MISTERI CERMIN AJAIB

MISTERI CERMIN AJAIB
EPISODE KEDELAPAN PULUH


__ADS_3

Sudah beberapa hari Laila menghilang.


Ali dilanda kesepian.


Tak salah jika bang haji Rhoma Irama menciptakan lagu yang cukup melankolis liriknya,


Kalau sudah tiada baru terasa


Bahwa kehadirannya sungguh berharga


Sungguh berat aku rasa kehilangan dia


Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia


Kalau sudah tiada baru terasa


Bahwa kehadirannya sungguh berharga


Kini Ali hanya bisa pasrah pada kehendak Yang Maha Kuasa.


Seperti yang sudah Ia diskusikan dengan Yadi. Untuk masuk ke dalam cermin ajaib itu hanya akan membuat keadaan semakin rumit. Bahkan bisa membuat kebersamaan Ali dan Laila kian merenggang jeda pertemuannya.


Hanya berdoa dan berdoa.


Memohon kebaikan Allah Ta'ala.


Berharap Tuhan kembali pertemukan dirinya dengan Laila, istri tercinta.


Ali semakin rajin ibadah. Tak lepas sholat lima waktu, tadarus dan wirid terus menerus.


Semakin Ia semangat ibadah, semakin besar rasa rindunya pada Laila.


Bahkan kini Ia sedang memeluk daster baju tidur istrinya yang terakhir kali di pakai dan masih teringat jelas ketika dirinya membuka satu persatu kancing lalu mengangkatnya keluar dari kepala Laila.


Sungguh masa-masa yang indah.


Pernikahan mereka seperti mimpi.


Mimpi yang indah bagi Ali Akbar tentunya.


Hidup susah, ditinggal pergi kedua orang tua dan menyandang status yatim-piatu diusia muda bukanlah hal yang mudah baginya.


Jatuh bangun, jatuh dan bangun lagi. Kalau bukan karena Firman dan Laila yang selalu menyemangati, entah jadi apa Ali kini.


Tapi, takdir berpihak padanya.


Bahkan Laila yang awalnya berhasil Firman taklukkan justru akhirnya menikah dengan Ali.


Sungguh takdir yang indah.


Bahkan tanpa modal uang puluhan juta rupiah untuk bisa mempersunting gadis manis cantik itu, Ali benar-benar menjadi suami Laila Purnama hanya dengan satu tarikan nafas saja ijab kabulnya.


Luar biasa.


Tapi takdir pula yang membuatnya seperti orang gila.


Berkali-kali merubah jalan hidup hanya dengan media cermin ajaib yang berhubungan dengan sistem galaksi kehidupan yang konon katanya dibuka oleh Mbah Kandut, seorang profesor yang memang ilmuwan sains metafisika.


Yadi menceritakan semuanya.


Semuanya dengan sangat lengkap di masjid kubah emas hingga azan subuh menjelang. Mereka bergadang setelah sholat malam dan mengaji serta mengkaji Al-Qur'an.

__ADS_1


Toro dan Kandut adalah sahabat dari lahir.


Tinggal bertetangga dan besar bersama dengan keluarga keturunan orang berada.


Keduanya ditakdirkan sebagai anak tunggal di keluarga masing-masing, sehingga persahabatan mereka terjalin terus hingga dewasa dan dengan pilihan pendidikan serta jurusan yang sama yaitu ilmu sains ontologi.


Orang-orang yang mengenal mereka menyebut keduanya adalah kembar siam dari orang tua yang berbeda.


Kedua orang tua mereka bahkan tidak saling mengenal sampai akhir hidup mereka. Ini adalah salah satu keajaiban dunia.


Hingga suatu ketika, ada seorang perempuan cantik sederhana bernama Suminah masuk ke kehidupan mereka.


Suminah adalah putri dari Mbok Martinah, pembantu rumah tangga Kandut yang tinggal di desa.


