ".


Seisi kelas makin kencang mentertawakan penderitaan Arshaka..


Bu guru hanya menggelengkan kepalanya, anak muda jaman sekarang , seposesif itu...kayak suami istri beneran aja, gumamnya.


Sementara di kantin....


" Makan mu banyak juga ya Mika?". kata Levin , melihat Mika makan tanpa malu - malu. Padahal Mika melakukan itu sengaja supaya Levin ilfil padanya.

__ADS_1


Mika bukannya tidak tau , kalo Levin sedari tadi terus mencuri pandang je arahnya. Tapi bukannya ilfil, Levin malah tambah menyukai Mika yang terlihat lucu baginya.


Ia suka gadis yang apa adanya , tak harus menutupi dengan menjaga imejnya.


" Mumpung gratis Pak , dan lapar juga sih ".


" Kita hanya berdua di sini , jangan panggil Pak apa Mika , aku masih muda , dan belum menikah juga ".


" Curhat nih ceritanya , apa Bapak engga lihat tuh para pedagang di sini kan banyak ".


" Iya tau , maksudnya yang sedang berduaan kan kita ".


" Baik , harus aku panggil apa nih Om , Paman atau Mas....". Mika menahan tawanya.


" Kalo panggil Yang aja bisa engga ". bisik Levin , ia sudah melupakan kalo ia sedang dalam posisi seorang pimpinan tapi ia berkelakuan bak seorang pemuda sedang merayu kekasihnya.


" Gak bisa, nanti aku di kira sugar baby nya Pak Levin , panggil kakak aja ya , biar kelihatan muda ".


" Saya memang masih muda Mika !". protes Levin.


" Iya iya , gitu aja ngambek , aku udah selesai Kak , kak Levin mau kemana lagi , apa perlu aku antar lagi , kalo engga aku mau kelas, aku tadi janji mau traktir teman sekelas ku ".


Ikut aku pulang ke rumah ku Mika....itu yang ingin Levin ucapkan.


" Baiklah , terima kasih untuk hari ini , kalo saya butuh bantuan , apa kamu bersedia membantu saya Mika?".


" Janji ya ...kamu ajak saja semua teman kamu ke sini , biar semuanya saya yang bayar ".


" Beneran nih , temen aku rakus - rakus loh , kalo sampe ada yang bungkus gimana ?".


" Kasih aja , berapapun akan saya bayar , gak akan buat saya miskin kok ".


" Sombongggg ". Levin malah tertawa mendengar cibiran Mika.


Benar saja tebakan Mika , mentang- mentang sedang di traktir, banyak temannya yang menambah , bahkan tak sedikit pula yang membungkus makanan ,katanya untuk makan siang...ada - ada saja.


Sejak saat itu Levin sering menghubungi Mika meski hanya lewat telpon , sekedar untuk menanyakan kabar dan keadaan sekolah , tentu saja Levin menanyakan sekolah miliknya hanya untuk alibi saja.


" Mika ?". panggil Arshaka.


" Hemmm ". Mika masih fokus pada bukunya.


" Sayanggg ..".


" Ada apa Ka ?". akhirnya Mika meletakkan bukunya.


" Emmm , apa kamu sedekat itu dengan Pak Levin ?". setelah tau rupa Levin , muncul kekhawatiran Arshaka , tentu ia tak sebanding dengan Levin , meski ia juga sudah punya penghasilan sendiri dari bengkel yang ia buka sejak menginjakkan kakinya di Indonesia.

__ADS_1


" Tidak , Kak Levin kadang bertanya apa ada masalah di sekolah itu saja ".


" Apa harus ke kamu?".


Mika menyadari ada yang di sembunyikan Arshaka di balik kata - katanya. " Jujur Ka , apa yang ingin kamu sampaikan !".


" Aku cemburu Mika , Aku takut kamu lebih memilih dia , yang lebih segalanya dari ku ". ucap Arshaka sendu.


" Kamu anggap aku apa Ka , segampang itukah aku berpaling, untuk mencintai kamu saja aku butuh waktu , percaya padaku Ka ".


" Aku percaya pada mu , tapi tidak dengan Pak Levin , dia pria dewasa tentu pemikirannya lain dalam mendekati wanita , apalagi ia punya kuasa , pasti apapun akan ia tempuh untuk mendapatkan kamu ". sebagai sesama lelaki, Arshaka tentu tau kalo Levin punya rasa pada istrinya.


" Makanya aku selalu menolak ajakannya , aku juga tau batasan Ka , kita tidak bisa mengumumkan pernikahan kita sebelum kita lulus, mungkin kalo mendengar aku sudah menikah , pasti Kak Levin akan menjauh ".


Kamu tidak tau Mika , kalo seorang lelaki yang sudah benar - benar jatuh cinta , pasti akan mengejar targetnya sampai dapat , tak perduli si wanita sudah menikah atau belum.....itulah makanya ada pebinor....


" Maafkan aku kalo aku terlalu mencurigai kamu sayang , apalagi......". Arshaka ragu untuk mengatakannya.


" Apalagi Ka...ngomong aja , gak ada rahasia di antara kita ". sempatnya Mika bercanda.


" Aku....kita kan belum melakukan itu ".


" Hah ".


" Kamu belum jadi milik aku sepenuhnya Mika...apa aku sudah boleh meminta hak ku ".


Mika kini tau apa yang di inginkan suaminya...penyatuan . Mika juga tidak bisa menyalahkan Arshaka , memang itu sudah menjadi hak nya sebagai seorang suami, apalagi Arshaka sudah menahannya cukup lama...


Mika mengigit bibirnya, apa ini sudah saatnya ia melakukan kewajibannya sebagai istri , memberikan apa yang sudah ia jaga selama ini.


" Apa kamu menginginkannya Ka ?". Arshaka mengangguk , matanya meneduh ketika menatap Mika.


" Lakukanlah !".


Arsha cukup terkejut dengan permintaan istrinya...ia harus memastikannya.


" Kamu yakin sayang ?".


" Yaķin ". Mika pikir tak masalah , ujian tinggal beberapa minggu lagi , jadi ia sudah tidak khawatir jika langsung hamil...mungkin ini saat yang tepat untuk menjadi milik Arshaka seutuhnya.


Rasanya Arshaka ingin melompat tinggi...ia sampai kikuk harus melakukan apa dulu.


Tenang Ka.....rileks...ini yang pertama buat Mika dan aku , apa aku harus lihat tutorial nya dulu....aakkkhhh tidak usah, naluri...iya ikuti saja nalurimu Ka.....


Arshaka masih berkutat dalam pikirannya.


Bang Arshaka masih bingung nih , tiba- tiba otaknya ngeblank ....ada yang bersedia mengajari....ayo ngacung ☝️

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2