Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
16. Bab 16


__ADS_3

Di rumah Cintya .....Papa nya langsung memarahi Cintya.


" Papa gak mau tau kamu harus minta maaf pada Mika , Cintya !".


" Aku tidak mau Pa , bisa besar kepala anak itu , ya kan Ma ". Bukannya mau menuruti perintah Papa nya , Cintya malah minta dukungan dari sang Mama.


" Iya Pa , kasihan anak kita kalo harus merendahkan diri di depan temannya itu ".


" Apa kamu bilang Ma...kasihan ....lebih kasihan mana kalo Papa di pecat dari perusahaan , kalian mau hidup susah Hah ". bentak Papa Cintya, yang sudah habis rasa sabarnya menghadapi dua wanita yang ia sayangi tapi tak pernah mau menyadari kesalahannya.


" Mama gak mau Pa , apa kata teman Mama nanti , mereka pasti akan menjauhi Mama " .


" Itu saja yang kamu tau...arisan ,ngumpul sana sini gak jelas , tapi tak pernah tau salahnya sendiri di mana , lihat akibat didikan kamu , Cintya tak mau meminta maaf , padahal jelas- jelas ia bersalah ".


" Papa jangan nyalahin Mama terus dong...Cintya kamu minta maaf saja ke Mika !".


" Tapi Ma ...".


" Gak ada tapi - tapian lagi , besok kamu harus minta maaf , suruh teman kamu untuk mengdokumentasikan nya biar Papa percaya ".


" Oh ya satu lagi , uang jajan kamu Papa batasi , semua kartu Papa cabut , kamu bisa sekolah naik motor, atau kendaraan umum...terserah , yang penting jangan bawa mobil milik Papa ".


" Pa , jangan kejam begitu dengan anak sendiri apa, udah mau minta maaf saja sudah cukup kok ". Mama nya Cintya masih terus membela anaknya.


" Begitu menurut Mama ?". Mama Cintya mengangguk, ia pikir suaminya itu akan mencabut ucapannya tadi , tapi....


" Baiklah , biar adil , fasilitas Mama juga Papa cabut, uang belanja Mama juga akan Papa batasi...biar kalian berdua sama - sama intropeksi diri...Selamat Menikmati ".


Cintya dan Mama nya hanya menangis, mereka berdua tak akan bisa merubah keputusan Papanya yang begitu tegas.


Maafkan Papa , bukan maksud Papa untuk membuat kalian susah , tapi ini pelajaran buat kalian , biar berfikir dulu sebelum bertindak....


*


*


Paginya Cintya menemui Mika di kelasnya.


" Mika , gue mau ngomong sebentar sama elo , tapi tidak di sini , ikut gue sebentar ya ". Ucap Cintya penuh permohonan.


" Baik , kita ke taman belakang ".


" Gue ikut ".


" Gue juga ". Kia dan Melani ikut berdiri.


" Gak usah , gue gak apa - apa kok , si Cintya gak akan berani sama gue ". tolak Mika.

__ADS_1


" Ya benar , gue kapok sudah pernah merasakan kekuatan tangan Mika, tapi kalo kalian ikut gak apa - apa kok ".


" Iya Mika , lagian si Cintya juga bawa temennya...ayo buruan, keburu bel nantì ".


Sampai di taman belakang , Cintya langsung berlutut di kaki Mika, Mika pun melangkah mundur.


" Apa- apaan si Cin.....bangun gak !".


" Gue cuma mau minta maaf ke elo aja Mik , elo mau maafin gue kan Mik ?". pinta Cintya.


" Minta maaf yang bener apa Cin , kalo begitu maksa namanya ". sela Kia.


Mika membantu Cintya berdiri ." Gue minta maaf atas perlakuan gue ke elo , gue mohon jangan sampai bokap elo mecat bokap gue ".


Jadi dia minta maaf hanya karena takut Papanya di pecat sama Daddy Nicko......Haiiissshh dasar Cintya...gue kerjain ah..


" Gimana ya Cin , elo telat sih bilang maaf nya , coba kemaren malam elo langsung minta maaf , kan gue engga bilang ke Daddy tentang elo ". Mika pura- pura menyesal.


