
Sesuai dengan permintaan Pak Deden , Mika memberikan tiga bekal sarapan pagi untunya.
" Wah , neng Mika benar - benar baik , terima kasih banyak ya neng , ini enggak merepotkan neng Mika kan ?". Pak Deden jadi gak enak hati.
" Enggak lah Pak , mana ada saya repot , orang yang bikin masakan mbak Uti , saya cuma bantu - bantu dikit, berbagi itu menyenangkan Pak ".
" Tapi ini kan perlu biaya buat bahan masakannya neng ".
" Gak apa - apa Pak , orang tua saya sudah belanja banyak buat stock , sayang kan kalo tidak di masak, buat sendiri juga tidak akan habis cepat , makanya Pak Deden dan Pak Budi bantu buat menghabiskannya ".
" Siap itu mah neng ".
" Ya udah Pak , saya ke kelas dulu ya ".
Mika sudah berjalan , tapi tiba - tiba terbesit dalam pikirannya ingin tau siapa sih yang meminta jatah sarapan pagi padanya , bukan apa - apa, Mika hanya ingin tau saja siapa orangnya.
Ia membalikkan badannya , kembali menuju ke pos satpam , tapi ia memilih bersembunyi ketika melihat Pak Deden berbicara dengan orang yang sangat ia kenal.
" Ngapain Kak Ray ngobrol sama Pak Deden....". dan selanjutnya yang bikin Mika kaget adalah...bekel itu ternyata di berikan untuk Rayyan.
" Jadi bekel itu buat kak Rayyan ...kok bisa...". Mika melihat betapa Rayyan sangat senang menerima bekal itu, ia tak henti - hentinya berterima kasih pada Pak Deden.
" Sesenang itu kah dia , kan hanya makanan sederhana , padahal dia kan anak orang kaya ". Mika akhirnya menunggu Rayyan di balik tembok.
Ketika Rayyan melewatinya , Mika langsung menegurnya. " Ohhh , jadi kak Rayyan , temannya Pak Deden yang di sebutkan kemaren ..".
" Eh Mika ".
" Ayo ikut gue sebentar !". Rayyan malah menarik tangan Mika ke halaman belakang , suasana masih sepi kerena memang masih terlalu pagi.
Ingin berontak pun tak bisa , Rayyan makin mengencangkan cekalannya, ketika Mika berusaha melepaskan cekalan itu. Akhirnya Mika menurut saja.
Benar saja ketika Mika tidak lagi berontak, Rayyan mengendurkan cekalannya.
" Duduk !". perintah Rayyan , dan Mika seperti terhipnotis mengikuti perintah Rayyan.
" Sorry Mika , kalo gue jadiin Pak Deden perantara buat minta bekal dari elo , gue memang sering lihat elo ngasih Pak Deden tiap pagi , karena itu gue jadi kepengen juga dapat perhatian dari elo , mau minta sendiri ke elo gue takut di tolak ".
__ADS_1
" Yakin , Kakak mau makan bekal dari gue, itu makanan orang kampung loh kak ".
" Yakinlah , apapun yang dari elo pasti nikmatnya beda ".
" Kalo kakak perutnya mulas gimana , aku tidak mau tanggung jawab loh kak...". canda Mika , sebenarnya ia tidak masalah siapapun boleh meminta bekal darinya , karena memang niat awalnya memang untuk berbagi, dan itu ada kesenangan batin tersendiri buat Mika, ketika orang yang di berinya makanan mengembangkan senyumnya.
" Isshh , doain nya jelek amat neng , lagian elo enggak usah tanggung jawab, biar gue sebagai laki - laki yang akan tanggung jawab , elo cukup jawab iya saja ". goda Rayyan.
" Dih, ngomongnya jadi ngelantur enggak jelas , kurang aqua nih , oohhh apa karena efek belum sarapan ?? ya udah gih, Kak Rayyan sarapan dulu, gue mau ke kelas ya ".
" Temani gue dulu buat sarapan, sebentar saja Mika !". pinta Rayyan dengan wajah penuh permohonan . Mika pun kembali duduk.
