Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
42. Bab 42


__ADS_3

Arshaka menyuruh Aziel beristirahat di kamarnya , dan dia sudah berpesan pada Aziel jangan menganggu Daddy dan Mommynya yang akan menbahas sesuatu yang penting.


" Kamu main di kamar , ditemani sama embak Tuti ya ....kalo capek langsung tidur aja, Mbak Tut titip Aziel ya , tolong jangan ada yang ganggu , tau kan Mbak Tut !".


" Iya Den ". Mbak Tuti langsung membawa Aziel ke kamarnya , anak itu memang terlihat sudah lelah , dan Mbak Tuti pun tau arti ultimatum dari Arshaka kalo tidak boleh di ganggu gugat .


Arshaka mencari istrinya , ia langsung masuk ke kamar mandi , karena tau pasti Mika sedang berendam untuk menghilangkan penatnya.


Ia pun ikut masuk ke dalam bak mandi , hingga Mika yang hampir tertidur pun akhirnya terbangun.


" Mas mau ngapain ?".


" Mau mandilah , namanya juga di kanar mandi "." Kamu mau kemana sayang ?". Arshaka menahan tubuh istrinya yang mau beranjak bangun.


" Aku sudah selesai, Mas mandi saja sendiri ".


" Gak mau , aku maunya sama kamu...sebenarnya mau minta penjelasan tentang Papa baru Aziel , tapi yang ini lebih penting ". ledek Arshaka sambil menunjuk pada si Otong yang sudah on fire.


" Boleh engga kalo kali ini aku nolak hukuman kamu , aku sangat lelah ". ucap Mika , memang wajahnya terlihat sedikit pecat.


" Kamu sakit sayang ". Mika hanya mengedikkan bahunya.


Dengan sigap, Arshaka membantu mengeringkan badan istrinya, melaburinya dengan minyak angin , memakaikan bajunya .


Setelah menyuruh istrinya berbaring ia pun segera memanggil dokter untuk datang ke rumah.


Ia pun melupakan keinginannya tadi untuk meminta hak pada istrinya , melihat Mika tak sehat , sebagai suami yang baik , ia mengesampingkan kebutuhan biologisnya.


" Kapan terakhir Bu Mika mendapatkan tamu bulanan ?". tanya seorang dokter perempuan.


" Kapan ya ". Mika sedang berfikir .


" Sepertinya dua bulan yang lalu Dok ".sela Arshaka.


" Loh kok Mas yang malah inget sih ?".


" Bagaimana engga inget , aku rasa sudah dua bulan ini si otong engga pernah absen soalnya".


Wajah Mika merona , " Giliran soal begituan inget aja si Mas ". lirihnya.


Sang dokter terkekeh ,". Gak apa - apa ya Pak Arsha , namanya kan perhatian sama istrinya ya Pak ?".

__ADS_1


" Apa dokter mengira saya sedang hamil , begitu kan Dok ?". tanya Mika lagi untuk memastikan.


" Iya saya kira begitu, apa Bu Mika juga punya pikiran ke arah sana ?".


" Iya , tapi saya belum berani untuk periksa , takut belum jadi , nanti kecewa ".


" Kalo begitu tes urine saja ya , kebetulan saya membawanya, silahkan Bu Mika ..bisa berdiri kan ?".


" Bisa Dok ". tapi belum Mika beranjak , Arshaka sudah lebih dulu mengangkatnya.


" Mas , aku bisa sendiri ". Mika malu karena ada bu dokter di situ.


" Diam sayang, nurut saja !".


Di dalam kamar mandi....


" Sudah , sekarang Mas keluar dulu !".


" Aku akan menunggu di sini , aku sendiri yang akan memastikan alat itu bergaris dua ".


" Terserah deh ".


" Sini kasih ke aku !". Arsha tanpa ragu memegang wadah berisi air kencing itu. ia akan menjadi orang pertama yang akan mengetahui kehamilan istrinya.


" Ngapain jijik , mulutku saja sering menyusup ketempat keluarnya air ini ".


Plakkk...." Mas iihh , ngomongnya....suka benar deh ". mereka berdua pun tergelak.


