
Mika tentu saja kaget , melihat Rayyan yang ada di rumah nya....gimana ini, batin Mika.
Beberapa saat kemudian , Mika sudah menguasai dirinya. " Kak Ray, kok bisa sampai di sini ?".
" Gak sengaja Mik , gue tadi cuma ngantar adek gue si Erin ". Erin memutar matanya, bisa - bisa nya dia yang di jadikan kambing hitam.
" Eh iya kak ".
" Oh , kamu Erina ya , teman nya Iyan ?". Erina mengangguk.
" Erin...kamu mencari ku ?". tanya Iyan yang muncul tiba - tiba.
Aduhhhhh...ngomong apa nih sama Iyan....Erina tiba - tiba kepalanya mendadak pusing.
Mata Erina melihat kode dari Kakaknya, ia tau kakak nya itu ingin di tinggal berduaan.
" Yan , ikut aku sebentar yuk, ada yang mau aku omongin..di taman depan aja yuk !".
" Dingin Erin , di sini saja ". tolak Iyan.
Nih orang engga mau di ajak kerja sama ...kak Ray bikin susah saja , dia seneng , aku yang engap, awas saja nanti aku minta bonus nya di tambahin...
" Ikut aku , gak usah banyak protes apa Yan !". dengan cepat Erina menyeret tangan Iyan untuk meninggalkan dua orang itu.
good job my sister....Rayyan senang , adek nya itu cepat mengerti apa yang ia inginkan.
Setelah Erina dan Iyan pergi mereka berdua sama - sama terdiam. Ray juga bingung mau ngomong apa ...apalagi Mika , dia seperti ketangkap basah kayak gini , padahal ia tidak sedang membuat kesalahan.
" Jadi.....". ucap mereka bersamaan.
" Elo dulu !".
" Kak Ray dulu !". lagi- lagi mereka berucap bersamaan.
Ha ha ha ha.. mereka akhirnya tertawa.
" Kita lucu ya Kak?".
" Iya , jadi rumah elo di sini Mika ?". tanya Rayyan, kali ini ia harus menuntaskan rasa penasarannya pada Mika.
" Bisa di katakan iya ".
" Loh kok ?".
" Kan ini rumah Bunda sama Ayah , gue hanya numpang kak ".
" Bisa aja lo Mik , terus yang waktu itu gue ngantar kamu pulang sekolah rumah siapa dong ?".
" Itu Daddy yang beli , jadi posisi gue masih numpang juga di sana ". Mika tergelak.
Tadi bilang Bunda sama Ayah ,sekarang Daddy....siapa lagi itu ...bodo amatan lah , yang penting gue sudah tau rumah Mika yang sebenarnya, jadi gak bingung lagi kalo mau ngapel..he...he...
" Loh ada tamu to , kok gak di kasih minum sih Sayang ". Fia muncul ke ruang tamu setelah di beri tau Zafran ada tamu anaknya.
__ADS_1
" Lupa Bunda ".
" Tante ". Rayyan langsung berdiri dan mencium tangan Fia , sebagai calon menantu yang baik, dia harus menunjukkan kesopanannya....
Bang Rayyan ngarep banget di jadikan menantu rupanya ...
Pantes aja Mika cantik, la Bunda nya aja cakep kayak gini , berasa seperti kakak adek sih....gumam Rayyan .
" Teman Mika ?".
" Iya Tante , tadi saya cuma nganter Erin , eh malah ketemu Mika di sini ". jelas Rayyan .
" Erin , teman Iyan ?". tanya Fia lagi
" Iya Tan , Erin adik saya ".
" Ohh, ya udah lanjutkan , Bunda minta tolong Mbak Uti aja buat bikinin minum buat kalian, Erin sama Iyan nya kemana ? ".
" Ada di depan Bun ".
" Bunda lihat mereka dulu ya ". Fia mencari keberadaan putra nya.
" Kak Ray , gue mohon jangan kasih tau teman - teman ya tentang keadaan gue sebenarnya ".
" Kenapa Mik , biasanya orang akan bangga kala ia berasal dari keluarga orang kaya ".
" Buat apa di banggakan , itu harta orang tua kita Kak, sedang gue sendiri gak punya apa - apa , semua milik mereka , lalu apa yang mau di banggakan, gue cuma mau dapat teman yang tulus tanpa memandang harta kak Ray ,itu saja gak ada tujuan lain ".
" Oke , gue jamin rahasia elo aman , tapi ada syaratnya ". Rayyan menyeringai, otak nya berfikir cepat , ini kesempatan buat dapetin Mika , ya meski caranya agak memaksa sih .
