
Vero cukup terkejut ketika melihat biodata tentang Arshaka....ia memang sengaja mencarinya di sosmed , dan ternyata Arshaka memang cukup terkenal.
" Hebat juga dia , tapi aku juga gak kalah hebat , aku penerus satu - satunya perusahaan Papi ".Vero membanggakan warisan dari orang tuanya yang akan ia dapatkan nanti.
" Masih kalah lah kekayaannya dengan ku , masa iya Mika nolak pesona pria tajir seperti diriku...bukannya para wanita itu suka uang kan ".
Vero terus saja membenarkan pikirannya yang salah. Tanpa ia tau , kekayaan keluarga Mika melebihi milik Arshaka dan juga dirinya.
" Apa yang harus aku lakukan , haruskah aku mendekati anaknya , tapi aku tidak suka anak kecil , bikin repot saja ".
Sementara Vero sedang menyusun rencana untuk mendapatkan Mika , di tempat lain ... Arshaka sedang menyusun rencana untuk membuat Mika kembali hamil anaknya.
Sebagai pria tentu ia tahu arti tatapan dan sikap Vero terhadap istrinya...dan ia sangat tidak suka miliknya dilirik pria lain .
Karena itu Arshaka sengaja mengurung Mika di kamar untuk memberinya hukuman. Aziel sendiri sengaja ia titipkan di rumah Bunda Fia.
" Mas...sudah ya , aku lelah ". panggilan Mika ke Arshaka berubah sejak ia memiliki anak.
" Belum , aku masih kesal padamu...".
" Ap......Arshakaaaaaaaa.....akhhhhhhhh". protes Mika tertahan , karena dengan tiba - tiba Arshaka kembali memasukkan si otong tanpa aba - aba.
" Iiihhh, pelan- pelan apa Ka ...".
" Mas sayang, panggil Mas...kenapa ?? sakit ?? engga kan....malah enak , sensasi baru Yang ". Arshaka terkekeh, ia masih mendiamkan miliknya yang baru saja nyelonong masuk tanpa permisi.
Mika memalingkan mukanya, ia malu mengakuinya.
" Habisnya kamu yang kesal kenapa aku yang selalu kamu hukum ".
" Siapa suruh teman lelaki mu itu memandang mesyum pada istriku, aku tidak suka Yang ".
" Salahkan saja dia , seharusnya kamu hukum dia bukan aku ". balas Mika , memang selalu begitu, jika cemburu Arshaka akan mengurung istrinya sampai puas , paling tidak sampai rasa kesalnya hilang.
" Aku ini normal sayang...masa suruh main pedang - pedangan, geli atuh neng....kamu juga kan gak mau aku melampiaskannya ke wanita lain , iya kan ?".
__ADS_1
" Coba saja kalo berani , aku pangkas habis si otong " .
" Kamu yang akan menyesal kalo si otong kamu habisin Yang , nanti engga ada yang bikin kamu berteriak aahhkk aahhkk lagi ". Muka Mika kembali bersemu merah.
" Jika kamu cemburu selalu aku yang kena hukuman , lalu bagaimana tuh kalo ada wanita yang deketin kamu Mas ?.".
" Kamu juga boleh hukum aku sayang , mengurungku di kamar sampai kamu puas ".
" Sama saja , tetap saja si otong yang selalu di untungkan ". Arshaka tergelak.
" Protesnya di sambung nanti ya , aku mau lanjutin ini dulu......". Arshaka pun melanjutkan ritualnya , sampai mereka berdua mencapai puncak bersama untuk kesekian kalinya.
" Semoga cepat isi lagi ya , aku kepingin anak perempuan ". Arshaka mencium perut rata Mika ".
" Sebentar lagi kuliah kamu selesai , tak masalah kan kalo hamil lagi ". Arshaka berharap Mika tak menolak keinginannya
Mika hanya mengangguk , ia terlalu lelah untuk menjawab ucapan Arshaka.
" Terima kasih sayang....i love you Mikayla ". Arshaka menarik Mika ke dalam pelukannya , mereka pun tertidur lelap.
Hari ini Mika mengajak berbelanja Aziel, putranya itu asik memilih apa saja yang ia sukai.
" Ziel , itu kebanyakan sayang, sudah cukup ya !".
" Belum lagi Mom , Ziel mau bagi - bagi sama anak - anak yang di lampu merah itu ". ucap Aziel , membuat hati Mika seoerti baru tersiram air es....mak nyesss...
" Baiknya anak Mommy , kalo begitu ambilah lagi ".
Diperintah seperti itu , Aziel makin kalap mengambil makanan dan juga susu kemasan.
Brukkk..." Maaf grand Ma , Aziel gak sengaja ". saking semangatnya , Aziel sampai menyenggol orang yang sedang membawa troli di belakangnya.
" Nenek tidak apa - apa kok sayang , kamu sendiri ada yang sakit tidak ?". seorang ibu paruh baya mengelus puncak kepala Aziel.
Aziel menggelengkan kepalanya, " No grand Ma , Aziel kan cowok , kata Daddy harus kuat gak boleh cengeng biar bisa jagain Mommy ".
__ADS_1
" Anak pintar , kamu sama siapa kesini ?".
" Sama Mommy , tuh !". tunjuk Aziel.
" Mommm.....!". teriaknya memanggil Mika.
" Ada apa sayang , kamu buat masalah ya , maafkan anak sa.....tante Indah ". Mika langsung mencium tangan Mama Indah.
" Mika ya , makin cantik saja sayang , gimana kabar kamu ?".
" Alhamdulilah tante , saya sekeluarga sehat, tante sendiri bagaimana ?".
" Alhamdulilah tante juga sehat , ini siapa Mika ?".
" Ini anak aku tante , Aziel perkenalkan diri kamu pada Grand Ma !.
" Aku Aziel Grand Ma , anak Mommy Mika dan Daddy Aka ". Aziel ikut menyalami dan mencium tangan Mama Indah.
" Anak mu manis sekali Mika , coba kalo dulu kamu jadi menikah dengan Ray , tante pasti akan sangat senang punya mantu seperti kamu , mainlah ke rumah tante Mika...ajak juga Aziel !".
Mika salah tingkah ketika di ingatkan kembali tentang Rayyan....karena memang pria itu pernah singgah di hatinya.
" Mungkin belum jodoh tante , insyaallah aku akan main ke rumah tante , boleh ajak suami aku juga kan tante ?" canda Mika.
" Boleh dong , tante juga penasaran sama suami kamu , waktu itu tante engga sempat datang ke pesta pernikahan kamu , karena kami sekeluarga mengunjungi Ray , gara- gara patah hati ditinggal nikah sama kamu , Ray sampai tidak mau pulang ke sini ".
Mika jadi bingung mau berkata apa lagi .Ia juga merasa bersalah meskipun semua itu bukanlah kesalahannya. Mika hanya menampakkan senyum canggungnya.
" Mika temenin tante minum di cafe bawah yuk !".
Mika tak kuasa menolak ," Bagaimana Ziel , grand Ma mengajak kita minum di cafe , apa kamu mau ". Mika berharap Ziel menolak ajakan Tante Indah.
" Ziel tak masalah Mom , ayo grand ma ....Ziel juga lapar , boleh sekalian pesen makanan ya, nanti biar Daddy Ziel yang bayar ". Aziel berjalan terlebih dahulu, membuat Mika dan Mama Indah tertawa kecil , mendengar jawaban Aziel yang sok tua.
Bersambung...
__ADS_1