" Buruan tapi ".
Rayyan dengan cepat melahap makanan itu , sarapan terindah sepanjang hidupnya...haruskah ia mengabadikan moment ini...ya harus .
" Pelan - pelan Kak , tidak baik makan seperti itu , nanti bisa tersedak ".
" Kata elo suruh buru- buru ".
" Maksud gue buru - buru di makan , bukan makannya yang terburu - buru ".
" Apa tadi kakak bilang ???
" Enggak ada , elo salah dengar kali ". Rayyan tidak mau mengaku.
" Masak sih....". Mika nampak berfikir ..." Perasaan tadi denger ngomong sayang deh ". gumamnya.
" Udah mau habis kan , gue ke kelas dulu ya ".
" Belum habis Mika ". sekarang Rayyan malah memelankan makannya.
" Kak Rayyan sengaja nih di lama - lamain...".
" Emang iya , kok elo tau ". Mika mulai jengah.
" Kenapa sih Mik , kayaknya males banget berduaan dengan gue ". Rayyan menangkap gelagat Mika yang mulai gelisah tak nyaman...bukan apa - apa , Mika tidak mau ada masalah , apalagi sekolah mulai ramai .
__ADS_1
" Ck , gue cuma tidak mau para fans kak Ray pada ngedemo gue, gara - gara nemenin kak Ray sarapan ".
" Kalo ada yang macam - macam , bilang saja ke gue Mik !".
" Di bilang gue enggak mau ada masalah kok enggak ngerti, kalo gue ngadu ke kak Ray , terus kak Ray nya datangi si pelaku, apa itu tidak menambah masalah namanya ".
" Gue juga takut mereka salah paham , apalagi pacar kak Ray, nanti dikira gue pelakor lagi ". Tanpa kata lagi Mika langsung meninggalkan Rayyan , karena ia tau Rayyan pasti akan menahannya untuk lebih lama bersamanya.
" Tunggu Mika !! tapi Mika terus berjalan dengan cepat , dan tidak menengok ke belakang lagi.
Mika kira Rayyan akan menjauhinya , tapi ternyata ia salah...istirahat kali ini makin heboh ketika ada food delivery buat Mika , dan pelakunya adalah Rayyan.
" Busyet , banyak amat tuh makanan Mika , bagi - bagi rezeki apa sama kaum dhuafa ". pinta Anto...liurnya mulai keluar .
" Ayo jajan di kantin , enggak usah clamitan , kasihan para penjual di sana kalo kita tidak jajan ". Bayu menarik Anto , tentunya ia tidak suka Mika mendapat kiriman makanan dari Rayyan.
" Cieeeee.....yang dikirimi makanan...so sweet banget si kak Ray ". ucap Kia , sambil mencolek makanan di depan Mika.
" Enak banget Mika , ini pasti makanan mahal ...colek dikit ya Mik ". Melani pun mencoba makanan itu.
" Selera kak Ray memang T O P BGT deh..".
Yang di bicarakan sudah datang ke kelas mereka . Rayyan sengaja mengajak teman - temannya, untuk membawa Kia dan Melan menjauh , agar dia bisa berduaan lagi dengan Mika.
Mika yang mau ikut berdiri , tangannya di cekal Rayyan. " Duduk, Mau kemana , makanan ini udah banyak , apa elo masih kurang ?".
" Lepas Kak !".
" Gue lepas tapi kamu harus nurut , duduk dan makan , sayang nanti mubazir ".
" Salah kak Ray , pesan makanan sebanyak ini , pake ngusir Kia dan Melan lagi, kan mereka bisa bantu buat ngabisin makanan ini Kak ".
" Iya sorry , yang penting kita makan dulu , sisihkan yang tidak mau elo makan ".
Mika pun memakannya , benar kata Melan , makanan ini memang enak sekali.
" Kak Ray , Mika mohon jangan begini lagi ya Kak , Kakak kan ketos , jadi contoh yang baik lah buat kita semua ".
__ADS_1
" Hemmm...gue enggak janji ". jawab Rayyan datar.
Bersambung