Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
Restu Ayana


__ADS_3

"tidak apa apa nak,ayo lebih kita makan sekarang"jawab ummi pada adam yang memang baru bisa masuk karena anak sulung nya yang tengah rewel


"apa kabar lun?kamu kemana saja,lama banget ngilang nya?"tanya adam begitu bersitatap dengan aluna


"ada kok nggak kemana mana,cuma dirumah aja sibuk ngerjain tugas dari kampus"jawab aluna santai


"loh kamu lanjut kuliah?"


"iya,ini lagi nyari kerja tapi masih belum dapat sih lebih tepat nya belum dapat panggilan"


"memang nya kamu ngelamar kerja diperusahaan mana?kenapa nggak ke perusahaan aku atau bang hasbi"


"aku tidak berniat masuk keperusahaan dam,insha allah kalau diterima aku mau ngelamar jadi pengajar disebuah sekolah taman kanak kanak"


"oh,aku kira masih mau kerja dalam bidang bisnis beralih rupanya"


"lebih nyaman nya disitu dam"


"semoga sukses ya kalau begitu calon ibu guru"


"terima kasih"


perbincangan ringan penuh dengan candaan pun menemani sarapan pagi ini dirumah keluarga abah amar binar bahagia terpancar dari wajah pasangan suami istri yang tak muda muda lagi itu


rasa syukur akan berkah dan rahmat yang telah allah berikan untuk keluarga nya selalu menyertai dalam setiap doa doa nya.


*

__ADS_1


*


"lalu bagaimana rencana kalian kedepan nya bi?"tanya ummi halimah disaat sudah kembali berkumpul diruang keluarga dan bersantai disana


"untuk saat ini aku dan aluna akan kembali kekota dulu ummi sambil menunggu keluarga aluna datang dari kairo,setelah keluarga aluna tiba disini aku akan segera mempersunting nya ummi"


"baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian semoga diberi kemudahan dan juga kelancaran hingga waktu mempersatuka kalian dalam ikatan suci pernikahan"


"aamiin"


semua yang ada disana mengaminkan apa yang menjadi niatan hasbi dan juga aluna dan kini tinggal aluna meminta restu pada gadis kecil yang paling ditunggu dan diharapkan restu nya.


*


*


"assalamualaikum sayang,lagi apa?"tanya aluna pada ayana yang anteng duduk dimeja belajar nya


"wa'alaikumsalam bunda,nana lagi buat PR"


"bunda?kok panggil bunda?"


"kata ayah sebentar lagi ayah mau nikah sama bunda jadi nana harus mulai panggil bunda"


"mmm,memang nana tidak keberatan ayah nikah sama bunda?"


"nggak,nana pengen kaya teman teman punya ayah dan bunda lagi pula bunda pasti sayang juga kan sama nana?nggak cuma sayang sama ayah kan?"mendengar pertanyaan itu dari nana aluna merasa terharu dan juga ikut merasa sedih

__ADS_1


tanpa ragu lagi aluna menarik tubuh mungil itu masuk kedalam dekapan,dia peluk erat ayana sebagai tanda kalau dia juga akan menyayangi gadia kecil itu


"tentu sayang mana mungkin bunda cuma sayang sama ayah saja,nana kan bagian dari ayah tentu bunda akan menyayangi nana seperti anak bunda sendiri"jawab aluna sembari beberapa kali mendaratkan ciuman dipucuk kepala sang calon anak sambung nya


"lalu kapan bunda sama ayah akan menikah?kalau bunda sama ayah menikah boleh nana ikut ayah sama bunda tinggal dikota?"


aluna mengerutkan dahi nya kala mendapatkan pertanyaan yang cukup aneh menurutnya


"kenapa bertanya boleh apa nggak?tentu nana akan ikut ayah sama bunda dong mana mungkin bunda tega ninggalin nana tinggal sama eyang"


"tapi kan selama ini ayah ninggalin nana disini,tidak mau bawa nana tinggal disana"


"sayang dengerin bunda ya,ayah bukan nggak mau bawa nana tapi disana ayah tinggal sama om rendi saja jadi ayah takut kalau nana kesepian,kalau disini kan nana bisa main sama anak anak panti nana tenang saja sabar sebentar lagi aja ya,nanti setelah ayah sama bunda nikah nana pasti ikut san tinggal dengan ayah dan juga bunda"


"benar ya bun?bunda nggak akan bohongin nana kan?"


"loh bohong kan dosa sayang,bunda nggak mau berdosa loh ya"


"terima kasih bun"


"tidak sayang,bunda yang terima kasih karena nana mau menerima bunda sebagai ganti bunda nana yang sudah disurga"


aluna dan ayana pun kembali saling berpelukan dan tanpa mereka sadari dibalik pintu ada dua pasang mata yang sedari tadi mencuri dengar tentang perbincangan anak dan ibu sambung itu


bahkan salah satu diantara mata itu telah berair karena merasa terharu akan kedekatan yanh terjalin antara ibu dan anak sambung nya walaupun baru beberapa hari bertemu.


*

__ADS_1


*


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2