
Arshaka menyuruh Aziel beristirahat di kamarnya , dan dia sudah berpesan pada Aziel jangan menganggu Daddy dan Mommynya yang akan menbahas sesuatu yang penting.
" Kamu main di kamar , ditemani sama embak Tuti ya ....kalo capek langsung tidur aja, Mbak Tut titip Aziel ya , tolong jangan ada yang ganggu , tau kan Mbak Tut !".
" Iya Den ". Mbak Tuti langsung membawa Aziel ke kamarnya , anak itu memang terlihat sudah lelah , dan Mbak Tuti pun tau arti ultimatum dari Arshaka kalo tidak boleh di ganggu gugat .
Arshaka mencari istrinya , ia langsung masuk ke kamar mandi , karena tau pasti Mika sedang berendam untuk menghilangkan penatnya.
Ia pun ikut masuk ke dalam bak mandi , hingga Mika yang hampir tertidur pun akhirnya terbangun.
" Mas mau ngapain ?".
" Mau mandilah , namanya juga di kanar mandi "." Kamu mau kemana sayang ?". Arshaka menahan tubuh istrinya yang mau beranjak bangun.
" Aku sudah selesai, Mas mandi saja sendiri ".
" Gak mau , aku maunya sama kamu...sebenarnya mau minta penjelasan tentang Papa baru Aziel , tapi yang ini lebih penting ". ledek Arshaka sambil menunjuk pada si Otong yang sudah on fire.
" Boleh engga kalo kali ini aku nolak hukuman kamu , aku sangat lelah ". ucap Mika , memang wajahnya terlihat sedikit pecat.
" Kamu sakit sayang ". Mika hanya mengedikkan bahunya.
Dengan sigap, Arshaka membantu mengeringkan badan istrinya, melaburinya dengan minyak angin , memakaikan bajunya .
Setelah menyuruh istrinya berbaring ia pun segera memanggil dokter untuk datang ke rumah.
Ia pun melupakan keinginannya tadi untuk meminta hak pada istrinya , melihat Mika tak sehat , sebagai suami yang baik , ia mengesampingkan kebutuhan biologisnya.
" Kapan terakhir Bu Mika mendapatkan tamu bulanan ?". tanya seorang dokter perempuan.
" Kapan ya ". Mika sedang berfikir .
" Sepertinya dua bulan yang lalu Dok ".sela Arshaka.
" Loh kok Mas yang malah inget sih ?".
" Bagaimana engga inget , aku rasa sudah dua bulan ini si otong engga pernah absen soalnya".
Wajah Mika merona , " Giliran soal begituan inget aja si Mas ". lirihnya.
Sang dokter terkekeh ,". Gak apa - apa ya Pak Arsha , namanya kan perhatian sama istrinya ya Pak ?".
__ADS_1
" Apa dokter mengira saya sedang hamil , begitu kan Dok ?". tanya Mika lagi untuk memastikan.
" Iya saya kira begitu, apa Bu Mika juga punya pikiran ke arah sana ?".
" Iya , tapi saya belum berani untuk periksa , takut belum jadi , nanti kecewa ".
" Kalo begitu tes urine saja ya , kebetulan saya membawanya, silahkan Bu Mika ..bisa berdiri kan ?".
" Bisa Dok ". tapi belum Mika beranjak , Arshaka sudah lebih dulu mengangkatnya.
" Mas , aku bisa sendiri ". Mika malu karena ada bu dokter di situ.
" Diam sayang, nurut saja !".
Di dalam kamar mandi....
" Sudah , sekarang Mas keluar dulu !".
" Aku akan menunggu di sini , aku sendiri yang akan memastikan alat itu bergaris dua ".
" Terserah deh ".
" Sini kasih ke aku !". Arsha tanpa ragu memegang wadah berisi air kencing itu. ia akan menjadi orang pertama yang akan mengetahui kehamilan istrinya.
" Ngapain jijik , mulutku saja sering menyusup ketempat keluarnya air ini ".
Plakkk...." Mas iihh , ngomongnya....suka benar deh ". mereka berdua pun tergelak.