" Hah , jadi elo sudah bilang , please Mika...gue mau kok melakukan apa saja asal elo mau maafin gue dan gue mohon Mik , jangan pecat bokap gue ".


Mika ingin tertawa tapi ia tahan..." Baiklah....gue maafin elo , asal elo janji gak melakukan hal itu lagi ke gue maupun orang lain !".


" Gue janji Mika , terus.....".


" Bokap elo gak bakalan di pecat sama Daddy asalkan kerjaannya bagus , gue gak sekejam itu sampai mengadu ke Daddy , apalagi sampai mematikan mata pencarian orang , kan ada istri dan anaknya yang perlu di nafkahi , jadi elo tenang aja ". Mika berlalu dari sana di iringi Kia dan Melani yang sedari tadi penasaran dengan apa yang di bicarakan Mika dan Cintya.


Bagaimana mungkin Cintya si anak orang kaya itu sampai memohon pada Mika agar Papa nya tidak di pecat oleh Papa Mika , ada apa sebenarnya ini.


" Tadi itu.....".


" Kalian mau tau jawabannya, Sabtu ini ikutlah ke rumah gue !".


" Kenapa harus ke rumah elo sih Mik , di sini saja kan bisa , kelamaan tau nunggu hari sabtu , otak gue bisa jamuran saking penasarannya ".Melani memanyunkan bibirnya.


" Sabar sayanggg ". balas Mika.


" Ihhh geli ya Ki ".


" Ho ' oh ". mereka lalu tergelak bersama.


*


Sabtu ini , hari yang di janjikan oleh Mika , mereka bertiga jalan beriringan .


" Mika ....kalian mau kemana ?".


" Mau ke rumah Mika , kak Ray ". Melani yang me jawab , ia terkadang berubah genit jika ada di dekat Rayyan.

__ADS_1


" Gue boleh ikut kan Mik ?". " Boleh ya , biar gue yang antar !".


" Belum juga di iya in kak Ray , main ngikut aja ". gerutu Mika.


Mereka sampai di rumah Mika dengan menggunakan mobil Rayyan.


" Mika ,rumah siapa ini ?". Kia langsung bertanya.


" Rumah Ayah dan Bunda , ayo masuk gue kenalin sama keluarga gue ,sekalian menjawab pertanyaan kalian kemaren ".


Mika pun menjelaskan mengapa ia tidak menunjukkan bahwa dirinya berasal dari keluarga kaya.


Dan juga mengenai Cintya yang meminta maaf padanya waktu itu.


" Ohhh, jadi Papa nya Cintya bekerja di perusahaan Daddy kamu Mika , pantes doi langsung minta maaf , kena serangan mental rupanya ". ujar Kia.


" Tapi gue mohon , kalian tetap merahasiakan hal ini ya ".


" Iya siap...jadi Kak Ray yang tau lebih dulu nih , curang banget sih ". Melani meledek ke arah Rayyan.


" Ya namanya juga calon mantu ".


" Mulai lagi nih kak Ray , nanti mereka salah paham ".


" Biarkan saja , kan ucapan adalah doa , dan semoga doa gue terkabul ". Ucap Rayyan.dan di sahuti oleh Melani dan Kiara.


" Aamiin ".


" Kita dukung kalian jadian ". tambah Kia.


" Besok gue traktir nonton sama makan , gimana ?".


" Mau mau Kak...mau ya Mika , ada kita juga kok ". Melani yang paling bersemangat.


" Urusan gratisan Melani mah yang terdepan ". Kiara terkekeh.


" Elo juga mau kan Ki ?".


" Ya iyalah , masa ya iya dong , rejeki Mel , gak boleh di tolak...pamali ".


" Heleh , pake bawa Pak Mali segala ....intinya ya elo mau ". Melani tak mau kalah.


" Iya Melani sayang , karena kita berdua ikut , elo juga harus ikut , sekali - kali Mik...healing...". ajak Kia.


" Baiklah....di samper atau berangkat sendiri - sendiri?". Mika akhirnya menerima ajakan teman - temannya itu.


" Serahkan semuanya ke gue , gue yang akan jemput kalian ".

__ADS_1


Terima kasih sudah memuluskan jalan gue buat ajak Mika keluar, gue akan buat elo gak akan melupakan kebersamaan kita besok Mika...


Bersambung....


__ADS_2