
Ceklek....Arshaka membuka kamar Mika , ia bermaksud untuk meminjam buku catatan istrinya itu, tapi siapa sangka kalo ia malah ketiban durian runtuh.
Bagaimana mata Arshaka bisa berkedip ketika pemandangan di depannya sungguh menggiurkan , tapi sayang bisa di pandang tak bisa di sentuh...miris kan nasibnya.
" Mika ". panggil Arsha lirih , ia menahan gejolak yang meronta dalam dirinya.
" Eh , ada apa Ka ?". Mika masih belum menyadari , dirinya hanya berbalut handuk yang hanya menutupi sebatas pahanya saja...atas nya pun terbuka.
" Aku , mau pinjam buku matematika mu sebentar ". ucap Arsha pelan , karena pikirannya fokus pada tubuh istrinya.
" Oh itu , sebentar ". Dengan handuk minimalis itu ia melewati Arsha begitu saja menuju tempat belajarnya....Arsha sampai menelan ludahnya kasar.
Otak nya sudah berkeliaran dengan ide - ide liar , seperti ia ingin sekali menarik handuk yang membalut tubuh Mika , lalu membawanya ke atas tempat tidur...lalu.....
Arrrrrgggghhhh....ucap Arsha sambil menggelengkan kepalanya, Mika yang mendengar teriakan kecil Arshaka seketika menengok...
" Kenapa Ka , kamu sakit ?". Mika berlari dan mendekat ke Arsha , menegang kening suaminya itu.
Mika tak tau kalo Arsha makin cenat cenut kepalanya , apalagi kepala bagian bawahnya.
Melihat Arshaka tak menjawab , Mika melihat arah pandang mata Arshaka yang sepertinya tertuju padanya. Ia pun melihat ke arah dirinya.
" Aakkhhhhhh....apa yang kau lihat Arshakaaaaa ". bukannya lari menjauh Mika malah menutup mata Arshaka dengan kedua tangannya.
" Kenapa kau tutup mata ku , aku tak lihat apa - apa ". kilahnya.
" Bohong...".
" Aku tak bohong , aku memang gak lihat , maksud aku belum lihat yang ada di dalam handuk itu ". Arshaka terkekeh , senang rasanya bisa menjahili istrinya.
" Arshakaaaaaa.....tutup mata kamu rapat - rapat , dan keluar dari kamar ini !".
" Mana bisa sayang , nanti suami mu ini bisa menabrak pintu ".
" Banyak alasan ". Mika akhirnya mendorong tubuh Arsha menuju pintu , ia berdiri di belakang Arsha dengan kedua tangannya masih menutup mata Arshaka.
Brakkkkk....pintu di tutup dengan kencang.
__ADS_1
" Bukunya Mika ".
" Nanti saja , aku mau pake baju dulu ".
" Mau aku bantu makan tidak ".
" Tidak terima kasih ".
" Aku berhak loh lihat semua yang ada di kamu , kamu milikku Mika sayang , kan sudah di halalkan Di depan pak penghulu ".
Ceklek...
" Aku tau ,tapi belum saatnya Ka...bentar lagi kita kenaikan kelas , fokuslah aja dulu biar kita naik kelas , tunggulah sebentar lagi , aku juga tak akan menolak jika kamu meminta hak untuk itu ".
" Nih bukunya ".
Arshaka masih terdiam, ia membenarkan ucapan sang istri , tapi tak bisa ia pungkiri ia juga sangat menginginkan itu ,dia lelaki normal di tambah tadi melihat Mika yang begitu...aahhh , tak bisa diungkapkan dengan kata - kata.
" Dih , malah bengong nih anak...Ka...Arshakaaaaa ".
" Ck , gak usah teriak , aku belum tuli ".
" Coba sekali lagi ".
" Apanya ?".
" Panggil aku sayang !".
" Sayang kita makan yuk sudah lapar nih !". ajak Mika.
Menjelang kenaikan kelas mereka memang du sibuk kan dengan belajar. Ray sendiri sibuk belajar untuk menghadapi ujian , jadi ia tidak sempat untuk menemui Mika...karena banyaknya pelajaran tambahan.
" Ray gimana kelanjutuan cerita cinta elo dengan Mika ?". tanya Dimas membuka obrolan.
" Gak tau , gue belum sempet deketin doi lagi , lo kan tau sendiri kita di sibuk kan dengan belajar ".
" Gue lihat Mika deket banget sama si Arsha itu , hampir tiap gue lihat Mika pasti cowok itu ada di sampingnya, sering juga gue lihat mereka saling genggaman tangan ". Kata Alaska , kebiasaan tukang kompor meleduk.
__ADS_1
" Betul itu Al , gue juga sering melihatnya, bahkan ke toilet pun Mika di antar sama Arsha , udah kayak suami siaga aja tuh bocah ". tambah Dimas.
" Ati - ati Ray , kata orang jawa mah...witing tresno jalaran soko kulino..".
" Elo tau artinya Ray , gue mah engga ".
" Gue juga gak tau ".
" Ck...artinya cinta bisa datang karena terbiasa bersama ". jeĺas Alaska.
" Jangan ngarang Al ". Dimas engga percaya.
" Dih gak percaya , kakek gue asli jawa , jadi gue ngerti lah ".
" Wah gawat itu mah...warning..., apalagi duduknya aja di kelas satu bangku ".
" Kalian berdua nambahin pusing kepala gue deh , cariin solusi dong , sekarang Mika yang sepertinya menjauhi gue ".
" Gimana rasanya...nyesek kan ?".
" Iya , ini juga pasti yang di rasain Mika waktu itu, salah gue juga sih , tiba - tiba mendiamkannya , sialnya pesan yang gue terima itu dari Virda ". sesal Ray amat dalam.
" Ternyata ini memamg rencananya buat misahin gue dengan Mika, dan berhasil....gue gak tau lagi gimana mau deketin Mika lagi , rasanya malu karena gue duluan yang nyuekin dia ".
" Sabar Ray , kalo jodoh gak akan kemana ". Dimas menepuk- nepuk pundak Ray , memberi kekuatan.
" Iya kalo jodoh , kalo engga...ikhlasin aja deh Ray , siapa tau dapat ganti yang lebih gemoy ". saran Alaska.
" Gak ada yang seperti Mika , dia tuh paket komplit ". Dimas dan Alaska belum tau Mika berasal dari keluarga yang mampu , tapi bisa hidup sederhana ...banyak sekali kebaikan Mika di mata Ray...yang membuat gadis itu istimewa baginya.
" Paket komplit ya ....nasi ayam pake telor plus sambel dan lalapan ..hahaha..". kelakar Alaska.
" Ngomongin makanan , jadi laper gue....kantin yuk !". ajak Dimas.
" Kalian aja , gue lagi mager...".
" Yaaahhhh...ampe gak doyan makan dia Dim , ya udah kita tinggal, ayo Dim !.
__ADS_1
Ray bertekad akan menyelesaikan ujian sebaik - baiknya , agar dapat nilai bagus untuk bisa ia banggakan pada Mika.
Bersambung...