
Buat bocil di skip aja ya....
Di sarankan bacanya malam....
****
" A..aku ke kamar mandi dulu Ka ". Mika berlari ke kamar mandi.
" Gimana ini , apa aku harus pakai baju tipis pemberian Mommy Fina...aahhhkkk, apa enggak malu - maluin ".
Mika mondar mandir dalam kamar mandi , memikirkan bagaimana ia harus menghadapi permintaan suaminya itu.
Sama dengan Mika , Arshaka juga jadi gugup...Ia sendiri lupa, padahal sering mencumbui istrinya meski tak sampai menyatu...dan ia harus berakhir di kamar mandi.
" Haiishhh...kenapa pake nanya , kan biasanya aku langsung terkam aja , giliran udah di kasih lampu hijau , malah ngeblank otak ku ".
Mika keluar dari kamar mandi dan mengambil sesuatu dari lemari . Ia memutuskan untuk memakai pakaian itu , meski ia agak risih, tapi untuk apa di beli kalo engga di pake, mubazir dong...monolognya.
Arshaka hanya melihat tanpa bertanya ketika sang istri kembali masuk ke kamar mandi lagi.
Tak lama....Ceklek.....
Mika berjalan pelan menuju Suaminya , ia pun menutupi bagian tubuhnya yang tentu saja hampir terlihat.
Gleg.....Arshaka menelan ludahnya kasar...Gila , kenapa istrinya berubah seseksi ini , tak bisa di biarkan lama - lama nih, batin Arshaka.....dua kepala Arshaka yang atas dan yang bawah sudah mulai nyut- nyut tan...melihat pemandangan yang luar biasa di depannya, si otong bereaksi dengan cepat.
" Kemarilah sayang !".
Mika menuruti ucapan Arshaka...Dengan cepat Arshaka langsung menarik istrinya ke pangkuannya.
" Siapa yang ngajarin pake beginian ?".
" Ini dari Mommy Fina , dia pesen begini...pake ya saat kamu bersama Arshaka ".
" Betul kata Mommy , hanya aku yang boleh melihat kamu memakai ini....emmm berarti kamu sudah siap dong ?".
" Insyaallah aku siap Ka , aku juga ingin jadi milik kamu seutuhnya ".
Meski ini yang sudah di tunggu Arshaka sejak lama , tapi ia tak mau terburu - buru , ia dan Mika akan menikmati moment ini agar teringat selalu dalam memori keduanya.
Arshaka tak lupa membaca doa...Ia mengangkat istrinya ke atas ranjang.
Mulai dari mencium kening , mata , hidung dan berakhir di bibir Mika. Lama - lama mengalir seperti yang Arshaka inginkan.
" Saatnya kamu kenalàn sama si Otong ".
" Hah...kok jadi besar Ka ?".
__ADS_1
" Kan aku bilang , ia bisa berubah jadi anaconda ".
" Aku mulai ya , katanya agak sakit kalo yang pertama ".
" Ya pasti sakitlah , segede itu , apa akan masuk Ka ".
" Tenang sayang , ini elastis kok..." Mika hampir saja tertawa.
" Kalo sakit , kamu balas aja , boleh mukul , nyubit atau gigit asal jangan nyuruh aku buat berhenti , aku gak akan mau ". Masak iya gagal.....harus berhasil lah..tekad Arshaka.
Benar saja ...Mika sampai mencengkeram bahu Arshaka, untung kukunya gak ada yang panjang , jadi masih aman.
Arshaka terus bergerak.....dan mereka pun mencapai puncak bersama.
" Terima kasih sayang , akhirnya kamu jadi milik Arshaka seutuhnya ". Dengan begini ia yakin , Levin akan mundur perlahan.
Mereka tertidur dengan lelapnya , tapi tengah malam Arshaka kembali meminta bahkan pagi hari setelah subuh.....sampai Mika tak bangun sampai siang hari.
" Eeuugghhh....jam berapa sekarang ?". Matanya membuka perlahan , berapa kagetnya Mika ketika melihat jam yang menempel di dinding kamarnya.
" Gila sudah mau jam 11 , aku tidur apa pingsan sih , gara - gara Arshaka nih , di ulang terus sampai pagi ".
" Auugghhh , badan aku , kenapa sakit semua .....aduhhh perih ".
