
Hari ini Mika berusaha sekali agar tidak berjumpa dengan Rayyan. Ia sampai tidak datang ke kantin, dan hanya menitip pada Kiara dan Melani.
Dua sahabatnya itu sampai terheran - heran , Mika yang biasanya paling terdepan ketika akan ke kantin kini sepertinya terlalu enggan berdiri.
" Ayolah Mika , tumben sekali tidak mau ke kantin?". ajak Kiara.
" Iya , enggak asik kalo enggak ada elo Mik ". Melani ikut menarik tangan Mika.
" Mager banget deh gue hari ini , please ya nitip aja...sekalian salam buat Mas Paijo ya ". Mika terkekeh, sebisa mungkin agar dua orang di depannya ini tidak curiga.
" Oh ayolah , meski elo nitip salam , Mas Paijo tidak mungkin mengratiskan mie ayam pesanan elo Mik ". ucap Kiara ikut terkekeh...begitupun dengan Melani.
" Iya gue tau , takutnya doi nanyain kok gue sampai tidak datang ke kantin , buruan sama , keburu bel lagi ".
" Ingat Kecap sama sambal nya sedang, Saos nya tidak usah ". teriak Mika , padahal tanpa Mika beritahu pun , Melan dan Kia sudah tau selera Mika , untuk saos Mika selalu membawa sendiri dari rumah.
" Ya udah, ayo Ki !". Melani dan Kiara setengah berlari menuju kantin.
Rayyan yang melihat kedatangan Melan dan Kia tersenyum, namun senyum itu pudar ketika tidak melihat sang pujaan bersama mereka.
Dia lalu berdiri mendekat ke Kia yang sedang memesan mie ayam kesukaan Mika. Sedang Melan bertugas memesan minuman.
" Kia ".
" Kak Rayyan , ada apa Kak...apa mau pesan mie ayam juga?".
" Eemmm tidak , Mika mana ?".
" Oh , dia lagi mager katanya , makanya dia cuma nitip jajanan ".
" Apa yang satu itu untuk Mika ,". tanya Rayyan yang melihat ada tiga mangkuk Mie ayam , sedang Kia hanya berdua bersama Melan.
" Iya Kak ".
" Biar gue yang bawa, kalian makan saja di sini ". Rayyan tidak akan menyia - nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan Mika kali ini , mumpung ada alasan membawakan Mika makanannya.
Kia sudah menolaknya , tapi apa daya , Rayyan pandai memainkan kata.
Dengan langkah ringan dan senyum yang terus mengembang Rayyan berjalan ke kelas Mika.
Suasana kelas cukup sepi , hanya ada beberapa teman sekelas Mika , karena selebihnya ada di luar kelas.
__ADS_1
Mika menelungkupkan kepalanya di meja. Rayyan masuk perlahan , duduk dengan menghadap ke Mika , lalu mengusap kepala Mika yang tertutup jilbab.
" Ki...engga usah rese deh...mana mie ayam pesanan gu...". Mika mendongakan kepalanya , mulutnya jadi terkunci ketika yang ada di hadapannya ini adalah Rayyan.
" Kak Ray....Kia nya mana ?".
" Kia nya lagi makan di kantin sama Melani ".
" Ini kak Ray yang bawain kesini ". Rayyan mengangguk.
Tentu saja aksi Rayyan mendapat perhatian dari teman - teman Mika yang ada di kelas.
So sweet..menurut mereka, mereka pun bisik - bisik betapa beruntungnya Mika bisa di dekati oleh Rayyan. Bahkan dari luar ruangan ada yang sampai mengintip ke dalam kelas , ingin tau apa yang di lakukan Rayyan di dalam sana.
Bukannya senang, Mika malah merutuki perbuatan Rayyan yang ia anggap berlebihan.
Kia sialan , gue itu mau menghindar dari kak Rayyan , ini malah dia datang ke kelas gue , cari masalah aja nih anak...kalo si Micin sama Bibir ( Virda ) tau bisa mencak - mencak tuh mereka...bodo ah , gue lapar...
" Terima kasih Kak , gue makan ya , Emm Kak Rayyan tidak kembali ke kelas kakak ?".
" Gue masih mau duduk di sini sebentar, boleh kan ?".