Setamat SMP, Suminah mendatangi ibunya yang mengabdi bekerja di kediaman keluarga Kandut.


Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Cinta hadir karena terbiasa. Begitulah proses sederhana cinta itu hadir diantara Kandut dan Suminah yang tinggal satu atap rumah.


Kandut dan Toro adalah sahabat karib se-iya sekata. Semuanya mereka selalu berbagi. Baik informasi, cerita dan juga kisah.


Tapi untuk urusan hati dan perasaan, Kandut memendamnya sendiri. Bahkan Kandut tidak menceritakan kalau ada anak perempuan pembantunya yang datang dari desa dan kini jadi incaran hatinya.


Kandut merahasiakannya dari Toro.


Baik Toro maupun Kandut memang nyaris tidak pernah main ke rumah besar mereka masing-masing meskipun sangat akrab.


Mereka terkenal diluar rumah. Semua orang mengetahui persahabatan mereka yang begitu erat hingga sulit dipisahkan satu sama lain.


Tapi perlahan Toro mulai merasakan firasat yang tidak baik. Kandut sering melamun dan tidak konsentrasi ketika mereka melakukan penelitian di laboratorium kampus atau sedang diskusi filsafat di ruang tertutup perpustakaan.


Diam-diam Toro mengintai Kandut. Mencari tahu ada apa gerangan hingga sang sahabat berubah drastis seperti itu.


Ternyata, ada gadis manis yang turut tinggal di rumah Kandut. Dan Kandut jatuh cinta kepada gadis itu.


Tentu saja Toro penasaran. Ingin mengenal Suminah juga tapi dengan jalan diam-diam tanpa sepengetahuan Kandut.


Toro berhasil mengetahui jadwal Suminah keluar rumah Kandut untuk pergi berbelanja di pasar tradisional.


Sekali pertemuan, Toro akhirnya mengetahui sebab Kandut jatuh cinta pada Suminah. Karena Suminah cantik luar dalam. Inner beauty nya terlihat jelas. Sederhana, terkesan penurut namun ternyata cukup tegas orangnya.


Toro ikut jatuh cinta pada Suminah.


Persaingan pun terjadi. Seperti musuh dalam selimut, bagaikan pagar makan tanaman.


Perlahan tapi pasti, kedua sahabat karib itu seperti sedang berjibaku membangun dinding kokoh yang tebal.


Kandut mulai sering bereksperimen sendiri tanpa Toro. Dan Toro diam-diam menikung Kandut dengan seringkali menemui Suminah di jam-jam gadis itu keluar rumah.


Suminah yang saat itu bukanlah milik siapa-siapa karena Kandut belum berani menembak cintanya pada Suminah, sedikit demi sedikit melihat gelagat perhatian Toro pada dirinya.


Suminah membuka hati pada Toro yang memang terlihat jauh lebih tampan dibandingkan Kandut.


Suminah dan Toro, akhirnya berpacaran tanpa sepengetahuan Kandut.


Baru saja seminggu resmi menjadi kekasih Toro, Kandut mengungkapkan rasa cintanya pada Suminah. Bahkan menyodorkan sebuah cincin berlian meminta Suminah untuk menikah dengannya dihadapan semua para orang tua.


Ajaibnya, kedua orang tua Kandut juga langsung menyetujuinya. Tinggal jawaban Suminah yang paling ditunggu.


Mbok Martinah tentu saja senang bukan kepalang. Ia mendesak Suminah agar menerima lamaran Kandut dan naik jabatan dari anak pembantu menjadi Nona rumah.


Suminah galau.

__ADS_1


Ia meminta waktu beberapa hari untuk berfikir masak-masak.


Kandut curiga sesuatu telah terjadi karena Suminah tidak biasanya bertingkah seperti ini.


Kandut akhirnya mengetahui kalau Suminah ternyata sudah seminggu berpacaran dengan Toro di belakang dirinya.


Kandut marah besar, tapi tidak berani mengeluarkan unek-uneknya.


