
Mika makin tak enak pada Ray , belum sampai di rumah ia sudah mendapat telpon dari Daddy Nicko , kalo ia di minta datang ke rumah Daddynya itu , bahkan jemputannya sudah ada di rumah.
" Maaf Kak Ray, gue harus pergi, Daddy minta gue datang kesana sekarang ".
" Gak apa - apa , masih ada lain hari , kalo begitu gue antar ya , elo tunggu di sini jangan kemana- mana , gue ambil motor dulu ke sekolah ".
" Kak Ray , gak usah....tuh mobil punya Daddy sudah ada , sebaiknya kak Ray pulang saja !". Mika buru - buru melarang Ray yang hendak berbalik untuk mengambil motornya.
Dengan lesu Ray mengangguk , apa daya , ia tak bisa memaksakan kehendaknya , padahal ia masih penasaran dengan orang yang di panggil Daddy oleh Mika itu.
Setelah berganti baju , Mika langsung meluncur ke rumah Daddy Nicko. Ternyata malam ini ia di ajak makan malam bersama karena ada tamu Daddy nya.
" Mom , nanti malam kan acaranya ,kalo gitu aku bobo siang dulu ya ".
" Iya sana , tapi nanti dandan yang cantik ya , bajunya udah Mommy siapkan...akan ada tamu spesial buat kamu ".
" Siapa sih Mom , bikin penasaran aja ".
" Nanti lah , kalo sekarang Mommy kasih tau namanya gak jadi kejutan dong tapi keterusterangan ". Fina terkekeh.
" Dih Mommy Gaje....gak jelas pisan ".
Brukkk....aduuuuuh.
" Kenapa ada kursi di sini sih Mom ". Ujung kakinya cukup sakit terantuk kursi.
" Lah kursi di situ sejak adik kamu masih orok kok protes.....kamu nya tuh yang meleng ".
" Ngantuk berat soalnya...nanti bangunin ya Mom ". Mika berlalu , kadang berhenti mengelus kakinya.
Fina menggelengkan kepalanya, merasa lucu dengan kelakuan sang putri.
Malam pun tiba....
" Set dah nih Mommy niat banget sih , pake nyiapin baju segala, siapa sih tamunya...pejabat negara kali ". tapi tak urung ia memakainya juga , Mika tak mau Mommy Fina akan ceramah tiga hari tiga malam jika ia tidak menurutinya.
Saat Mika keluar dari kamarnya , samar ia mendengar suara adik - adiknya dengan seseorang sedang bercanda.
Mika ingin mengabaikannya, tapi rasa penasarannya lebih tinggi. ia pun berjalan ke kamar Sean dan Ricky.
Di dalam keduanya sedang bermain game dan di selingi dengan candaan. Terlihat seorang pemuda bersama mereka , tapi Mika hanya melihat punggungnya saja...tapi ia seperti tak asing dengan suara itu...
__ADS_1
" Sayang turunlah !". panggilan Mommy Fina menggema.
" Mom , tak usah teriak , bukan hutan ini....malu sama tamu kita ". Geleng Nicko.
Sedangkan sepasang tamu itu malah tersenyum melihat kelakuan Fina yang tak berubah dari dulu , ia masih terlihat bar - bar seperti saat remaja , tapi itu yang di sukai dari Fina , apa adanya dan tak pernah jaim sedikitpun.
" Cape kalo harus naik Dad , kalo aku gak kenceng manggilnya mana dengar tuh anak kamu ".
Keduanya makin terkekeh, " Gak apa - apa Nicko...kami rindu ,sudah lama tidak mendengar teriakan Fina , ya kan Ma ".
" Iya , Ashanti aja kangen katanya , tapi sayang ia tidak bisa ikut kesini , anak keduanya masih bayi ".
" Mom , kuping aku sampe pengang ini ".
" Mana adik - adik kamu , kenapa gak di ajak sekalian turun , panggilin mereka nih, Mommy cape kalo harus teriak lagi ".