" Lihat sayang....garis yang kedua mulai terlihat!". tunjuk Arshaka...matanya pun mulai mengembun.
" Dua sayang..garisnya ada dua...berarti kamu hamil lagi sayang ...".
Setelah keluar dari kamar mandi , Mika dan Arshaka mengucapakan syukur tiada henti.
Alhamdulilah....ucap keduanya.
Besoknya Arshaka langsung membawa Mika periksa di rumah sakit....beruntung calon bayi mereka sehat - sehat saja.
Aziel pun senang karena akan mempunyai adik. Arshaka mengajak istri dan anaknya mampir ke restoran untuk makan siang.
Di tengah asiknya menyantap makanan , datang seorang pria menghampiri meja mereka.
__ADS_1
" Hai Mika , ternyata benar ini kamu ...sedang makan siang kan ? aku boleh duduk di sini ya ". Vero duduk di samping Mika .
Arshaka sendiri duduk dengan Aziel , karena dia sedang menyuapi anaknya itu. Entah kenapa Aziel menjadi manja ketika tau akan menjadi seorang kakak.
" Seperti yang kamu lihat Ver ". Mika malas sekali meladeni pria yang sok kaya ini , tampan sih..tapi Mika tidak menyukainya.
" Kamu engga berangkat kuliah tadi , aku cariin kamu loh , kelas terasa sepi , aku pun jadi tak semangat belajar karena ada kamu ". ucap Vero begitu lancar.
Mika sampai membuka mulutnya, tak percaya...Vero seberani ini mengungkapkan isi hatinya , bahkan di deoan suami Mika.
Arshaka tentu saja panas , tapi ia harus menjaga emosinya agar tidak meledak , apalagi ada Aziel di sampingnya.
" Ehemmmm " Vero pun mengalihkan pandangannya ke Arshaka, yang sengaja berdehem keras .
Enak saja merayu istri ku , lagian aku segede gini apa tak terlihat olehnya...coba gak ada Aziel , sudah aku pites nih orang...
" Eh , suami kamu Mika ?".
" Iya aku suaminya , dan kamu seenaknya saja ngobrol dengan istriku tanpa minta ijin , apa tak ada wanita lain sehingga kamu merayu wanita yang sudah bersuami ".
" Wanita memang banyak , bahkan yang mengejarku juga tak terhitung ". ucap Vero.
Cih sombong....masih tampanan aku kemana - mana...batin Arshaka.
" Tapi entah kenapa aku tak berselera pada mereka , hanya Mika yang mampu menggetarkan hatiku , sayangnya ia sudah bersuami....coba belum , aku pasti tak akan melepaskannya ".
Ni orang benar- benar menguji kesabaranku...
" Apa yang kamu ucapakan Ver , aku tak sebaik itu , masih banyak gadis di luaran sana yang melebihi aku , kamu bisa menaruh hati pada mereka , jangan padaku , aku sudah punya suami yang sangat aku cintai dan juga putra kami ".
Jawaban Mika tentu membuat Arshaka tersenyum mengejek ke arah Vero..
" Ya , mungkin saat ini aku belum bisa memiliki kamu Mika ...tapi kita lihat saja nanti , aku yakin kita akan bersama....aku pergi dulu ,teman ku sudah menunggu ". Vero langsung berdiri , sebelum Mika san Arshaka membalas ucapannya.
" Ku tunggu janda mu Mika ". bisik Vero sambil terkekeh pelan.
Arshaka makin meradang , dengan mata kepalanya sendiri ia melihat dan mendengar ada seorang lelaki yang mengharapkan istrinya...menunggu janda Mika , berarti orang itu berharap rumah tangganya yang selama ini ia jaga dengan sepenuh hati hancur .
" Jangan dengerin dia Mas , kamu tau kan aku gak ada rasa sedikitpun padanya ...dasar orang stres ".gerutu Mika.
Arshaka mengangguk , ia tak mau membuat mood istrinya buruk...tapi pasti ia akan membuat perhitungan dengan Vero , tanpa sepengetahuan Mika.
__ADS_1
Bersambung...