MISTERI CERMIN AJAIB

MISTERI CERMIN AJAIB
EPISODE KEENAM PULUH EMPAT


__ADS_3

Malam itu juga Ali dan Laila pindah ke kontrakan yang baru.


Ternyata pemilik kontrakan itu adalah orang tua teman SMA nya Keti. Bianca nama temannya Keti.


Keti menchat Bianca menanyakan apakah kontrakan sebelah diisi oleh sepasang suami istri yang masih muda belia. Dan Bianca mengiyakan.


Keti lega. Ali pindah di tempat yang bisa Ia pantau.


Kisah yang aneh, memang. Sangat aneh padahal Keti tidak punya keterikatan dengan Ali. Tapi Keti seolah memiliki ikatan kuat dan harus terus mengawasi Ali meskipun dari kejauhan.


Keti atau Katrina adalah anak tunggal seorang pengusaha kaya raya yang super sibuk. Saking sibuknya kedua orang tua Keti, hingga lupa kalau anak gadis mereka telah beranjak remaja.


Ketika awal masuk SMA Keti yang terlambat masuk sekolah cemas karena bis sekolah yang menjemputnya sudah berangkat. Nyaris Ia menangis dan tak mau lanjut ke sekolah karena takut kena hukum guru.


Ali, saat itu baru lulus sekolah. Ia sedang menjadi kurir dadakan kue serabi durian tetangganya melihat Keti yang sedang kebingungan.


Alhasil karena mendengar pekikan Keti yang tanpa sengaja didengarnya, Ali menawarkan diri mengantar Keti dengan sepeda bututnya.


Siapa sangka Keti mengiyakan. Dan Ali berjibaku di jalanan raya ibukota dengan membonceng Keti yang duduk manis di jok belakang.


Itulah awal pertemuan Katrina dan Ali di dimensi ini. Setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi.


Tiga bulan kemudian Keti pingsan karena memang gadis muda itu mengidap penyakit jantung bawaan sedari bayi. Dia tak sadarkan diri selama lima hari. Koma dengan roh berkeliling berkelana mengembara.


Entah bagaimana ceritanya, Keti Katrina bisa merasakan kalau dirinya memiliki ikatan dengan Ali dari mimpi ke mimpi yang menjadi bunga tidurnya.


Keti seperti mendapatkan satu buah puzzle setiap kali Ia bermimpi. Dalam mimpinya, Ia melihat semuanya. Kehidupan di dimensi lain yang selalu bersama Ali. Bahkan ketika dirinya adalah seekor kucing Hitam yang selalu Ali panggil si Hitam.


Hingga di acara reuni, Tuhan mempertemukan mereka kembali.


Jantung Keti berdebar terus sejak saat itu. Anwar, sepupunya yang sebenarnya punya rasa lebih langsung Keti tolak karena ketertarikannya yang besar pada Ali.


Sejak saat itu, Keti selalu menanyakan latar belakang Ali dan semua yang berhubungan dengan Ali pada Anwar.


Untungnya Anwar mau membantu dan sangat membantu niatan Keti mendekati Ali. Keti menjanjikan sebuah ponsel iPhone keluaran terbaru untuk Anwar jika sampai menyatukan Keti dan Ali.


Tapi,... belum apa-apa Ali sudah menchatnya dan mengabarkan kalau Ia telah menikah dengan Laila yang juga Keti temui di acara reuni SD.


Keti sempat shock. Tapi tidak sampai anfal. Ia justru merasa jantungnya kian kuat dan masa hidupnya di dunia seperti mendapatkan tambahan waktu sejak pertemuannya kembali dengan Ali. Membuat Keti berinisiatif untuk terus mendekat kepada Ali.


Gadis yang baru berumur 16 tahun itu tak peduli Ali sudah menikah atau belum.


Ia hanya ingin terus bisa bersama Ali. Dari hari ke hari, dari mimpi ke mimpi, Keti merasa kalau ada benang takdir yang Allah ikatkan antara dirinya dengan Ali.