Beberapa saat kemudian , ia merasa tidak nyaman karena pria muda di depannya ini terus memandang ke arahnya.
" Kak Rayyan mau?"
" Boleh ?". Kapan lagi bisa di suapi oleh gadis pujaannya , Dengan segera Rayyan membuka mulutnya...
" Akkkkk ". ucapnya. Dengan ragu Mika memasukkan mie ke dalam mulut Rayyan.
" Kakak enggak jijik , ini bekas gue loh ?".
" Enggak , bekasnya orang cantik mah enggak masalah...justru ini mie ayam terenak yang pernah gue makan ". dan Rayyan membuka mulutnya lagi.
Kia dan Melan yang melihat pemandangan itu dari depan pintu ikut memekik senang , mereka sengaja tidak mendekat, dan membiarkan Mika bersama Rayyan menikmati makanan itu sampai habis.
" Gue minta minumnya juga ya Mika !". Rayyan mengambil minuman yang sudah di minum Mika.
Tiba - tiba Rayyan menyeka noda yang ada di dekat bibir Mika , Mika reflek memundurkan badannya.
" Ada sisa minuman tadi , sory ya kalo gue lancang , gue kembali ke kelas dulu , besok biar gue yang beli makanan buat elo , makan berdua begini terasa lebih nikmat ternyata...makasih buat hari ini Mika ". Rayyan melenggang pergi tanpa menunggu jawaban Mika.
__ADS_1
" Eh...tunggu Kak.....".
" Ck....main pergi aja ". gerutu Mika.
" Cie...cie..cie....romantis banget , bikin iri ...iya kan Mel ?". Kiara menggoda Mika.
" Ho 'oh....mau dong main suap- suapan kayak tadi ...gimana rasanya Mik ?". Melan pun ikut menggoda sahabatnya.
" Gara - gara kalian nih , gue pasti kena masalah ".
" Kenapa , elo takut ?? kan bukan elo yang menggoda Kak Ray , justru dia nya sendiri yang dengan senang hati mendatangi elo Mika ".
" Elo selangkah lebih maju dari si Micin dan si Bibir , gue dukung kalian jadian ". Melan sangat antusias.
" Auh ah gelap ...siapa yang mau pacaran coba ".
Drama itu berakhir , ketika ada guru masuk.
Berita tentang Rayyan yang di suapi oleh Mika langsung jadi trending topik di sekolah. bahkan ada yang sampai mengabadikannya dalam HP.
Tentu saja Cintya dan Virda tak terima akan hal itu. Mana bisa mereka di kalahkan oleh gadis dari kalangan rendah yang tidak selevel dengan mereka.
" Tidak bisa di biarkan nih....". ucap Cintya mengepalkan tangannya...apalagi yang menceritakan kejadian itu menambah- nambahi bumbu hingga Cintya makin kesal dan benci dengan Mika.
Mika sendiri badannya terasa lemas , ia berjalan dengan gontai, ia tau resikonya dengan kejadian tadi ....ia bukannya takut , tapi lebih ke malas menghadapi orang yang mempermasalahkan hal yang tidak begitu penting.
Kiara dan Melani merangkul Mika dari sisi kanan dan kiri, " Enggak usah di pikirin Mik , kita bakal bantu kalo ada yang berani ganggu elo ". Kiara memang selalu percaya diri , apalagi karena ia memiliki ilmu bela diri.
" Jangan main kekerasan Ki , anak orang bisa patah tulang nanti ".
" Hahaha tenang aja Mik , gue cuma gunain 50 persen saja tenaga gue nya ".
" Di bilangin juga ".
Sampai di pos satpam..." Neng Mika , besok boleh di tambah jumlahnya gak bekelnya , cuma nambah satu kok , ada temen bapak yang kepingin , maaf ya Neng kalo bapak ngelunjak ". Pak Deden takut Mika marah.
" Oh gitu , baik Pak...buat bapak apa sih yang enggak ". jawab Mika tulus tanpa beban.
" Terima kasih neng , neng Mika memang bidadari tak bersayap ....hati - hati di jalan neng ". teriak Pak Deden , karena Mika sudah berjalan menjauh dari nya.
Mika hanya hanya menengok sebentar , kemudian mengangkat jempol nya , dan dengan senyum indahnya.
__ADS_1