Ceklek....
" Sudah , tapi badan aku lemas dan lapar ".
" Kamu mandi dulu , aku siapin air hangat supaya badan kamu enakan ".
" Kita engga ke rumah Bunda dan Mommy Ka ?". Saat ini Mika sudah menyantap sarapan paginya merangkap makan siang.
" Engga usah, kalo kangen kamu telpon aja , aku gak tega , kayaknya kamu capek banget deh ".
" Karena siapa coba ?".
" Akulah ..he...he..he..".
" Tuh tau..".
" Siang nanti lagi ya , biar punya kamu gak sakit lagi ".
" Apanya , jangan gila kamu Ka , ini masih perih loh, apa kamu juga engga capek ?".
" Capek , engga lah , justru aku makin sehat, lagian ya kalo kita sering melakukannya nanti punya kamu gak akan sakit lagi ".
" Bohong, mana ada yang seperti itu ".
__ADS_1
" Ada , percaya sama aku , nanti kamu buktikan sendiri ".
Mika nampak berfikir, ia sudah terpengaruh dengan ucapan Arshaka.
" Masak sih ". masih ragu.
" Iya benar , kaya naik belajar sepeda , makin sering mencobanya maka akan cepat bisa , begitupun dengan kita , jika kita sering melakukannya pasti akan terbiasa , dan kita berdua akan semakin mahir melakukannya ".teori dari mana coba yang Arshaka katakan untuk mempengaruhi istrinya.
" Jadi nanti siang lagi ya...sekali aja , aku cicil deh , nanti malam baru lagi ". rayu Arshaka.
Melihat Mika mengangguk seperti orang bingung...Arshaka bersorak dalam hati...
Yes..yes...yes...tenang Tong, kamu akan dapat jatah lagi , tak sia- sia kamu berpuasa selama ini , mulai sekarang kapanpun kamu mau , pasti akan terkabul...
Arshaka tersenyum miring , tanpa di sadari Mika , Arshaka terus mengelus si otong nya pelan.
Mika benar - benar percaya bujuk rayu suaminya , siang ini menjadi siang panas untuk keduanya.
Dan Arshaka mengingkari janjinya , ia kembali melakukannya....katanya nanggung sayang , si otong sudah berdiri lagi , takut ngambek dia kalo engga di turutin maunya....
Mika sampai melongo dengan alasan suaminya itu , tapi ia tetap melayani keinginan suaminya , karena ia ingin mendapatkan pahala karena menyenangkan Arshaka sebagai suaminya.
Sejak hari itu , tak seharipun Arshaka lewatkan untuk meminta hak nya.
*
Saat ini ujian sudah berlangsung, Levin pun tidak menganggu Mika karena ia sudah berjanji tak akan menghubungi Mika sampai ujian selesai.
Begitupun dengan Arshaka ...saat ini si otong kembali berpuasa, ia tak mau egois, mengingat ia pun harus belajar keras untuk lulus dan mendapat nilai bagus , setidaknya ia pun tidak akan malu karena sang istri yang selalu mendapat nilai tertinggi di sekolahnya.
Seminggu berlalu...karena hari ini sudah mulai bebas, Arshaka banyak menghabiskan waktunya di bengkel miliknya yang sudah mulai rame dan terkenal.
Tak hanya bengkel , Arshaka pun membangun cafe kecil untuk para pelanggan menunggu kendaraannya di servis.
Arshaka banyak merekrut tenaga muda untuk memajukan usahanya, meski rata - rata pekerjanya masih muda , tapi servis yang di berikan cukup memuaskan bagi para pelanggannya.
" Ini bengkel yang kamu maksud Jer?".
" Iya Bos ".
" Aku mau lihat seberapa hebatnya mereka , ayo Jer, aku akan menanam saham jika memang bagus sesuai dengan apa yang kamu katakan ".
" Anda tidak akan kecewa Bos, aku sudah menyelidikinya, bahkan pemiliknya masih sekolah Bos , dan dia bersekolah di SMA Angkasa milik Bos ".
" Wow menarik Jer, ayo kita temui pemiliknya ".
Levin bangga jika ada anak muda yang bisa berkarya , ia tak segan menanamkan modalnya untuk mendukung mereka menjadi lebih maju.
__ADS_1
Bersambung....