Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
27. Bab 27


__ADS_3

Ray melampiaskan kemarahannya dengan mengobrak abrik isi kamarnya. Lalu ia terduduk di tepi ranjang nya, menangis seraya menekuk lututnya.


Dalam hati ia terus menyumpahi apa yang telah Virda lakukan padanya dan juga Mika.


" Semua ini karena elo Vir , gue akan buat perhitungan dengan elo ....elo sudah buat gue jauh dari Mika ".


Mama Indah masuk ke dalam kamar putranya itu, duduk di samping Ray dan memeluknya. Sedangkan Erina , ia bersandar di depan pintu ikut menangis sesenggukan , padahal ia sendiri tidak tau apa yang sedang di tangisi kakaknya itu.


" Ray...". panggil Mama Indah , dengan pelan ia mengusap punggung Ray .


" Ma , Ray sudah kehilangan Mika Ma ..".


" Sabar sayang , berpikirlah dengan jernih , jangan seperti ini , kalo perlu Mama akan nemuin Mika agar bisa kembali padamu ".


" Gak bisa Ma , gak akan mungkin....Mika sudah menikah , dia sudah jadi milik orang lain ".


" Kalo begitu ikhlaskan nak , jika Mika bahagia dengan pilihannya seharusnya kamu juga ikut bahagia, mencintai yang sesungguhnya adalah jika kita bisa merelakan orang yang kita cintai berbahagia meski tak bersama kita ".


" Tapi Ray gak bisa Ma ".


" Bisa , anak Mama pasti bisa ".


" Semua gara - gara Virda, dia yang membuat semua masalah ini terjadi ". Ucap Ray masih terisak...ia belum pernah menyukai gadis sampai seperti ini , hanya pada Mika ia benar - benar menginginkan gadis itu menjadi belahan jiwanya nanti.


Jadi gara - gara nenek kuyang itu , kak Ray dan Kak Mika jadi terpisah ...kalo ketemu ,aku bikin perkedel dia.....maki Erina...


Ia juga tak terima , apalagi melihat kakaknya yang begitu terpuruk saat ini .


Jahat sekali gadis itu pada kakaknya..pikir Erina.


" Ray dengerin Mama, jangan selalu menyalahkan orang lain, semuanya sudah takdir.. mau orang lain jungkir balik memisahkan kamu dengan Mika , kalo nyatanya kamu dan Mika memang jodoh ya pasti akan bersatu lagi , sebaliknya sekeras apapun kamu paksain agar bersama dengan Mika, kalo kamu gak berjodoh ya tetap berpisah...intinya kamu sekarang berdoa saja , agar di bukakan jalan terbaik buat jodoh kamu kelak ".


" Mama doakan kamu mendapat jodoh yang cantik dan baik hati ".


" Ķalo Ray tetap maunya Mika gimana Ma , Boleh engga sih doain Mika cerai , Ray gak masalah meski dapat jandanya ".


Plakkk...Mama Indah spontan memukul Ray.


" Masa doain nya begitu , jelek amat ".


" Kan namanya usaha Ma ".


" Usaha gak gitu juga Ray ". suasana yang tadinya haru jadi berubah karena ucapan konyol Ray , Erina pun ikut terkikik geli padahal sebelumnya ia sampai nangis sesenggukan.


" Kalo kak Ray gagal jadi mantunya Bunda Fia , biar nanti Erin yang akan melanjutkannya ". Ucap Erin mendekat ke arah Mama dan Kakaknya.

__ADS_1


" Maksudnya kamu apa ?". tanya Mama Indah.


" Erin nanti yang akan menjadi mantunya Bunda Fia , pastinya kalo aku udah nikah sama Iyan ".


" Ngimpi , emang Iyan nya mau sama hadis cerewet kayak kamu ".


" Mau lah , orang Iyan sendiri yang udah nembak aku kok....opppsss". Erina segera menutup mulutnya yang keceplosan ngomong.


" Masih kecil kamu...tuh Ma , Erin pacaran ". adu Ray.


" Belum boleh Erin ".


" Tuh dengerin Mama ".


" Ya engga pacaran seperti yang Mama dan Kak Ray pikirkan...kami masih sebatas teman itu saja , hanya Iyan bilang merasa nyaman jika bersama ku ". ucap Erin malu - malu.


" Dih sok malu - malu gitu , gak pantes tau ". Ray perlahan melupakan kesedihannya tadi , ia merasa terhibur dengan kedatangan Mama dan adiknya ,yang cerewetnya minta ampun.


