Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
46. Bab 46


__ADS_3

Vero sepertinya menikmati perannya saat ini. Bahkan dia sudah tidak terbebani ketika Mika minta ini dan itu .


Kini sekarang malah Arshaka yang di buat cemburu , padahal ia tau , ini hukuman untuk Vero . Tapi tetap saja , ia lebih senang kalo istrinya itu bergantung padanya , meski permintaan orang ngidam kadang aneh , justru ini adalah moment baginya untuk menunjukkan betapa dia sudah menjadi Suami siaga dan Ayah yang baik bagi calon anak kedua mereka.


Seperti saat ini....Mika tengah menginginkan bakso yang di jual di dalam kampusnya.


" Sayang , biar Mas saja ya yang beli ". Arshaka merengek seperti anak kecil.


" Gak usah Mas , biar Vero saja ...sekalian , kan dia kuliah juga di sana , kalo Mas yang ke kampus nanti malah tebar pesona sama mahasiswa cewek....".


" Aku engga gitu sayang , Mas juga mau di repotin sama kamu , ini kan anak Mas bukan anak Vero , masa mintanya sama dia terus ".


" Lah siapa yang bilang kalo ini anak Vero, lagian kan ini memang tugasnya, dia sedang


menjalankan hukuman dari aku ".


" Tapi lama - lama aku lihat bocah itu makin senang kamu suruh - suruh , kadang malah dia yang bertanya kamu mau apa , seperti ketagihan ". keluh Arshaka.


" Biarkan saja, itung- itung latihan buat dia nanti kalo sudah punya istri ".


" Tapi aku gak suka dia terus datang kemari dan dekat dengan kamu sayang ".


" Mas tenang saja , cintaku hanya untuk mu sayang , Kak Ray yang lebih segalanya dari Vero saja aku tak tertarik ". Mika mencolek dagu suaminya.


" Gombal kamu....ini hukuman untuk kamu karena masih mengingat si Ray itu". Arshaka langsung memeluk Mika dari belakang , menciuminya dengan tangan Arshaka yang terus bergerak kesana kemari, hingga mereka tak sadar , Vero sudah berdiri di depan pintu menelah ludahnya kasar.


" Ehemmmm..". Vero bersuara agar dua orang yang sedang bermesraan itu sadar , ada orang lain di sana.


" Eh Vero , masuk Ver !". perintah Mika. tapi dengan sengaja Arshaka masih melingkarkan kedua tangannya di perut Mika.

__ADS_1


Vero melangkah masuk dengan wajah kesal.


" Dari tadi Ver ?". Tanya Mika .


" Iya , dan sempat melihat adegan yang tidak boleh di lihat oleh anak di bawah umur, mataku sudah ternodai sekarang ". ucapnya lalu duduk tanpa di perintah.


" Cih...anak di bawah umur yang mana , sampai punya pikiran menculik istri orang ". sindir Arshaka.


" Sudahlah gak usah berantem , mana pesenan aku Ver ?". Mika melerai keduanya, karena kalo engga di cegah , mungkin akan sampai sore mereka berdebat , begitulah kalo Arshaka bertemu dengan Vero...seperti kucing dan tikus.


" Ini Mika , ini spesial loh , soalnya aku bilang pada abangnya buat kamu yang lagi ngidam...bahkan baksonya saja sampai di tambahi , bonus katanya, si abang juga berdoa supaya kamu dan debay nya sehat selalu ". ucap Vero panjang kali lebar.


" Oh ya , Aamiin atas doanya , samapaikan terima kasihku pada si abang ya Ver !".


" Oke , terus terima kasih buat aku mana Mika ?".


" Biarinlah , tapi aku tetap ikhlas kok , kan rasanya gimana gitu kalo Mika ngucapin terima kasih ". Memang Vero sengaja memancing keributan.


" Kamu !!!!!". tunjuk Arshaka.


" Mulai deh ...Mas , lebih baik minta tolong sama mbak Tuti untuk ambilkan aku mangkok , aku mau makan sekarang ".


" Biar Mas yang ambilkan ".


" Bilang mbak Tuti suruh buat minuman untuk Vero !".


" Bukannya tugasnya sudah selesai ya , kenapa kamu engga langsung pulang saja !".


" Aku haus , mau minum dulu ". Vero tidak mau di usir. Tak tau terima kasih, habis manis sepah di buang....dasar manusia gak sopan .batin Vero.

__ADS_1


" Jangan memgumpat ku ya Ver ".


" Engga , dan anda jangan terlalu benci dengan ku , anda engga mau kan kalo anak dalam kandungan Mika nantinya jadi mirip aku ".


" Mana bisa mirip kamu , aku kan yang membuatnya ".


" Tapi aku yang selalu memenuhi keinginan anak dalam kandungan ini ". Vero tak mau kalah


" Masssss....kapan aku makannya , kalo kalian terus berdebat , ambilkan aku mangkuk dulu , baru kalian bisa lanjutkan perdebatan kalian di depan rumah, di depan juga ada mainan bola kecil milik Aziel..jadi kalian bisa saling lempar ". Mika mendengus kesal.


" Iya ini Mas ambilkan ". tapi Arshaka kembali menoleh ke arah Vero ." Awas jangan macam - macam kamu !". Vero tersenyum sinis.


" Suami kamu tidak bekerja Mika ?".


" Tidak, lagi mau nungguin aku ". Tanpa Mika tau , Arshaka memang sengaja tak berangkat bekerja , ketika tau siang ini Vero akan datang ke rumahnya , ia tak mau Vero memanfaatkan situasi untuk berduaan dengan istrinya, Arshaka tak rela.


Suami kamu takut kalo aku merayu kamu Mika....bisa dilihat , dia begiti cemburu berat , tapi aku senang , kamu mendapatkan lelaki yang sangat mencntai kamu...aku ikhlas...ucap Vero dalam hati.


" Ini sayang ". Arshaka memberika mangkuk sekaligus minuman untuk sang istri bersamaan dengan mbak Tuti yang memberikan minum untuk Vero.


" Setelah minum langsung pulang !".


" Iya nanti aku pulang , setelah bermain dengan Aziel ". Vero dengan santai meminum air dingin itu , ia juga menikmati cemilan yang di bawa mbak Tuti tadi.


Arshaka tak berani lagi menimpali ucapan Vero setelah mendapat gelengan kepala dan juga pelototan dari mata Mìka.


Mika ingin menikmati bakso yang sudah di inginkannya dari kemaren dengan tenang tanpa drama dari dua lelaki yang sedang bersamanya kini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2