
"dek sudah siap belum??acaranya sudah au dimulai"tanya aluna pada aisah yang masih didalam kamar menunggu acara lamaran nya dimulai
"memang nya keluarga nya mas adam sudah datang ya kak??"
"alhamdulillah sudah dek,ayo siap siap buat kedepan"aluna pun menuntun tangan aisah dan membawanya keluar kamar menuju ketempat acara
acara lamaran aisah dan juga adam dilakukan dikediaman abah amar dan dilakukan dengan sederhana
hanya sanak saudara,kolega bisnis dan juga teman dekat yang mereka undang membuat acara berlangsung hikmat
kedua keluarga dan seluruh tamu undangan pun larut dalam suasana bahagia acara lamaran tersebut termasuk hasbi dan juga aluna yang terlihat serasi dengan baju yang senada
walaupun baju yang dikenakn hasbi dan juga aluna merupakan baju seragam keluarga namun terlihat sarasi saat hasbi dan juga aluna duduk berampingan bak pasangan
"bang mau makan sesuatu nggak??biar sekalian aluna ambilkan kebetulan aluna lagi mau ambil makan disana"tanya aluna pada hasbi dan menunjuk meja prasmanan yang tersedia dipojokan
"boleh kalau tida keberatan"jawab hasbi
"abang mau dibawain apa??"
"sate aja deh,lagi pengen makan satenya keliahatan enak banget"
"baiklah,tunggu sebentar ya aku ambilkan dulu"
__ADS_1
aluna pun beranjak dari kursi nya dan melangkah menuju meja panjang yang terisi berbagai macam makanan
saat hasbi tengah fokus dengan ponslnya tetiba seseorang duduk disamping nya tepat dikursi yang tadi digunakan oleh aluna duduk
"loh kok sudah lagi lun...."ucapan hasbi terpotong saat enoleh dan ternyata yang duduk disampaing nya bukanlah aluna melain kan rania
"hai bi,apa kabar?"tanya rania berbasa basi
"maaf aku kira aluna,alhamdulillah baik ran,kamu sendiri apa kabar??mana gusti kok tidak kelihatan??"jawab hasbi sembari menanyakan sahabatnya gusti yang ternyata tidak datang hanya diwakilkan oleh rania istrinya
"mas gusti lagi dinas diluar bi jadi tidak bisa datang"
"oh..."setelah merespon hanya dengan 'oh saja hasbi pun kembali fokus dengan ponselnya
merasa benda pipih yang ada ditas nya berbunyi aluna pun segera mengambil dan menyalakan ponslnya dan benar saja
ada notif pesan yang dikirimkan hasbi padanya pada saat itu.
💌 bang hasbi
[disini ada rania,tolong nanti jangan panggil abang ya,tolong panggil aku dengan sebutan mas,tolong bantu mas sekali ini ya]
aluna masih menatap heran pesan yang hasbi kirimkan padanya barusan bahkan aluna sampai mencari sosok hasbi yang masih setia duduk dikursinya untuk memastikan pesan yang hasbi kirimkan
__ADS_1
saat netra aluna dan juga hasbi beradu pandang hasbi menganggukan kepala nya pelan sebagai tanda apa yang dia kirim benar adanya.
aluna pun menmbalas dengan hal serupa tak lupa dia sematkan senyum manis diwajah nya pertanda dia setuju dengan apa yang hasbi minta.
"mas ini makanan nya dan ini minum nya sekalian"ucap aluna seraya menyerahkan sepiring sate dan juga minuman yang aluna sengaja ambil dari meja yang menyediakan berbagai minuman.
"iya terima kasih ya lun"
"iya mas,ayo dimakan mumpung masih anget"ucap nya berusaha terlihat perhatian didepan rania
seketika wajah cerah dan penuh dengan senyuman rania perlahan redup saat melihat kedekatan hasbi dan juga aluna ditambah dengan fashion yang hasbi dan juga aluna kenakan menandakan bahwa mereka adalah pasangan.
"kalian berdua dekat ya...??"tanya rania pada hasbi dan juga aluna yang langsung mendapat perhatian dari dua muda mudi yang tengah asik menikmati hidangan masing masing
hasbi dan aluna pun menoleh secara bersamaan ke arah rania
"kita..."ucapan aluna terpotong saat hasbi menyelanya
"insha allah,doain saja semoga cepat menyusul kamu dan juga gusti menjadi kekasih halal"jawab hasbi santai namun tidak untuk aluna
kembali degup jantung nya berdetak dengan kecepatan tinggi,bukan tidak menyadari perasaan pada pemuda sholeh itu
namun aluna menyadari betul kalau mereka tidak mungkin bisaa berjalan dijalan yang sama saat keyakinan dan tempat beribadah mereka yang berbeda.
__ADS_1