Bahkan Keti yakin kalau Laila bukanlah jodoh Ali, karena Laila tidak punya peranan penting di kehidupan Ali di dimensi lain.


Setelah hatinya lega chattan dengan Bianca soal Ali, malam ini Ia kembali bermimpi.


Mimpi yang indah. Sangat indah.


"Ali..."


"Ya, Sayangku?"


Keti mengerjap. Netranya yang berwarna coklat terang bersinar indah.


Saat itu, di dalam mimpi, ternyata Ia dan Ali baru saja selesai ijab kabul. Walaupun penghulu, saksi pernikahan bahkan wali nikahnya tidak Ia kenal semua, tetapi pernikahan itu benar-benar sah dimata hukum dan agama. Ada dua buku nikah yang sangat jelas mereka pegang dengan nama serta foto Keti dan Ali tertera di sana.


Keti benar-benar telah menjadi istri Ali.


Kebaya modern warna putih dengan hijab warna senada, dan Ali duduk bersila dengan pakaian pengantin pria yang sama dengannya. Mereka mengikuti prosesi pernikahan itu lengkap sekali di dalam mimpi.


Keti tersenyum bahagia.

__ADS_1


Dan kini Ia dan Ali sedang duduk di pinggir ranjang setelah seharian sibuk menyalami tamu undangan yang datang memberikan ucapan selamat pada mereka.


"Ali..."


Jantung Keti berdegup kencang. Ali mengusap lembut pucuk kepalanya. Lalu,


Cup.


Sebuah kecupan manis mendarat di kening Keti tanpa basa-basi lagi.


Merona merah jambu wajah Keti seketika.


"Sini, kubantu buka kerudungnya. Hehehe..."


Keti tersipu malu-malu. Matanya menatap ke arah bawah, tak berani menatap langsung wajah Ali yang tampan yang kini jadi suaminya.


"Hm..."


"Kenapa? Apa jarum pentulnya nusuk kena kepala?"


Keti tersenyum bahagia, Ali menanyakan keadaannya dengan respek yang sangat baik. Pertanda kalau pria itu teramat sayang dan cinta kepadanya.


Mata Keti terbelalak. Kalender yang terpajang di dinding kamarnya membuat Keti terperangah. Tahun 2028. Tahun yang sama sekali belum mereka lalui karena saat ini masih tahun 2023.


Dalam mimpi. Tahun 2028. Dan dia sedang menjadi pengantin wanita dari pengantin pria yang sangat Ia puja duduk manis dihadapannya. Tengah sibuk membuka satu persatu jarum pentul yang menjadi perekat jilbab di kepala Keti.


Hingga, akhirnya semuanya terlepas dan Ali membuka hijabnya.


Mereka saling bertatapan.


Jantung Keti berpacu kencang bak deburan ombak di lautan. Tatapan mata Ali bagaikan mengandung aliran listrik yang menyetrum hatinya tapi tidak berbahaya apalagi menyakitkan. Justru, seperti pompaan obat doping yang membuat Keti kian bahagia. Semakin bahagia.


Keti memejamkan mata ketika Ali mendekatkan wajah ke arahnya. Sangat dekat, sampai tarikan nafasnya pun terasa di kulit wajah Keti dan...


Deg deg deg deg deg deg deg deg


Deg deg deg deg deg deg deg deg


Deg deg deg deg deg deg deg deg


Keti seperti berhenti bernafas.


Sensasi yang luar biasa, membuat suhu tubuhnya memanas terus dan terus hingga sel-sel syaraf menegang, meregang semakin mengembang.


Ali me++mat bibir mungil nan menawan milik Keti. Rasanya... tidak bisa Keti gambarkan dengan kata-kata, karena ini adalah ci+man bibir yang pertama dalam hidup Keti.


Ya Allah ya Tuhanku..., seperti ini ternyata nikmatnya ci+man. Ughhh... Ahhh..., Aku bahkan sampai lupa caranya bernafas.


Ali benar-benar seperti pemain kawakan yang bergerilya menjelajah lapangan.


Ini malam pertama mereka.