Berhari-hari Kandut mengeram diri di kamar besarnya. Bahkan berminggu-minggu tanpa keluar kamar. Tanpa makan dan minum hingga mengkhawatirkan semua orang termasuk Toro yang juga hilang kontak dengannya.


Ternyata, Kandut memperdalam ilmu metafisikanya yang digabungkan dengan ilmu kebatinan. Ilmu spiritual bergabung dengan ilmu supranatural, menghasilkan sesuatu yang tidak masuk akal. Kandut bisa membuka pintu portal black hole dengan caranya lewat rumus-rumus rahasia.


Dunia pengetahuan menjadi gempar atas penemuan hebat Kandut. Tentang alam semesta dan semua galaksi yang Tuhan ciptakan di dunia ini. Pintu portal black hole yang ada dalam genggamannya membuat Kandut menjadi terkenal seantero jagat raya.


Toro tersisihkan, Kandut masuk jajaran ilmuwan dunia yang mencengangkan. Piagam penghargaan, piala sains dan metafisika serta filsafat ontologi mengakuinya sebagai profesor terhebat abad ini.


Perselisihan itu kian kentara.


Toro yang merasa dibuang Kandut berhasil mencuri cermin ajaib dan tiga buku berseri yang Kandut tulis sebagai pengikat cermin ajaib itu menjadi bagian black hole yang sempurna.


Cermin ajaib Toro simpan. Sementara tiga buku sistem galaksi kehidupan Toro buang jauh-jauh dan memisahkan ketiganya hingga tidak bisa lagi bersinergi dengan cermin ajaib membuka tabir kehidupan yang memang masih Kandut kaji sampai saat ini.


Begitulah ceritanya.


Tapi meskipun Toro berhasil menjatuhkan Kandut, namun Kandut justru akhirnya yang memenangkan hati Suminah.


Suminah kecewa dengan tingkah Toro yang justru menghancurkan karier Kandut dengan memanipulasi data serta melenyapkan cermin ajaib yang telah Kandut ciptakan.


Hal itu membuat Suminah akhirnya menerima pinangan Kandut, meskipun hatinya di awal condong ke Toro. Tapi sifat dan karakter Toro merubah segalanya. Perasaan Suminah berubah menjadi hambar pada Toro.


Suminah menikah dengan Kandut. Mereka memiliki seorang anak tapi meninggal dunia ketika masih kecil.


Ada satu hal yang tidak Kandut ketahui. Yaitu sel sperm+nya pernah dibeli pasangan suami istri pengusaha kaya dan berhasil menjadi zigot setelah disatukan dengan sel indung telur milik ibunya Katrina lewat jalan bayi tabung 17 tahun yang lalu.


Jadi secara biologis, Katrina alias Keti adalah anak kandung Kandut.


Tuhan Maha Hebat.


Meskipun manusia bisa mencoba menyamai Tuhan, tetap Tuhan paling hebat.


Kehidupan bisa diganti, nasib bisa dirubah, namun takdir sejatinya hanyalah Tuhan Yang Punya Kuasa.


Keti adalah putri Kandut meskipun kisah ceritanya dirubah setiap kali lewat sistem galaksi kehidupan.


Treeet treeet treeet


Ali terkesiap. Ponselnya berdering. Ternyata Keti yang menelponnya.


"Hallo? Keti? Keti kamu sudah sadar?"


...[Iya, Kak. Bisakah kakak datang ke rumahku? Ada yang ingin Aku bicarakan. Bisakah? Apa kak Laila akan marah kalau kakak,]...


"Baiklah. Aku akan ke rumahmu sekarang juga."


Klik'.


Ali memutuskan sambungan teleponnya.


Ia bergegas mengambil tas pinggangnya dan pergi keluar rumah setelah mengunci pintunya.


Dengan angkutan umum Ali meluncur menuju rumah Keti, tempat kerja Yadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2