Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
41. Bab 41


__ADS_3

Ray kalang kabut setelah mendapat chat dari sang Mama , jika dia sedang bersama dengan Mika saat ini ...bahkan Mamanya itu juga mengirimkan foto seseorang yang masih bertahta di hatinya sampai saat ini.


Ini kesempatan yang tidak akan ia sia - siakan , sudah lama ia ingin menemui Mika , tapi tidak punya alasan yang tepat.


Kali ini ia akan berpura- pura menjemput Mamanya , agar pertemuannya dengan Mika terkesan tak di sengaja .


" Ma....Mama di sini rupanya , aku pusing mencari Mama dari tadi, apa sudah belanjanya ". ucap Ray mendekat ke meja di mana Mama Indah tengah asik makan dan berbicara dengan seorang wanita yang hanya terlihat punggungnya.


Wanita itu menengok ke arahnya , senyum manis itu tersungging di bibirnya. " Kak Ray.....apa kabar ?".


" Mi..Kaaa...baik , kabar aku baik , eh sebenarnya agak kurang baik sih ". jawab Ray jadi canggung , apalagi jantungnya berdetak sangat cepat, Ray tak menyangka berdekatan dengan Mika saat ini membuat hatinya kembali berdebar.


Cintanya pada Mika tak berkurang sedikitpun, apalagi sekarang melihat Mika yang makin tambah dewasa , aura nya makin terlihat wow di mata Ray.


Ray tau ia salah , selama ini masih menyimpan rasa pada istri orang lain , tapi apa ia salah jika ia berharab keajaiban terjadi ...Mika bisa ia miliki meski sudah bekas orang lain.


" Duduk Ray , jangan berdiri saja , maafin Mama yang tidak memberi kabar padamu kalo Mama bertemu Mika dan memutuskan mampir di sini , kamu pasti cari - cari Mama ya tadi ". pinter sekali Mama Indah bersandiwara , hingga Mika yakin pertemuannya dengan Ray murni kebetulan saja.


" Iya , Mama kebiasaan suka ngilang gitu aja , aku nanti yang disalahin sama Papa kalo Mama gak aku bawa pulang ". gerutu Ray....menutupi kegugupannya.


" Bagi ya Ma , haus keliling- keliling cari Mama tadi ". Ray mengambil minuman Mama Indah , dan menghabiskannya langsung.


Mata Ray kemudian menelisik ke arah pria kecil di samping Mika yang tengah asik makan.


" Ini siapa ?".


" Aku Aziel , Om....anak Mommy Mika , Om siapa ?". balas Aziel , ia memang mudah akrab dengan siapa saja.


" Nama Om ..Ray , aku teman Mommy kamu ". Aziel mengangguk- angguk.


" Tuh Ray , Mika sudah punya anak yang lucu, kapan kamu akan memberi Mama cucu seperti Aziel ".


" Maaa , Mama kan tau, aku belum menikah , bagaimana bisa aku memberi Mama cucu ". desah Ray.


" Makanya cepat menikah !".


" Calon mantu Mama sudah menikah dengan orang lain ". jawab Ray , Mika tau yang dimaksud Ray adalah dirinya...karena Ray melirik ke arah Mika saat mengucapkan itu.


" Ck...masih belum move on juga ternyata , Mika kasih tau sama Ray kalo kamu sudah bahagia dengan keluarga kecil kamu , biar nih anak sadar ".


Mika bingung harus bagaimana..." Emmm Kak Ray , apa belum ada gadis yang kakak sukai ?".


Ray menggelengkan kepalanya, " Masih kamu yang mengisi hatiku Mika ". ucap Ray sendu...matanya memandang lekat Mika.


Mika membuang nafasnya pelan , rupanya Ray belum mau melepaskan perasaan cintanya pada Mika.

__ADS_1


" Kak , jangan seperti ini ,mau sampai kapan....lihat ! ,aku sudah bahagia , apalagi ada Aziel buah hati kami , Kak Ray juga harus bahagia ".


" Bagaimana caranya Mika , beritahu aku ".


" Lupakan aku Kak , carilah gadis yang mencintai kamu sengan tulus , aku yakin lambat laun cinta akan tumbuh di hati kak Ray ".


" Susah Mika , Aku masih mencitaimu , apa aku boleh berharap mendapatkan jandamu ".


" Iiihh Kak Ray , doanya jelek amat , masa doain aku cerai sih...cari aja yang masih perawan Kak ".