Setelah bibirnya membabat bibir Keti, tangan kanan Ali menyusup masuk ke celah-celah kancing kebaya Keti. Bahkan Keti nyaris melonjak terkejut ketika jari jemari Ali perlahan masuk ke sela-sela br+nya tanpa Keti ketahui kapan masuknya.


"Aahhh..."


Keti menggelinjang. Menggeliat tergelitik geli tapi nikmat. Sentuhan Ali yang lembut namun nagih itu membuat bibirnya terus berd++sah.


Dadanya jadi mainan Ali.


Seperti bocah kecil yang suka sekali menyusu di pa+++ara ibunya, Ali tampak begitu lahap walaupun tiada ASI yang keluar dari sana.


Libido Ali kian meninggi. Intensitas permainannya pun semakin meningkat.

__ADS_1


Ali menidurkan Keti di atas ranjang.


Perlahan satu persatu, helai demi helai Ali tanggalkan dari tubuh mulus gadis imut yang kini telah menjadi istrinya itu.


Entah bagaimana bisa, seorang anak manusia yang dulunya polos dan tak faham anatomi tubuh lawan jenis, tiba-tiba menjadi seperti seorang pengembara hebat yang biasa menjajah pegunungan dan hutan rimba yang belum terjamah siapapun.


Ali membuat Keti memekik pelan karena kesakitan. Namun seperkian menit kemudian berubah menjadi rasa nikmat yang baru pertama kali Ia rasakan.


De+++an Keti membuat Ali semakin hidup. Seperti seorang guru yang mengajarkan muridnya, Ali kembali memandu Keti agar hubungan halalnya itu menjadi terasa nikmat, bukan lagi sakit.


"Sayang... Sayangku, Keti. Aagghhh..., Keti..., Keti... yaah, regangkan pa+amu, Sayang! Yaah, baguuss... oh pintarnya istriku yang cantik jelita ini. Aagghhh..."


Deg.


Ali sontak terbangun. Duduk dengan nafas masih memb+ru terengah-engah.


Peluhnya membasahi sekujur tubuh.


"Astaghfirullahal'adziiim..." gumamnya dengan mata menyala nanar dan hati seperti berdenyut sakit tak percaya pada apa yang terjadi di alam mimpinya.


Ali membatu. Ia menatap pintu kamar yang tertutup rapat. Dan di kamar itu ada Laila yang tidur di dalamnya sementara Ali tidur di atas tikar yang di lapisi selimut tipis miliknya dari rumah kontrakan lama.


Ya Allah! Kenapa Aku bisa bermimpi bercinta dengan Keti??? Keti!?! Keti Katrina??? Dia adalah istriku?!? Lalu Laila? Bagaimana Laila? Sedangkan tadi siang Aku mengucapkan janji suci atas nama Laila. Tapi Aku malah melepaskan keperjakaanku bercinta dengan Keti?


Krieeet...


Sontak Ali terkesiap.


Laila berdiri dengan tangan mengucek-ucek matanya. Daster pendeknya memperlihatkan kemulusan kulitnya yang putih bersih.


"Li..., Aku, Aku, mimpi serem!"


Ali yang masih merasa gugup dan berkeringat karena bercinta dengan Keti di alam mimpi seketika kembali terpacu adrenalinnya.


"Ma_maksudnya Laila?" tanya Ali gugup.


"Kita..., tidur sekamar ya? Aku takut..., ya Li ya? Kita berbagi ranjang. Aku, percaya kamu."


Deg deg deg deg deg


Deg deg deg deg deg


Deg deg deg deg deg


BERSAMBUNG



Visual Ali Akbar


Usia : 20 tahun



Visual Keti Katrina


Usia : 18 tahun



Visual : Laila Purnama


Usia : 20 tahun

__ADS_1


Mohon maaf jika visualnya kurang berkenan🙏✌️☺️Tetap ikuti kisah Ali Akbar dalam "Misteri Cermin Ajaib" yaaa 🙏🙏🙏 Terima kasih ☺️💜


__ADS_2