Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
34. Bab 34


__ADS_3

Anak buah Arshaka langsung mengantar Kevin dan Jery ke ruangannya.


" Bos , ada tamu , boleh masuk engga ?". kata Eko agak keras.


" Bawa masuk aja Ko !". jawab Arshaka dari dalam.


Eko membukakan pintu untuk Levin dan Jery.


" Silahkan masuk Tuan - tuan ".


Levin melangkah lebih dahulu , tapi seketika langkahnya berhenti ketika melihat foto Mika yang tercetak besar di belakang Arshaka duduk.


Arshaka tersenyum tipis , ia tau mata Levin melihat ke arah foto istrinya.


" Silahkan duduk Pak !".


Jery pun menepuk punggung Levin , yang sepertinya sedang melamun.


" Pak , anda di suruh duduk ". bisik Jery.


" Oh..iya ". Levin menormalkan dirinya.


" Ko , buatkan minum ya !". Eko yang masih ada di depan pintu pun mengangguk .


" Ada gerangan apa Pak Levin sampai datang ke kantor saya yang kecil ini ?". tanya Arshaka.


" Sebentar , sebelum ke inti permasalahan, bolehkah saya bertanya , mungkin agak pribadi?". Tentu Levin harus menuntaskan rasa penasarannya dengan hubungan antara Arshaka dan Mika.


" Silahkan Pak , selama saya masih bisa menjawabnya..".


" Itu foto Mika kan ?".


" Iya Pak , anda kenal Mika ?". basa basi Arshaka.


" Iya kenal , dia sempat saya beri hadiah karena kepintarannya. ".


" Oh hanya itu ". Gak ingat apa , suka telpon sama kirim pesan...pura - pura lupa lagi...batin Arshaka.


" Kenapa fotonya ada di ruangan kamu , apakah kalian masih saudara?".


Saudara dari hongkong....yang benar saudara ketemu gede, saudara sejalan dan saudara di atas ranjang....ha..ha..ha...ucap Arshaka dalam hati.


" Lebih tepatnya pacar dunia akhirat Pak , dia penyemangat saya , makanya fotonya saya pasang di sini ".


Oh..masih pacar , masih bisa di rebut....tekad Levin.


Ternyata Levin tidak paham dengan ucapan Arshaka.


" Baiklah , kedatangan saya saat ini adalah ingin menawarkan kerja sama , agar bengkel kamu makin besar , bagaimana?".


" Jer!". panggil Levin , Jery tau apa yang dimaksud Bos nya , ia segera mengeluarkan proposal dan memberikannya ke Arshaka.

__ADS_1


" Terima kasih atas tawarannya , saya akan pikirkan dulu ".


" Baik , saya tunggu konfirmasi dari kamu , saya bangga pada para pemuda yan bisa berkarya seperti kamu , semangat terus , semoga kamu bisa menginspirasi pemuda- pemuda lainnya ".


" Kami permisi dulu, ayo Jer!".


Arshaka dan Levin pun berjabat tangan....


Beberapa saat kepergian Levin dan asistennya, Mika masuk ke dalam ruangan Arshaka.


" Kamu baru datang , apa bertemu dengan tamu ku tadi ". Arshaka tak mau istrinya ketemu dengan Levin.


Ia tau Mika selalu menolak ajakan Levin , tapi ia juga takut istrinya lama - lama luluh akan kegigihan Levin.


" Engga , tamu yang mana ...apa aku kenal?".


" Ya sudah kalo tidak ketemu, tidak usah di pikirkan, kemarilah....kamu kesini mau memberikan aku vitamin kan ?".


Mika mengernyit heran dengan ucapan suaminya. " Aku bawa makan siang bukan Vitamin ".


" Vitamin aku ada pada kamu sayang ".


Tak perlu menunggu lama , Arshaka langsung menarik Mika lebih ke dalam lagi , tepatnya ke kamar tempat ia beristirahat ketika penat bekerja.


" Sebentar ". Arshaka berlari ke arah pintu lalu menguncinya, ia tak mau kegiatannya di ganggu oleh siapapun...bahkan ia sempat menggantungkan pesan di pintu...." JANGAN DI GANGGU , SEDANG ISTIRAHAT ".


Dengan gerakan secepat kilat , Arshaka kembali ke kamar peristirahatnnya.


