
Rayyan sampai rela mengantar Mika dengan jalan kaki.
" Naik mobil gue aja Mik ".
" Ngapain Kak , orang deket ini...terserah Kalo kak Ray mau pake mobil , gue tetap akan jalan kaki sama Kia ".
" Kalo gue naik mobil, trus elo nya jalan kaki , bukan nganter itu namanya Mik...baiklah Gue jalan aja sama elo...lebih romantis kayaknya ". Rayyan mengalah , demi bisa dekat dengan gadis pujaannya.
Besok - besok , gue bawa motor aja kali ya....jadi Mika bisa aku bonceng , lalu peluk gue dari belakang...halu Rayyan .
Mika pikir Rayyan akan menolak untuk berjalan kaki, tapi ia salah ....Rayyan justru makin semangat , ia berjalan di samping Mika dengan bangga, seakan menunjukkan pada semua mata...kita pasangan serasi.
Teman sekolah mereka juga melihat itu, tak terkecuali dua gadis fans fanatik Rayyan ...Virda dan Cintya.
Rayyan terus mengajak ngobrol Mika , bertanya ini itu...Mika terpaksa menjawabnya.
" Gue berasa jadi obat nyamuk nih ...gue pulang aja ya Mik ?". Kiara merasa terabaikan, karena sedari tadi Rayyan hanya mengajak ngobrol Mika.
" Elo pulang ?? gue mutilasi nih !". ancam Mika , ia tak mau berduaan saja dengan Rayyan , ia sudah salah waktu itu mengiyakan permintaan Rayyan untuk menemaninya sarapan...ķali ini ia tak mau lagi , ia takut Rayyan salah mengartikan kebaikannya.
" Sadis amat Bu...gak berani deh gue ".
" Makanya nurut aja ". Mika mengenyam erat tangan Kiara, takut Kia tiba - tiba kabur meninggalkannya.
Hingga akhirnya mereka pun tiba di rumah sederhana milik Mìka.
" Sudah sampai , terima kasih sudah mengantar , kak Ray bisa pulang sekarang ". Kia menahan senyumnya , ia tak tega melihat muka Rayyan yang sedikit kaget karena langsung di usir sama yang punya rumah.
" Jangan tega begitu dong Mik....kasih minum apa dulu, haus nih ". Rayyan meraba tenggorokannya, ia benar - benar haus.
" Kasihan Mik ". bisik Kiara.
" Ya udah , tunggu di sini !". Kiara gak perduli apa yang di pikirkan Rayyan tentangnya.
" Masak tamu gak di suruh masuk sih ". Rayyan meringis , Mika meninggalkannya sendiri di luar , Mika pun tak lupa menarik tangan Kiara untuk masuk ke dalam rumah bersamanya.
Sepertinya ini hari keberuntungan Rayyan, Mbak Uti baru pulang dari warung , melihat ada pemuda berdiri di depan rumah majikannya , mendadak Mbak Uti langsung waspada.
" Siapa ya ?". tanya mbak Uti.
" Saya temannya Mika bu ". jawab Rayyan sopan.
" Ohhhh temannya eno... , eh Mika...kenapa gak masuk aja !". Mbak Uti hampir saja keceplosan.
" Yang punya rumah engga ngijinin masuk Bu ".
" Eh masak sih...ya udah ayo masuk !". ajakan Mbak Uti membuat Rayyan langsung mengangguk.
__ADS_1
Mika yang keluar bawa minuman kaget karena Rayyan sudah duduk manis di sofa.
" Loh kok Kak Ray masuk , siapa yang nyuruh ?".
" Mbak yang ajak masuk dia Mika , gak baik tamu di biarkan berdiri di luar pagar ".
Mbak Utiiiiiii.....gumam Mika...mau marah ia tak bisa.
" Nih minumannya kak , maaf cemilannya gak ada !".
" Terima kasih, ini juga sudah cukup kok buat gue , kayaknya seger nih apalagi yang buat cewek cakep ". ujar Rayyan mengerlingkan matanya.
" Ada kok , kebetulan tadi mbak Uti dari warung beli makanan , ada wafer , gorengan dan rujak juga ada ". sela Mbak Uti.
Rayyan makin mengembang senyumnya , sepertinya semesta mendukungnya agar bisa berlama - lama di rumah Mika.
" Mbak Uti masuk dulu , dimakan makanannya, Kia juga gak usah malu - malu !".
