
Syuuunggg
Syuuunggg syuuunggg
"Keti!" seru Ali tersadar kalau dirinya kembali tersedot masuk dalam vakum labirin.
"Meooong!!!"
Keti melesat, melompat masuk dan berhasil.
Kini mereka berdua berputar dalam lingkaran lubang besar bak galaksi. System Galaksi Kehidupan.
Wusss...
Berapa terkejutnya Ali. Seperti cerita yang diulang lagi.
Adegan ketika dirinya bersembunyi di balik pohon besar, di halaman rumah Laila Purnama.
Laila dan Papanya sedang bertengkar hebat. Keduanya saling mengungkapkan alasan dan berusaha membuat lawan bicara menerima kekalahannya.
Cerita ini seolah adegan yang diulang.
Dan Ali kembali melihat dirinya yang bersembunyi di balik batang pohon besar sambil mendekap tubuh Keti yang berupa kucing hitam.
Terlihat Laila menangis dan Papanya hanya bisa mengusap bahunya lembut seraya membujuk agar putri tunggalnya itu ikut masuk ke dalam rumah. Kembali berdiskusi dengan keluarganya yang lain termasuk Mama dan dua kakak laki-lakinya yang masih ada di dalam sana.
Laila menolak. Ia hanya berkata ingin tetap berada di luar. Work out karena pembicaraan diantara mereka sudah tidak sehat lagi. Begitu katanya.
Begitu jelas dan masih Ali ingat dialog mereka.
Papanya Laila Purnama masuk ke dalam rumah, Ali kembali baru berani keluar dari persembunyiannya dan langsung menghampiri Laila yang berjongkok dengan wajah ditutup dua telapak tangan sambil terisak menangis.
"Aliii... Ali!!!"
Ali kembali merasakan adegan ketika tubuh Laila yang kecil tapi padat berisi melompat dan memeluknya hingga Keti yang berada dalam pelukan Ali meloncat turun seperti tadi.
Baru saja Ali mengusap-usap lembut punggung Laila Purnama, namun tiba-tiba ternyata...
"Ali? Laila???"
Firman memekik keras membuat Ali dan Laila yang sedang berpelukan tersentak kaget.
Ternyata cerita berubah!
Kali ini rupanya Firman datang dan,
"Tidak seperti yang kamu lihat, Firman!" seru Laila seolah khawatir dengan pemikiran Firman.
Apakah disaat ini mereka sudah menjalin hubungan pacaran dan Firman sedang cemburu karena Aku memeluk Laila?
Darah Ali berdesir. Jantungnya berdegup kencang.
Laila mencoba memberikan pengertian pada Firman.
"Sejak dahulu Aku selalu curiga pada kalian! Bahkan sepertinya ada sesuatu diantara kalian berdua! Apalagi setelah kau jadi dekat dengan si Anton tengil itu!"
Ali terkesiap.
Ia mulai faham pada keadaan yang kini menjebaknya.
Firman kembali membalikkan tubuhnya dan Laila mengejarnya.
"Jangan salah faham! Jangan menuduh hal yang bukan-bukan sebelum kamu tahu kenyataannya!" jerit Laila dengan suara lantang.
"Kalian ingin membokongku dari belakang? Silahkan! Lakukan saja jika itu adalah sesuatu yang menyenangkan bagi kalian!"
"Firman! Dengar kata Laila. Diantara kita tidak ada hubungan apa-apa. Kamu hanya salah faham saja, Fir!"
__ADS_1
"Diam kau! Tak perlu kau merasa seperti orang yang benar! Aku tidak pernah berfikir kalau kau akan sejahat itu padaku!"
"Firman!"
Firman berjalan dengan cepat dan Laila mengejarnya.
Firman masuk ke dalam sebuah mobil Avanza. Dan Laila ikutan masuk lewat pintu yang lain. Ali terkesiap. Teringat pada sesuatu cerita Keti, istrinya yang hamil enam bulan di kehidupannya mendatang.
"Firman sudah meninggal dunia lima tahun yang lalu."
"Kak Laila dan Firman kan adalah sepasang kekasih. Mereka mengalami kecelakaan lalu lintas. Kak Firman tewas ditempat. Dan Kak Laila mendapatkan donor darah dari Kak Anton dan beberapa anggota keluarga Anton yang memiliki golongan darah yang sama dengan Kak Laila."
Sontak bola mata Ali membulat.
"Tunggu! Tunggu!! Tunggu dulu!!!"
Ali panik.
Ia sangat cemas jika inilah saatnya Firman dan Laila mengalami kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa Firman.
Jadi, jadi si Firman mati karena kecelakaan yang disebabkan pertengkaran hebat sepasang kekasih yang dilanda cemburu buta? Dan akulah penyebab utama kematian Firman???
Ali semakin panik ketika mobil yang disetir Firman bergerak jalan.
"Tunggu!!! Tungguuuu!!!" teriaknya seraya berlari sekencang mungkin, mengejar mobil agar tidak melaju kencang.
"Meooong!!! Meooong!!!"
Keti tak kalah kencang berlari mengejar mobil Firman dan lari Ali Akbar.
"Meooong!!! Miaaawwww!!!"
(Crakk)
Cekiiiit...
"Keti? Keti?!?... Ketiiii!!!"
Teriakan panjang Ali yang keras bagai lolongan anjing membuat Firman dan Laila tertegun berpandangan.
Keti, yang berwujud kucing hitam terkulai lemas dengan isi perut terburai menakutkan.
"Keti! Keti!!! Keti!!! Kumohon, please ya Allah ya Tuhanku! Jangan ambil Keti! Jangan!!! Jangaaaan!!! Hik hiks hiks..."