" Mau ngapain Ka , jangan bilang kamu mau minta gituan ". Mika mulai tau apa maksud suaminya , membawa dia ke kamar ini.


" Bisa di bilang berenang juga sih , tapi dia atas kasur ". tambahnya lagi.


" Tapi ini di kantor Ka , nanti kalo ada yang masuk bagaimana ?".


" Gak akan yang berani masuk, lagian sudah aku kunci kok , kita cari sensasi baru sayang , kan belum pernah kita melakukannya di sini..ini perdana loh , jadi kita harus menciptakan suasananya makin hot ".


" Terserahlah, tapi jangan nambah ya Ka , nanti aku gak bisa berjalan buat pulang ".


Arshaka tertawa " , Tenang, ada A' a yang siap menggendong eneng kemana pun ".


Arshaka tak perduli lagi meski di larang oleh Mika , ia kembali melakukannya , sampai Mika tertidur lelap di dalam sana.


Tak ada yang berani mengetuk pintu ketika melihat tulisan Arshaka yang ada di depan pintu. Sampai pintu terbuka , Karena Arshaka sendirilah yang membukanya.


Ia turun untuk mengecek bengkelnya , sekalian memesan makanan di cafe nya, untuk sang istri.


" Wuihhh basah gaaesss ". ledek Eko , yang di sambut senyuman teman - temannya.


Arshaka tak mempermasalahkan hal itu , semua karyawannya mengetahui kalo ia sudah menikah, sedangkan Arshaka sendiri menganggap semua karyawannya layaknya teman dan saudara, karena memang dari segi umur mereka semua kebanyakan seumuran Arshaka.


" Berapa ronde Bos, sampai terlihat happy gitu ,". tanya yang lain.

__ADS_1


" Mau tau aja , apa mau tau banget...eh jangan deng , nanti kalian semua kepengen kan berabe , sabun di rumah bisa habis , kasihan emak kalian ".


" Sialan si Bos, mentang - mentang udah laku, kasih ilmunya dong Bos, biar dapat yang bening kayak neng Mika ". balas Yudi.


" Itu mah udah nasib aku yang memang bagus , kalian banyak - banyakin aja doa , minta sama yang di Atas , biar cepat di turunkan jodohnya ". gantian Arshaka yang meledek mereka.


" Bidadari kali ah , sampai jodohnya turun...". kata Eko.


" Iya tapi bukan dari langit Ko , tapi dari angkot ". tambah Yudi.


Hahahaha......mereka pun tertawa bersama.


***


Arshaka kembali melihat ponselnya yang berdering dari nomor tak di kenal.


" Hallo , siapa ini ? ".


" Hallo....Ars ini kamu kan ?".


" Crish tau dari mana nomor ku ?".


" Ck , nanya kabar kek...".


" Huffhhh...gimana kabar kamu Crish dan leonard tentunya ".


" Hahaha...baik , kabar aku baik...leo juga baik , kamu engga nanya kabar Jeni ".


" Tidak , kamu tau sendiri bagaimana ceritanya ".


" Oh..oke , apa kamu masih membencinya Ars ?".


" Jangan bahas dia , atau aku tutup telponnya !". ancam Arshaka.


" Tunggu - Tunggu , Iya aku minta maaf ,tidak akan lagi membahas Jeni , aku dan Leo sudah ada di Indonesia , bisakah kita bertemu , aku tidak tau alamat kamu Ars ".


" Nomor telpon aku , kamu dapat dari mana ?".


" Aku tak sengaja bertemu dengan kakak mu , dan aku langsung meminta nomor kamu yang baru ".


" Baiklah , berikan alamat di mana kamu menginap Crish , aku akan datang ke tempat kamu ".


" Aku kirim alamatnya , kamu datang ya , kasihan kami seperti bocah ilang di sini ". ucap Crish sambil terkekeh .


" Crazy rich berlagak miskin kamu ".


" Hahaha , kita ketemu saja , banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu ".


" Oke , tunggu aku ...aku mau pamitan dulu sama istri ku ".


Arshaka langsung mematikan ponselnya, sementara Crish menggelengkan kepalanya...

__ADS_1


" Belum juga selesai ngomong , main di matiin aja...istri , apa Arshaka sudah menikah...atau hanya bercanda saja....".


Bersambung....


__ADS_2