
Anak buah Arshaka langsung mengantar Kevin dan Jery ke ruangannya.
" Bos , ada tamu , boleh masuk engga ?". kata Eko agak keras.
" Bawa masuk aja Ko !". jawab Arshaka dari dalam.
Eko membukakan pintu untuk Levin dan Jery.
" Silahkan masuk Tuan - tuan ".
Levin melangkah lebih dahulu , tapi seketika langkahnya berhenti ketika melihat foto Mika yang tercetak besar di belakang Arshaka duduk.
Arshaka tersenyum tipis , ia tau mata Levin melihat ke arah foto istrinya.
" Silahkan duduk Pak !".
Jery pun menepuk punggung Levin , yang sepertinya sedang melamun.
" Pak , anda di suruh duduk ". bisik Jery.
" Oh..iya ". Levin menormalkan dirinya.
" Ko , buatkan minum ya !". Eko yang masih ada di depan pintu pun mengangguk .
" Ada gerangan apa Pak Levin sampai datang ke kantor saya yang kecil ini ?". tanya Arshaka.
" Sebentar , sebelum ke inti permasalahan, bolehkah saya bertanya , mungkin agak pribadi?". Tentu Levin harus menuntaskan rasa penasarannya dengan hubungan antara Arshaka dan Mika.
" Silahkan Pak , selama saya masih bisa menjawabnya..".
" Itu foto Mika kan ?".
" Iya Pak , anda kenal Mika ?". basa basi Arshaka.
" Iya kenal , dia sempat saya beri hadiah karena kepintarannya. ".
" Oh hanya itu ". Gak ingat apa , suka telpon sama kirim pesan...pura - pura lupa lagi...batin Arshaka.
" Kenapa fotonya ada di ruangan kamu , apakah kalian masih saudara?".
Saudara dari hongkong....yang benar saudara ketemu gede, saudara sejalan dan saudara di atas ranjang....ha..ha..ha...ucap Arshaka dalam hati.
" Lebih tepatnya pacar dunia akhirat Pak , dia penyemangat saya , makanya fotonya saya pasang di sini ".
Oh..masih pacar , masih bisa di rebut....tekad Levin.
Ternyata Levin tidak paham dengan ucapan Arshaka.
" Baiklah , kedatangan saya saat ini adalah ingin menawarkan kerja sama , agar bengkel kamu makin besar , bagaimana?".
" Jer!". panggil Levin , Jery tau apa yang dimaksud Bos nya , ia segera mengeluarkan proposal dan memberikannya ke Arshaka.
__ADS_1
" Terima kasih atas tawarannya , saya akan pikirkan dulu ".
" Baik , saya tunggu konfirmasi dari kamu , saya bangga pada para pemuda yan bisa berkarya seperti kamu , semangat terus , semoga kamu bisa menginspirasi pemuda- pemuda lainnya ".
" Kami permisi dulu, ayo Jer!".
Arshaka dan Levin pun berjabat tangan....
Beberapa saat kepergian Levin dan asistennya, Mika masuk ke dalam ruangan Arshaka.
" Kamu baru datang , apa bertemu dengan tamu ku tadi ". Arshaka tak mau istrinya ketemu dengan Levin.
Ia tau Mika selalu menolak ajakan Levin , tapi ia juga takut istrinya lama - lama luluh akan kegigihan Levin.
" Engga , tamu yang mana ...apa aku kenal?".
" Ya sudah kalo tidak ketemu, tidak usah di pikirkan, kemarilah....kamu kesini mau memberikan aku vitamin kan ?".
Mika mengernyit heran dengan ucapan suaminya. " Aku bawa makan siang bukan Vitamin ".
" Vitamin aku ada pada kamu sayang ".
Tak perlu menunggu lama , Arshaka langsung menarik Mika lebih ke dalam lagi , tepatnya ke kamar tempat ia beristirahat ketika penat bekerja.
" Sebentar ". Arshaka berlari ke arah pintu lalu menguncinya, ia tak mau kegiatannya di ganggu oleh siapapun...bahkan ia sempat menggantungkan pesan di pintu...." JANGAN DI GANGGU , SEDANG ISTIRAHAT ".
Dengan gerakan secepat kilat , Arshaka kembali ke kamar peristirahatnnya.