" Salim dulu sama Om Hutomo sama Tante Ratih , mereka dulu tetangga kita , tapi pindah ke luar negeri ". Mika mencium tangan ke dua orang tersebut.....sepertinya ia belum sadar siapa ke dua tamu itu.
" Mommmm, kenapa gak sekalian tadi ". Beruntung adik - adiknya sudah turun sebelum ia kembali naik ke atas.
Dan....
" Eloooo.....". tunjuk Mika pada remaja yang berjalan bersama Sean dan Ricky.
" What Cenil ". gumam Mika , lalu ia menoleh ke arah Arsha yang sudah duduk bersama kedua orang tuanya.
" Lihat Pa , Ma ...Cenil sudah melupakan anak kalian yang tampan ini ". adunya.
" Tunggu tunggu , elo Kaka....si rese itu ". Arsha mengangguk.
Tapi ia terhenyak ketika tiba - tiba Mika memukulnya bertubi - tubi...
" Jahat lo Ka...elo Kenapa gak ngasih tau sih ke gue kalo elo Kaka , ihhh ".
" Aduhh aduhh , udah Cenil, sakit nih ...tangan elo kayak kuli , auto masuk rumah sakit nih ".
" Elo utang penjelasan ke gue ".
" Iya nanti gue jelasin sampai pagi "
" Kangen - kangenannya di pending dulu ya sayang ,Karena sudah lengkap , kita makan dulu ". ucap Mommy Fina.
__ADS_1
**
Pagi nya Mika terpaksa satu mobil dengan Arsha , Ia di larang pulang karena sudah terlalu malam.
" Gak usah senyam senyum gitu , elo masih tetep jelek di mata gue ". Mika melirik ke arah Arsha yang sedari tadi terus tersenyum.
" Berarti mata elo rusak Nil, gak lihat apa gue setampan ini di banding pacar elo ".
" Pacar ?? siapa pacar gue , gue gak punya pacar kok ".
" Yang kemaren nyamperin ke kelas ngajak pulang bareng itu loh ".
" Oh itu kak Ray , Ketos sekolah kita , dan kita gak pacaran ".
Syukurlah....batin Arshaka.
" Kirain....masak gak punya pacar sih Nil , padahal elo cantik sekarang ".puji Arsha.
" Terima kasih atas pujiannya , dari dulu gue kan emang cantik , elo baru sadar hem ".
" Justru itu gue lagi gak sadar sekarang ".
" Sialan....nyebelin ih "...Bughh..
" Aduh , galak banget sekarang, suka mukul lagi , mending cium deh ketimbang elo mukul gue ".
" Dih itu maunya elo , gue nya ogah ".
" Kok tau sih...".
Pas mobil berhenti, Mika langsung turun " Terima kasih Pak sopir , tips nya menyusul ya ". Mika tertawa kecil meninggalkan mobil Arsha. Tak lama Arsha pun ikut keluar.
" Tunggu gue Cenil !! teriaknya.
Rayyan menatap ke arah keduanya dengan hati yang sakit , ia baru masuk ke gerbang ...pagi - pagi ia sudah di suguhkan pemandangan yang tidak enak.
Bahkan kalian baru kenal kemaren, tapi sudah kelihatan akrab sekali , kenapa Mika...kenapa harus dia , kalo elo bilang ..gue pun bersedia buat antar jemput elo...
Padahal tadi Sean dan Ricky ikut semobil dengan Mika , karena sekolah mereka lebih dekat jadi mereka turun terlebih dahulu.
Kedatangan murid baru dari luar negeri sudah tersebar , apalagi Arshaka memiliki postur tubuh yang tinggi...180 cm , putih agak ke bule - bule an, hidung mancung , tentu saja para siswi penasaran dengan sosok Arshaka yang sekarang menjadi trending topik di sekolah SMA Angkasa saat ini.
__ADS_1
Bersambung....