
Malam ini Mika tidur dengan nyenyak, karena keinginannya untuk hidup terpisah dari orang tuanya di setujui.
" Kalo begini kan aku bisa ajak teman- teman main ke rumah , tanpa takut ketahuan ".
Mika bangun pagi kali ini , karena ia harus pulang dulu ke rumah Bunda Fia untuk mengganti pakaian seragamnya.
Gubrakkk......Mika terjatuh dari kasurnya. Sean dan Ricky tergelak kencang , dua bocah lelaki itu lah yang barusan membangunkan Mika dengan cara di kejutkan.
" Aduhhh pantatku ". Mika mengusap pantatnya yang panas setelah mencium lantai.
Dia menengok ke arah dekat pintu , melihat dua adiknya yang masìh setia tertawa di sana ." Seaannn...Rickyyyyyy , awas kalian ya , jangan kabur!". Sean dan Ricky langsung meninggalkan kamar Mika, takut kena amukan kakaknya.
Bermaksud mengejar dua bocah itu , tapi ia urungkan ketika melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 . Ia bergegas mandi , memakai pakaian biasa ...lalu turun kebawah.
" Pagi Mom....". Mika melangkah pelan menghampiri kedua adiknya , lalu dengan cepat menjewer telinga keduanya.
" Sakittt... Mommmm ". teriak keduanya., mengusap telinganya yang sakit.
" Weekkk...rasakan , kalian usil sih sama kakak ".
Dug......lagi - lagi kali Mika kesandung kaki kursi.
" Aduh duh duh......sakit ".
Hahaha ....kini Sean dan Ricky tertawa puas melihat kakaknya kesakitan.
" Tuh kan , karma di balas cepat , dzolim sih sama adek sendiri ". Sean masih mengusap telinganya.
" Kalian ini , jangan begitu dong , baik - baik apa sama Kak Mika , kan Kakak kamu jarang menginap di sini ".
" Kakak yang mulai duluan Mom ". Memang benar kata Ricky, semalam Mika lah yang mengerjai mereka.
" Apa bener kata Ricky sayang?".
__ADS_1
" Becanda Mom...Ricky sama Sean aja yang sensitif ". Mana mau Mika mengaku.
" Ya udah , kakak minta maaf ya , janji deh ulang tahun kalian nanti kakak akan belikan apapun permintaan kalian ....asalll tidak terlalu mahal ".
Sean dan Ricky tadinya sudah senang..." Yahhh....kok di batasin sih ". Sean tidak rela , karena ia sudah punya sesuatu yang akan diminta pada kakaknya itu.
" Kakak kamu ini pengangguran ,masih jadi pelajar juga... jadi enggak punya duit banyak..".
" Ya deh enggak apa - apa ".
" Kalian maafin kakak kan ?".
" Iya dimaafin , tapi jangan di ulangi kak ".
" Enggak ...". enggak janji , ucap Mika dalam hati.
Mika sengaja naik ojol supaya cepat sampai di rumah dan ke sekolah..ia kekeh tidak mau di antar sopir apalagi Nicko.
Hampir saja gerbang di tutup , tapi Pak Deden memang baik hati , ia masih mau membukakan gebang buat Mika.
" Neng , tidak usah, bapak ikhlas kok ".
" Mika juga ikhlas kok Pak , anggap saja itu rejeki buat Pak Deden ". Mika tidak sadar ada dua pasang mata yang melihat kejadian itu.
" Makasih Neng ". Mika mengangguk terus berjalan cepat agar sampai di kelas sebelum guru masuk untuk mengajar.
Kamu tenyata baik juga Mika.... Rayyan tersenyum ke arah Mika yang berjalan semakin jauh ke arah kelasnya.
Benar - benar gadis menarik , aku pastikan kamu akan jadi milik aku Mika...senyum manis pun terbit di bibir Rayyan.
Beruntung guru belum masuk ke kelasnya....Mika bernafas lega. Pelajaran berjalan lancar. Akhirnya bel istirahat pun berbunyi.
Virda dari kelas sebelah masuk langsung menghampiri Mika.
__ADS_1
" Eh elo yang namanya Mika ya ?".
" Iya kenapa memangnya , elo ada perlu sama gue ?". balas Mika , menanggapinya santai , meski yang bertanya berucap dengan ketus.
" Gue langsung aja , jauhi kak Rayyan , enggak usah tebar pesona lo ....Kak Rayyan itu jodoh gue , kita sudah kenal sedari kecil , jadi jangan coba - coba elo merebut kak Rayyan dari gue...ngaca dikit apa !".
Mika memicingkan matanya , tidak ada angin tidak ada hujan tiba - tiba gadis di depannya ini ngoceh enggak karuan.
" Elo sehat ?". Tangan Mika menyentuh kening Virda, tapi langsung di tepis kasar oleh Virda.
" Enggak usah nyentuh - nyentuh gue, virus tau ".sarkas Virda.
" Oh iya lupa tadi habis garuk pantat ".
" Elooo....". Virda tentu saja menjadi jijik karena ucapan Mika. Melan dan Kiara terkekeh geli , mereka tau Mika hanya membual.
" Sorryyyyy....cuci muka dulu gih , pake sabun sekalian biar virus dari gue ilang....syuhhhh ". usir Mika.
Dengan kesal , Virda pergi dengan menghentakan kakinya , tapi ia kembali berbalik...." Ingat apa yang gue katakan tadi , kalo elo masih mau sekolah di sini !".
" Emang elo yang punya sekolahan , ngomong seenaknya saja....gue sekolah di sini bayar tau tidak gratis, belum sarapan tuh bocah makanya ngelantur ngomongnya ". gerutu Mika.
" Dia berani karena bapaknya kepala sekolah di sini Mik ". ucap Bayu.
" Masa bodo Bay , mau anak kepala sekolah kek , anak pejabat kek , kan yang penting gue enggak pernah usik dia , aneh aja hanya karena seorang cowok sampai ngancem orang seenaknya ".
" Lebih baik hindari saja dia Mik...mengalah untuk menang ". kata Melani.
" Menang , emang lagi main apaan Melannn..". ucap Kiara.
Belum juga bikin si Micin sadar ...eh nambah satu lagi hama , si Vir dada ....kenapa suka banget cari masalah sama gue sih....gue cuma kepengen tenang buat nyari ilmu...*in*i ada saja halangannya , sabar Mika...sabarrrrr....
Kata pepatah orang sabar pantatnya lebar ...eh salah , orang sabar rejeki nya lebarrrr......bener kan ????
__ADS_1
Bersambung....