Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
Dilema


__ADS_3

Dan ditempat lain aluna pun tak kalah galau nya dengan hasbi,ingin sekali embalas pesan yang dikirimkan oleh hasbi namun dia enggan kala bayang ummi halimah dan juga abah amar akan menolak hubungan keduanya


aluna pun menyimpan kembali ponselnya ke atas nakas yang ada disamping ranjang nya dan memutuskan untuk tidak membalas pesan pesan yang hasbi kirimkan padanya


"kak luna kenapa??kok gelisah terus dari kemarin??"tanya aisah yang ikut merasakan kegundahan nya


"kakak nggak apa apa kok,kakak baik baik saja"jawab aluna memaksakan wajahnya tersenyum walaupun itu begitu sulit untuk saat ini dia lakukan.


"jangan bohong kak,aku kenal kakak dengan baik dan aku tahu kapan kakak bohong dan kapan kakak berkata jujur,ada apa kak?kenapa akhir akhir inib terlihat gelisah dan nampak tidak tenang??cerita pada aisah kak.aisah mohon"ucap aisah yang membuat aluna tak bisa lagi mengelak


"begini,mmm...bagaimana pendapat adek kalau bang hasbi mau melamar kakak?"tanya aluna pada aisah dengan ragu ragu namun aluna juga tidak bisa lagi memendam semua nya sendirian


"maksud kak luna,abang mau mengkhitbah kakak?"tanya aisah memastikan

__ADS_1


"iya,seperti itu tapi apa memang boleh??adek tahukan kalau kita berbeda?"


"adek mengerti kak,tapi sepengetahuan adek sih bisa cuma memang di anjurkan untuk satu iman,tapi adek takut salah juga sih coba tanya abah sama ummi beliau pasti jauh lebih paham dengan hal seperti ini kak"ucap aisah memberikan saran pada aluna


"begitu ya,iya nanti akan coba kakak tanyakan mungkin nanti nunggu kepastian dari abang dulu tapi sebelum abang yang cerita pada ummi dan abah tolong simpan dulu rapat rapat tentang masalah ini ya dek nanti takutnya abang cuma terbawa suasana atau cuma bercanda aja,kan malu"


"iya siap kak"


"kenapa harus keberatan?aisah malah senang kalau beneran bang hasbi mau nikah sama kak luna,ya walaupun mungkin nanti akan ada sedikit perdebatan tentang keyakinan kakak dan abang yang berbeda,apa kakak siap dengan konsekuensi itu?"


"kakak tidak tahu dek,ini terlalu mendadak buat kakak bahkan kakak belum tahu bagaimana perasaan abang ke kakak yang sebenarnya,apakah serius dari hati atau hanya sekedar pelarian semata,kakak butuh penjelasan dulu dari abang agar kakak bisa memikirkan lagi bagaimana hubungan ini akan berlangsung kedepan nya"


"kakak benar,mungkin lebih baik sekarang biar bang hasbi memantapkan dulu hatinya,aisah akan selalu mendukung kakak apapun keputusan kakak nanti"

__ADS_1


"terimakasih ya dek,semoga allah memberikan jalan buat kami ya,kalau memang kami berjodoh semoga lami dipersatukan dalam satu ikatan dan satu keyakinan,walaupun tidak semoga tali silaturahmi ini akan tetap terjaga seperti ini selamanya ya dek,kakak tidak mau kehilangan keluarga untuk kedua kali nya"mata aluna kini mulai berkaca kaca


rasa gelisah yang melanda selama ini akhirnya bisa di ungkapkan juga,walaupun masih belum ada kepastian dari hasbi namun aluna benar benar memikirkan apa yang akan dia lakukan kedepan nya seandainya hasbi benar benar mewujudkan niatnya.


aluna pun merasa bimbang apa yang harus dia lakukan,disatu sisi dia begitu berat melepas keyakinan yang selama ini telah dia pegang sebagai begangan hidup


namun disatu sisi,tak dapat dia pungkiri bahwasanya perasaan nya begitu dalam pada sosok hasbi,pria dewasa yang pembawaan nya kalem dan juga bijaksana namun kadang memperlihatkan sikap yang tegas dan sedikit rapuh


dan itu menjadi saya tarik tersendiri untuk seorang Muhamad Hasbi Maulana.


.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2