" Iya Mbak , Kia mah gak pernah malu , soalnya sudah aku anggap seperti rumah sendiri ". Kia dan Mbak Uti tertawa kecil.
" Dia siapa Mika ?". tanya Rayyan hati - hati.
" Itu Mbak Uti ".
" Maksud gue , siapa nya elo ?".
" Loh kok....maksud gue orang tua elo mana Mika ?".
" Gak ada di sini , makanya Mbak Uti tinggal di sini buat nemenin gue ".
" Masih sodara sama elo ".
" Bisa dibilang seperti itu ". akhirnya Mika punya jawaban yang tepat buat keberadaan Mbak Uti.
" Emmm Kak Ray gak pulang ?".
" Ngusir nih , minuman gue belum habis Mika ".Rayyan akhirnya meneguk habis air dalam gelas itu, kemudian ia berpamitan.
" Gue pulang dulu ".
Dari tadi kek...kan gue gak usah bikinin minum buat elo...
" Lain kali gue main kesini ". ucap Rayyan sebelum ia berjalan keluar rumah Mika.
" Ck...". decak Mika.
" Kenapa, ya udah sih gak usah elo pikirin , biarin aja kalo kak Ray main lagi ke sini , sayang loh Mik , cakep , ketos ...most wanted lagi...paket komplit pokoknya ".
__ADS_1
" Iya paket komplit spesial pake telor ". Kia makin terbahak mendengar jawaban Mika.
" Gue pulang ya Mik.... Mbak Uti aku pulang ya ". teriak Kia agar Mbak Uti mendengar nya.
" Siap - siap di apelin sama kak Ray malam minggu nanti....". goda Kiara sambil berlari keluar.
" Kiaaaaa....awas ya ".
Bener juga kalo kak Ray datang lagi ke sini gimana , mending gue pulang ke rumah Bunda.
Rayyan sudah berada di mobilnya , tadi ia kembali ke sekolah untuk mengambil kendaraannya yang sengaja ia tinggal tadi.
" Kak Ray , gue nebeng ya ". Virda yang tadinya sedang menunggu sang Papa , senang bukan kepalang melihat Rayyan yang akan pulang membawa mobilnya.
" Sorry Vir , gue masih ada perlu , takutnya lama ". tolak Rayyan.
Mereka memang bertetangga ...jadi cara itu yang paling baik untuk menolak Virda..
" Gue bisa nunggu kak Ray kok , gak masalah itu ".
Apa - apaan sih , males banget gue sama ni cewek...
" Gue mau ngumpul sama temen- temen gue Vir ".
" Ya gak apa - apa , sekalian gue bisa kenalan sama temen - temen kak Ray ".
Punya malu gak sih ni cewek...apa udah putus kali urat malu nya...
" Temen gue cowok semua , gak ada ceweknya di sana , apa elo gak risih ". Mood nya yang tadi bagus kini anjlok , gara - gara Virda yang terus memaksa.
" Emmm , tapiii ".
" Sorry gue buru - buru ..". Rayyan langsung menurunkan kaca mobilnya tak lupa ia juga mengunci pintu mobil , agar Virda tidak menyerobot masuk , ia tau seperti apa Virda itu, karena memang Rayyan mengenalnya sejak kecil..Virda gadis nekad.
Melihat mobil Rayyan sudah jauh dari pandangannya , Virda mengumpat kesal.
" Sialan lo Ray....gue akan bikin elo melihat ke gue , jangan panggil gue Virda kalo gak bisa menaklukan elo , tunggu saja tanggal mainnya ". Virda tak mau kalah dari Mika , ia merasa ia lah yang berhak mendapatkan Rayyan , karena Virda sudah terlebih dahulu mengenal Rayyan .
Rayyan melempar tas nya begitu saja , ia masih kesal dengan ulah Virda , tetangganya yang tak tau diri itu.
Ia tidur terlentang sambil menatap langit , seketika senyumnya timbul kala mengingat tadi ia bisa mengantar Mika sampai rumahnya.
" Cuma Elo yang engga ngejar - ngejar gue Mik ,apa gue tak menarik buat elo Mika... gue jadi penasaran...elo cukup misterius , gue rasa elo sedang menutupi sesuatu...gue akan cari tau ".
" Malam minggu nanti gue akan datang , Semangat Ray ....". Rayyan menyemangati dirinya , kekesalannya pada Virda menguap sudah , kala ia sedang mengingat apa yang akan di bawa ketika bertandang nanti ke rumah Mika.
Bersambung....
__ADS_1