" Mau ngapain Ka , jangan bilang kamu mau minta gituan ". Mika mulai tau apa maksud suaminya , membawa dia ke kamar ini.
" Bisa di bilang berenang juga sih , tapi dia atas kasur ". tambahnya lagi.
" Tapi ini di kantor Ka , nanti kalo ada yang masuk bagaimana ?".
" Gak akan yang berani masuk, lagian sudah aku kunci kok , kita cari sensasi baru sayang , kan belum pernah kita melakukannya di sini..ini perdana loh , jadi kita harus menciptakan suasananya makin hot ".
" Terserahlah, tapi jangan nambah ya Ka , nanti aku gak bisa berjalan buat pulang ".
Arshaka tertawa " , Tenang, ada A' a yang siap menggendong eneng kemana pun ".
Arshaka tak perduli lagi meski di larang oleh Mika , ia kembali melakukannya , sampai Mika tertidur lelap di dalam sana.
Tak ada yang berani mengetuk pintu ketika melihat tulisan Arshaka yang ada di depan pintu. Sampai pintu terbuka , Karena Arshaka sendirilah yang membukanya.
Ia turun untuk mengecek bengkelnya , sekalian memesan makanan di cafe nya, untuk sang istri.
" Wuihhh basah gaaesss ". ledek Eko , yang di sambut senyuman teman - temannya.
Arshaka tak mempermasalahkan hal itu , semua karyawannya mengetahui kalo ia sudah menikah, sedangkan Arshaka sendiri menganggap semua karyawannya layaknya teman dan saudara, karena memang dari segi umur mereka semua kebanyakan seumuran Arshaka.
" Berapa ronde Bos, sampai terlihat happy gitu ,". tanya yang lain.
__ADS_1
" Mau tau aja , apa mau tau banget...eh jangan deng , nanti kalian semua kepengen kan berabe , sabun di rumah bisa habis , kasihan emak kalian ".
" Sialan si Bos, mentang - mentang udah laku, kasih ilmunya dong Bos, biar dapat yang bening kayak neng Mika ". balas Yudi.
" Itu mah udah nasib aku yang memang bagus , kalian banyak - banyakin aja doa , minta sama yang di Atas , biar cepat di turunkan jodohnya ". gantian Arshaka yang meledek mereka.
" Bidadari kali ah , sampai jodohnya turun...". kata Eko.
" Iya tapi bukan dari langit Ko , tapi dari angkot ". tambah Yudi.
Hahahaha......mereka pun tertawa bersama.
***
Arshaka kembali melihat ponselnya yang berdering dari nomor tak di kenal.
" Hallo , siapa ini ? ".
" Hallo....Ars ini kamu kan ?".
" Crish tau dari mana nomor ku ?".
" Ck , nanya kabar kek...".
" Huffhhh...gimana kabar kamu Crish dan leonard tentunya ".
" Hahaha...baik , kabar aku baik...leo juga baik , kamu engga nanya kabar Jeni ".
" Tidak , kamu tau sendiri bagaimana ceritanya ".
" Oh..oke , apa kamu masih membencinya Ars ?".
" Jangan bahas dia , atau aku tutup telponnya !". ancam Arshaka.
" Tunggu - Tunggu , Iya aku minta maaf ,tidak akan lagi membahas Jeni , aku dan Leo sudah ada di Indonesia , bisakah kita bertemu , aku tidak tau alamat kamu Ars ".
" Nomor telpon aku , kamu dapat dari mana ?".
" Aku tak sengaja bertemu dengan kakak mu , dan aku langsung meminta nomor kamu yang baru ".
" Baiklah , berikan alamat di mana kamu menginap Crish , aku akan datang ke tempat kamu ".
" Aku kirim alamatnya , kamu datang ya , kasihan kami seperti bocah ilang di sini ". ucap Crish sambil terkekeh .
" Crazy rich berlagak miskin kamu ".
" Hahaha , kita ketemu saja , banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu ".
" Oke , tunggu aku ...aku mau pamitan dulu sama istri ku ".
Arshaka langsung mematikan ponselnya, sementara Crish menggelengkan kepalanya...
__ADS_1
" Belum juga selesai ngomong , main di matiin aja...istri , apa Arshaka sudah menikah...atau hanya bercanda saja....".
Bersambung....