Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
25. Bab 25


__ADS_3

Ceklek....Arshaka membuka kamar Mika , ia bermaksud untuk meminjam buku catatan istrinya itu, tapi siapa sangka kalo ia malah ketiban durian runtuh.


Bagaimana mata Arshaka bisa berkedip ketika pemandangan di depannya sungguh menggiurkan , tapi sayang bisa di pandang tak bisa di sentuh...miris kan nasibnya.


" Mika ". panggil Arsha lirih , ia menahan gejolak yang meronta dalam dirinya.


" Eh , ada apa Ka ?". Mika masih belum menyadari , dirinya hanya berbalut handuk yang hanya menutupi sebatas pahanya saja...atas nya pun terbuka.


" Aku , mau pinjam buku matematika mu sebentar ". ucap Arsha pelan , karena pikirannya fokus pada tubuh istrinya.


" Oh itu , sebentar ". Dengan handuk minimalis itu ia melewati Arsha begitu saja menuju tempat belajarnya....Arsha sampai menelan ludahnya kasar.


Otak nya sudah berkeliaran dengan ide - ide liar , seperti ia ingin sekali menarik handuk yang membalut tubuh Mika , lalu membawanya ke atas tempat tidur...lalu.....


Arrrrrgggghhhh....ucap Arsha sambil menggelengkan kepalanya, Mika yang mendengar teriakan kecil Arshaka seketika menengok...


" Kenapa Ka , kamu sakit ?". Mika berlari dan mendekat ke Arsha , menegang kening suaminya itu.


Mika tak tau kalo Arsha makin cenat cenut kepalanya , apalagi kepala bagian bawahnya.


Melihat Arshaka tak menjawab , Mika melihat arah pandang mata Arshaka yang sepertinya tertuju padanya. Ia pun melihat ke arah dirinya.


" Aakkhhhhhh....apa yang kau lihat Arshakaaaaa ". bukannya lari menjauh Mika malah menutup mata Arshaka dengan kedua tangannya.


" Kenapa kau tutup mata ku , aku tak lihat apa - apa ". kilahnya.


" Bohong...".


" Aku tak bohong , aku memang gak lihat , maksud aku belum lihat yang ada di dalam handuk itu ". Arshaka terkekeh , senang rasanya bisa menjahili istrinya.


" Arshakaaaaaa.....tutup mata kamu rapat - rapat , dan keluar dari kamar ini !".


" Mana bisa sayang , nanti suami mu ini bisa menabrak pintu ".


" Banyak alasan ". Mika akhirnya mendorong tubuh Arsha menuju pintu , ia berdiri di belakang Arsha dengan kedua tangannya masih menutup mata Arshaka.


Brakkkkk....pintu di tutup dengan kencang.

__ADS_1


" Bukunya Mika ".


" Nanti saja , aku mau pake baju dulu ".


" Mau aku bantu makan tidak ".


" Tidak terima kasih ".


" Aku berhak loh lihat semua yang ada di kamu , kamu milikku Mika sayang , kan sudah di halalkan Di depan pak penghulu ".


Ceklek...


" Aku tau ,tapi belum saatnya Ka...bentar lagi kita kenaikan kelas , fokuslah aja dulu biar kita naik kelas , tunggulah sebentar lagi , aku juga tak akan menolak jika kamu meminta hak untuk itu ".


" Nih bukunya ".


Arshaka masih terdiam, ia membenarkan ucapan sang istri , tapi tak bisa ia pungkiri ia juga sangat menginginkan itu ,dia lelaki normal di tambah tadi melihat Mika yang begitu...aahhh , tak bisa diungkapkan dengan kata - kata.


" Dih , malah bengong nih anak...Ka...Arshakaaaaa ".


" Ck , gak usah teriak , aku belum tuli ".


" Coba sekali lagi ".


" Apanya ?".


" Panggil aku sayang !".


" Sayang kita makan yuk sudah lapar nih !". ajak Mika.


Menjelang kenaikan kelas mereka memang du sibuk kan dengan belajar. Ray sendiri sibuk belajar untuk menghadapi ujian , jadi ia tidak sempat untuk menemui Mika...karena banyaknya pelajaran tambahan.


" Ray gimana kelanjutuan cerita cinta elo dengan Mika ?". tanya Dimas membuka obrolan.


" Gak tau , gue belum sempet deketin doi lagi , lo kan tau sendiri kita di sibuk kan dengan belajar ".


" Gue lihat Mika deket banget sama si Arsha itu , hampir tiap gue lihat Mika pasti cowok itu ada di sampingnya, sering juga gue lihat mereka saling genggaman tangan ". Kata Alaska , kebiasaan tukang kompor meleduk.

__ADS_1


" Betul itu Al , gue juga sering melihatnya, bahkan ke toilet pun Mika di antar sama Arsha , udah kayak suami siaga aja tuh bocah ". tambah Dimas.


" Ati - ati Ray , kata orang jawa mah...witing tresno jalaran soko kulino..".


" Elo tau artinya Ray , gue mah engga ".


" Gue juga gak tau ".


" Ck...artinya cinta bisa datang karena terbiasa bersama ". jeĺas Alaska.


" Jangan ngarang Al ". Dimas engga percaya.


" Dih gak percaya , kakek gue asli jawa , jadi gue ngerti lah ".


" Wah gawat itu mah...warning..., apalagi duduknya aja di kelas satu bangku ".


" Kalian berdua nambahin pusing kepala gue deh , cariin solusi dong , sekarang Mika yang sepertinya menjauhi gue ".


" Gimana rasanya...nyesek kan ?".


" Iya , ini juga pasti yang di rasain Mika waktu itu, salah gue juga sih , tiba - tiba mendiamkannya , sialnya pesan yang gue terima itu dari Virda ". sesal Ray amat dalam.


" Ternyata ini memamg rencananya buat misahin gue dengan Mika, dan berhasil....gue gak tau lagi gimana mau deketin Mika lagi , rasanya malu karena gue duluan yang nyuekin dia ".


" Sabar Ray , kalo jodoh gak akan kemana ". Dimas menepuk- nepuk pundak Ray , memberi kekuatan.


" Iya kalo jodoh , kalo engga...ikhlasin aja deh Ray , siapa tau dapat ganti yang lebih gemoy ". saran Alaska.


" Gak ada yang seperti Mika , dia tuh paket komplit ". Dimas dan Alaska belum tau Mika berasal dari keluarga yang mampu , tapi bisa hidup sederhana ...banyak sekali kebaikan Mika di mata Ray...yang membuat gadis itu istimewa baginya.


" Paket komplit ya ....nasi ayam pake telor plus sambel dan lalapan ..hahaha..". kelakar Alaska.


" Ngomongin makanan , jadi laper gue....kantin yuk !". ajak Dimas.


" Kalian aja , gue lagi mager...".


" Yaaahhhh...ampe gak doyan makan dia Dim , ya udah kita tinggal, ayo Dim !.

__ADS_1


Ray bertekad akan menyelesaikan ujian sebaik - baiknya , agar dapat nilai bagus untuk bisa ia banggakan pada Mika.


Bersambung...


__ADS_2