Firman keluar dari mobil disusul Laila.
"Ali..."
Ali tak pedulikan Firman dan Laila yang termangu bingung dengan sikap Ali Akbar sahabat mereka yang berteriak histeris sambil memeluk seekor kucing hitam yang berlumuran darah.
"Ali, maafkan kami..."
"Keti, Keti please Keti! Kumohon, Keti, jangan mati!!! Jangan mati!!! Huaaaa... jangan mati ya Tuhanku!!! Jangan ambil Keti-kuuu!!!"
Bagaikan orang yang kurang waras, Ali menangis histeris. Menangisi seekor kucing Hitam yang dimata Firman dan Laila adalah kucing liar yang kebetulan melintas saja.
"Aku, Aku akan ganti dengan kucing yang lain, Ali. Kita cari kucing anggora yang lebih bagus daripada kucing hitam ini."
Ali melotot ke arah Firman yang terkejut dan pucat pias.
"Mulai hari ini, pertemanan kita cukup sampai di sini! Aku, tidak akan lagi mengenalmu! Tidak ada sahabat sejati. Tidak ada apapun yang tersisa dari pertemanan kita yang lalu-lalu! Laila..., maaf! Aku tidak akan pernah menyambangi kalian lagi!"
Jeleggerrr... Byuurrr
Petir menggelegar seiring dengan turunnya hujan yang sangat deras mengiringi kesedihan hati Ali yang ditinggal mati Keti.
Ali membuka kaos yang dipakainya.
__ADS_1
Ia membungkus tubuh Keti yang mulai dingin dan kaku perlahan seiring nyawanya yang telah melayang karena kecerobohan Firman mengendarai mobil Bossnya. Firman memang bekerja sebagai supir pribadi seorang pengusaha kaya raya.
Ali memangku Keti berselimutkan kaosnya yang berwarna putih berubah menjadi merah karena darah.
Tangisnya pecah, hatinya hancur, jiwanya terluka.
Nyaris sama seperti setengah tahun yang lalu, ketika dirinya dihina dan menghajar wajah Anton hingga babak belur di distro tempat Ali bekerja.
Ali berjalan ditengah derasnya hujan. Menangis tanpa suara dengan air mata yang berlinang.
Bedanya saat ini Ia sambil membawa tubuh Keti yang terbujur kaku dipelukannya.
Ali menangis dalam diam hingga tiba-tiba system Galaksi Kehidupan kembali menariknya dari situasi ini.
Syuuunggg syuuunggg syuuunggg
Ali terkesima. Kini Ia berada di depan gerbang sekolah dasarnya.
Seperti de javu. Seperti dirinya pernah mengalami situasi ini.
Ada apa ini? Bukankah seharusnya Aku kembali pulang pada kehidupanku yang sebenarnya? Harusnya Aku kembali ke desa Kandut dimana rumah warisan Eyang Toro adalah tempat terakhir setelah menjalani kehidupan dan mengubah takdir dengan system Galaksi? Apa... system ini rusak? Apakah mesin perjalanan waktunya error?
Ali termenung sampai seseorang datang dan menarik paksa dirinya untuk masuk ke dalam ruangan. Tempat reuni Sekolah Dasarnya diadakan.
Anton, menggandeng tangannya dan tersenyum lebar pada beberapa orang teman mereka yang adalah golongan kelas atas.
"Sini, duduk!"
Ali menoleh pada meja sebelah. Tampak Firman dan Laila sudah datang juga. Namun mereka seolah tak pedulikan kedatangan sahabat karib mereka yang tergabung dalam persahabatan Tiga Serangkai.
Ali lalu melepaskan pegangan tangan Anton.
"Aku mau kesana, Ton!"
"Hei! Bukannya Lo lagi kesel sama mereka karena memproklamirkan hubungan percintaan tanpa konfirmasi dulu sama Lo, sahabat mereka?"
Ali terkesiap.
Tiba-tiba emosinya melemah.
"Ini tahun berapa?" tanya Ali yang langsung dijawab Anton.
"Tahun 2022. Kenapa?"
Hm. Jadi ini tahun dimana untuk pertama kalinya dulu gue ikutan reuni SD dan ternyata di saat ini kah mereka menjadi sepasang kekasih? Padahal waktu itu, hubungan Firman dan Laila masih sama kayak gue. Bahkan kita bertiga masih sering ngumpul di rumah pohon! Ternyata, banyak yang berubah!
Ali mendatangi Firman dan Laila.
"Hai..."
Keduanya saling berpandangan. Dan menyebutkan namanya berbarengan.
"Ali..."
"Kenapa Lo kesini? Bukannya Lo lebih nyaman temenan sama brother Lo yang kokay itu?"
Ali terhenyak. Firman seperti sedang menyindirnya.
Apakah ini kecemburuan persahabatan? Benarkah Firman cemburu karena gue jadi akrab sama si tengil Anton Darmawan? Jika benar seperti itu, sepertinya ini ada kesalahpahaman yang mengguncang persahabatan kita bertiga sampai akhirnya Firman dan Laila memutuskan untuk menjalin hubungan percintaan?
Ali termangu memikirkan waktu yang sedang terjadi saat ini.
Kejadian Firman menabrak Keti barusan adalah kejadian tiga tahun kemudian setelah kejadian reuni. Dan kejadian meninggalnya Keti kemungkinan terjadi tahun 2025.
Ali harus merubah kembali nasib serta takdirnya agar Keti masih tetap hidup, begitu pula Firman.
Setidaknya persahabatannya dengan Anton tidak akan menjadi masalah lain bagi kehidupan Ali kedepannya nanti.
__ADS_1
BERSAMBUNG