" Tunggu - tunggu, itu Iyan teman kamu , apa dia adiknya Mika ".


" Iya Ma ". jawab Erina.


Tiba - tiba Ray kembali terdiam ketika mendengar lagi nama Mika di sebutkan.


" Ya si Mama pake nyebutin nama Kak Mika lagi , jadi mewek lagi tuh kak Ray nya ".


" Gak apa - apa Ma .....Ma , Ray mau kuliah di luar negeri aja Ma ".


" Kenapa harus jauh gitu Ray , kenyataan itu harus di hadapi bukan di hindari ".


" Please Ma , Ray kepingin susana baru aja , biar bisa melupakan sakit hati Ray ".


" Ya udah apapun keputusan kamu , Mama akan dukung , asal kamu janji pada Mama , kamu harus berhasil di sana ".


" Siap Ma..Emmm Ma , nanti kalo dengar kabar Mika cerai , langsung kabarin Ray ya Ma ".


" Rayyyyy.....".


Erina tertawa ngakak...melihat telinga kakaknya itu di jewer oleh sang Mama.


*


Sejak Arsha berhasil mencuri ciuman dari Mika , mereka makin dekat , dan tentu saja Arsha makin berani menunjukan cintanya pada Mika.


Kali ini Arsha sedang merayu Mika agar dia bisa tidur sekamar dengan istrinya itu.

__ADS_1


" Ayolah Mika, aku janji gak akan minta itu dulu sebelum kamu sendiri yang mengijinkannya ".


" Gak mau Ka , kamu bilang engga , tapi mana ada kucing di kasih ikan engga nerkam ".


" Aku akui aku pria normal , tapi aku akan berusaha menahannya sekuat tenaga , yaaa kalo peluk sama cium - cium dikit boleh lah...buat pemanasan ".


" Tuh kan , apa aku bilang ".


" Ayolah sayangggg ". Arsha sudah memeluk Mika dari belakang , dan tentu saja sambil dikit - dikit mencium pipi Mika.


" Lepas gak Ka....aku sikut nih !".


" Jangan galak - galak jadi istri , jauh dari surga tau ".


Mika membuang nafasnya pelan , kalo sudah ngomongin dosa , ia takut ...apalagi Bunda Fia sudah banyak menceramahinya untuk berbakti pada suami , jangan sampai durhaka dan dosa besar jika menolak keinginan suaminya.


" Baiklah , kita tidur sekamar , janji ya jangan minta hak kamu dulu, bukannya aku menolak , tapi satu karena belum siap , dua kita masih sekolah Ka , kalo aku hamil gimana ?".


" Kenapa harus takut , aku tanggung jawab lah , kan kamu punya suami sayang ".


" Aku tau, tapi aku juga ingin menikmati masa- masa SMA ini , karena gak mungkin akan terulang lagi , Ka".


" Iya , aku juga gak akan maksa kok...kecuali kepepet...ha..ha..ha..".


Mika mengerucutkan bibirnya.


" Ayo aku bantu buat pindahan !".


" Besok saja , ini sudah malam ".


" Oke pindahin barangnya besok , tapi kamunya pindah sekarang!". Arsha gak mau kalo sampai Mika berubah fikiran.


Menurut lebih baik , karena sudah malam , Mika juga terasa lelah badannya , ia ingin segera beristirahat.


Setelah berganti baju di kamarnya, Mika menuju kamar Arsha yang akan di tempati mereka berdua nantinya . Arsha terus saja mengekori istrinya itu , takut Mika membohonginya.


Sampai di kamar , Arsha langsung membersihkan dirinya , sikat gigi saja sampainya ulang tiga kali , entah biar apa...bahkan ia semprotkan wewangian di tubuhnya....persiapan yang sangat matang , supaya Mika tidak menyesal sudah mau menuruti tidur bersamanya.


Arsha yang tadinya semangat empat lima , mendadak gugup...malam ini perdana ia bersama sang istri tidur sekamar.


" Lama sekali kamu di kamar mandi Ka , apa kamu semedi di dalam sana ".


" Engga lah....kamu merindukanku ya ".


" Sudah malam Ka...jangan kebanyakan gombal ".

__ADS_1


Arsha pun naik ke kasur , dengan pelan menarik Mika dalam pelukannya.


Bersambung...


__ADS_2