" Engga lah , syaratnya mudah kok , cukup jadi pacar gue aja , gimana ?".
" Gak bisa Kak , gue gak boleh pacaran sama Bunda, dan juga gue gak mau pusing dengan permasalahan orang pacaran....harus ketemuan lah , harus minta ijin lah , memberi kabar setiap saat...pokoknya gak mau ".
" Terus gimana dong , TTM boleh kali ya ".
" Kita berteman aja ya kak ?".
Di iya in aja dulu deh , urusan yang lain belakangan....
" Baiklah kalo itu mau elo , tapi kalo gue main ke sini boleh ya ?".
" Tentu saja boleh , tapi gak boleh ajak teman kak Ray ya !".
" Jadi bolehnya sendirian ya , biar kita bisa berduaan ?". Rayyan mengedipkan sebelah matanya.
" Bukan itu, kalo Kak Ray ajak temen kakak , rahasia gue kebongkar dong , masak gitu aja gak tau , ajak saja Erina , gampang kan ".
" Iya deh ".
Sementara di luar ...setelah Bunda Fia pergi dari sana...
" Kamu itu mau ngomong apa sih Er , dari tadi ngomongnya itu... ini ..terus diam , kayak orang bingung aja ". tanya Iyan.
__ADS_1
Ya aku memang bingung Yan , bingung mau ngomong apa....
Erina kembali menggaruk kepalanya yang tak gatal. " Gak tau Yan , aku lupa tadi mau ngomong apa , aku kesini cuma ngantar kak Ray aja kok , dari pada aku jadi obat nyamuk di dalam , jadi aku ajak kamu kesini ".
" Ya Sekarang kita malahan jadi makanan nyamuk di sini ". ucap Iyan.
" Sudahlah , jangan pelit , donor darah sekali - kali...".
" Donor darah , enak banget kalo ngomong , kalo donornya sama nyamuk aku gak ikhlas lah ".
" Gak usah di bahas , oh ya aku mau nanya, kan banyak tuh cewek yang ngejar kamu bahkan mereka sering pada ngasih hadiah , dari semua cewek itu apa ada yang menarik hati kamu Yan?".
" Gak ada ".
" Seriusan?". Erina gak percaya .
" Masih kecil Erin , gak usah mikirin cinta - cinta an , belum waktunya ".
Erina mencebikan bibirnya..." Kan cuma nanya Yan , jangan marah ya !".
" Aku gak marah Erin , apalagi sama kamu ".
" Dih , bisa gombal juga kamu ".
" Latihan Er , kayaknya berhasil deh , tuh muka kamu jadi merah ". tunjuk Iyan dengan dagunya.
Spontan Erina menyentuh mukanya , dia baru sadar kalo Iyan lagi - lagi mengerjai dirinya.
" Sialan....". Bugh.....Erina memukul lengan Iyan.
" Hahaha...kamu lucu kalo lagi malu - malu meong gitu Er , gak kelihatan bar - bar nya ".
" Gak lucu Iyan ".
" Lah siapa yang melawak ". Sejenak Erina terpaku melihat Iyan yang tertawa lepas , sangat berbeda ketika ia di sekolah , gaya nya cool dan memasang muka datar tanpa senyuman.
Ganteng juga si Iyan....
Si Erina baru sadar kalo Iyan mempunyai wajah yang tampan.
Sedang menikmati tawa lepas Iyan yang bahagia berhasil menggodanya, dang kakak keluar mengajaknya untuk pulang .
" Kita pulang Er, urusan kakak sudah selesai ".
" Aku mau pamitan sama Tante Fia dulu kak Ray ".
" Gak usah, tadi sudah aku pamitkan sekalian , buru kakak tinggal nih !".
" Ck , tak tau terima kasih , kacang lupa kulitnya , air susu di balas dengan air tuba....menyebalkan.". gerutu Erina , sambil menendangkan kakinya ke udara.
" Aku pulang Yan , makasih buat jamuannya ,tidur yang nyenyak ya , gak usah mimpi in aku ...dahhh ".
" Ya hati - hati ". Iyan masih terkikik geli mendengar gerutuan Erina yang menyebutkan banyak peribahasa.
__ADS_1
Iyan menyukai pribadi Erina yang apa adanya , tak jaim sedikitpun meski di depan teman laki - lakinya...dan satu lagi nilai plus nya , Erina termasuk gadis pintar , ia tidak ikut - ikutan dengan cewek - cewek yang suka mengejarnya.
Bersambung.....