" Aku gak masalah meski kamu janda , aku jadi gak susah- susah buat bobol gawang kamu ". masih sempatnya Ray bercanda.


" Rayyyyy....mulutnya mbok di saring , ada anak kecil tuh ". Mama Indah sampai memukul Ray.


Mika jadi terkikik geli , kenapa Ray berubah alay seperti ini .


" Kan memang benar kan Ma , apa yang aku bilang tadi , habisnya susah mau cari yang seperti Mika ".


" Jangan cari yang seperti aku Kak , tentu saja gak akan dapat, aku tuh limited edition ".


" Tuh kamu tau ".


" Ya karena kak Ray tidak mau membuka hati untuk wanita lain ". kesal Mika.


Mika tau , Ray menyesali kesalahannya dulu hingga ia sampai kehilangan cinta Mika.


" Itu semuanya sudah takdir Kak , mau sekuat apapun kalo kita engga berjodoh ya akan tetap berpisah ".


" Kak , carilah kebahagian kakak , bukan semata buat kakak sendiri , tapi buat tante Indah juga , memberi kebahagian untuk orang tua, akan membuat hidup Kak Ray akan lebih terasa sempurna ".


" Aku akan mencobanya Mika , terima kasih masih mau berbicara padaku , maafkan aku yang dulu pernah mengacuhkanmu ".


Mama Indah lega , tak sia - sia ia mempertemukan Ray dengan Mika saat ini.


" Aku sudah melupakannya Kak , kita harus melangkah maju , yang lalu biarlah jadi pelajaran buat kita ".


Mereka pun sama - sama berdiri dan berjalan bersama keluar mal , Ray sendiri begitu senang ketika Aziel mau ia gandeng , ia merasa jadi Ayah dan suami Mika saat ini.


Ray pun tak lupa mengabadikan kebersamaannya dengan Aziel , ini akan ia jadikan kenangan paling indah dalam hidupnya , setidaknya hatinya mulai ikhlas melepas Mika.


" Terima kasih Mika , sudah memberi pencerahan pada anak tante ". bisik Mama Indah.


" Sama - sama Tante ".


Sampai di mobil Mika , Ray baru melepas genggamannya.

__ADS_1


" Ziel ada rencana mau ganti Daddy engga , om Ray mau loh jadi Daddy Aziel juga ". celetuk Ray.


" Om Ray mau jadi Daddy Ziel juga ? gimana Mom boleh engga ?".Mika melotot ke arah Ray.


" Gak bisa sayang , Daddy nya Ziel satu aja ya , cukup Daddy Aka saja ".


" Maaf Om , gak bisa kata Mommy , jadi Papa Ziel aja ya , kalo Daddy sudah ada soalnya ".


Mika menepuk dahinya ...apa bedanya Daddy dan Papa.


" Oke gak masalah , mulai sekarang panggil Om , Papa Ray....oke Boy ".


" Siap Om..eh Papa Ray ". ucap Aziel dengan ekspresi lucu.


Mika pikir nanti saja menjelaskannya pada Aziel. Ia harus cepat pulang , suaminya itu pencemburu berat...Arshaka pasti akan mengorek informasi dari putranya.


" Baru pulang sayang, tumben lama sekali ?". tanya Arshaka , ia menyambut kedatangan istri dan anaknya.


Cup...ciuman mendarat di kening Mika.


" Iya Mas , tadi ketemu sama Mama Indah , lalu kami mampir buat makan , karena anak kamu merengek lapar ".


" Mama Indah ?? Mama Indah siapa sayang?".


" Mas engga kenal , percuma kalo aku jelasin ".


" Kamu kok manggiĺnya Mama...kayak udah akrab saja ".


Mika munutup mulutnya ....keceplosan...


" Maksud aku tante Indah...". Mika berlalu ke kamar mandi agar tidak di tanya terus oleh suaminya.


" Sayanggg..".


" Aziel...tadi ketemu sama siapa saja Ziel ?".


" Emmmm....tadi ya , ada grand Ma , ada juga Om...eh Papa Ray ". jujur Aziel.


Papa Ray....siapa yang di panggil Aziel Papa , apa Mika punya suami lain , tapi engga mungkin...


" Papa Ray orangnya seperti apa Ziel ?".


" Seperti Daddy , tampan dan tinggi juga , Papa Ray bilang dia mau jadi Daddy Aziel , tapi Aziel kan sudah punya Daddy Aka , terus jadinya panggil Papa aja...kan Aziel belum punya Papa ".


Arshaka terbengong dengan jawaban putranya....

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2