" Lihat sayang....garis yang kedua mulai terlihat!". tunjuk Arshaka...matanya pun mulai mengembun.


" Dua sayang..garisnya ada dua...berarti kamu hamil lagi sayang ...".


Setelah keluar dari kamar mandi , Mika dan Arshaka mengucapakan syukur tiada henti.


Alhamdulilah....ucap keduanya.


Besoknya Arshaka langsung membawa Mika periksa di rumah sakit....beruntung calon bayi mereka sehat - sehat saja.


Aziel pun senang karena akan mempunyai adik. Arshaka mengajak istri dan anaknya mampir ke restoran untuk makan siang.


Di tengah asiknya menyantap makanan , datang seorang pria menghampiri meja mereka.

__ADS_1


" Hai Mika , ternyata benar ini kamu ...sedang makan siang kan ? aku boleh duduk di sini ya ". Vero duduk di samping Mika .


Arshaka sendiri duduk dengan Aziel , karena dia sedang menyuapi anaknya itu. Entah kenapa Aziel menjadi manja ketika tau akan menjadi seorang kakak.


" Seperti yang kamu lihat Ver ". Mika malas sekali meladeni pria yang sok kaya ini , tampan sih..tapi Mika tidak menyukainya.


" Kamu engga berangkat kuliah tadi , aku cariin kamu loh , kelas terasa sepi , aku pun jadi tak semangat belajar karena ada kamu ". ucap Vero begitu lancar.


Mika sampai membuka mulutnya, tak percaya...Vero seberani ini mengungkapkan isi hatinya , bahkan di deoan suami Mika.


Arshaka tentu saja panas , tapi ia harus menjaga emosinya agar tidak meledak , apalagi ada Aziel di sampingnya.


" Ehemmmm " Vero pun mengalihkan pandangannya ke Arshaka, yang sengaja berdehem keras .


Enak saja merayu istri ku , lagian aku segede gini apa tak terlihat olehnya...coba gak ada Aziel , sudah aku pites nih orang...


" Eh , suami kamu Mika ?".


" Iya aku suaminya , dan kamu seenaknya saja ngobrol dengan istriku tanpa minta ijin , apa tak ada wanita lain sehingga kamu merayu wanita yang sudah bersuami ".


" Wanita memang banyak , bahkan yang mengejarku juga tak terhitung ". ucap Vero.


Cih sombong....masih tampanan aku kemana - mana...batin Arshaka.


" Tapi entah kenapa aku tak berselera pada mereka , hanya Mika yang mampu menggetarkan hatiku , sayangnya ia sudah bersuami....coba belum , aku pasti tak akan melepaskannya ".


Ni orang benar- benar menguji kesabaranku...


" Apa yang kamu ucapakan Ver , aku tak sebaik itu , masih banyak gadis di luaran sana yang melebihi aku , kamu bisa menaruh hati pada mereka , jangan padaku , aku sudah punya suami yang sangat aku cintai dan juga putra kami ".


Jawaban Mika tentu membuat Arshaka tersenyum mengejek ke arah Vero..


" Ya , mungkin saat ini aku belum bisa memiliki kamu Mika ...tapi kita lihat saja nanti , aku yakin kita akan bersama....aku pergi dulu ,teman ku sudah menunggu ". Vero langsung berdiri , sebelum Mika san Arshaka membalas ucapannya.


" Ku tunggu janda mu Mika ". bisik Vero sambil terkekeh pelan.


Arshaka makin meradang , dengan mata kepalanya sendiri ia melihat dan mendengar ada seorang lelaki yang mengharapkan istrinya...menunggu janda Mika , berarti orang itu berharap rumah tangganya yang selama ini ia jaga dengan sepenuh hati hancur .


" Jangan dengerin dia Mas , kamu tau kan aku gak ada rasa sedikitpun padanya ...dasar orang stres ".gerutu Mika.


Arshaka mengangguk , ia tak mau membuat mood istrinya buruk...tapi pasti ia akan membuat perhitungan dengan Vero , tanpa sepengetahuan Mika.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2