Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
MCH.seasion 2(Bab.15)


__ADS_3

Randy pun bergegas keluar dari ruangan itu setelah mendapatkan rekaman cctv tdi dan segera merogoh ponsel miliknya dari dalam saku celana.


Baru saja akan menghubungi Hasbi kembali ponsel Randy sudah dihubungi duluan oleh Hasbi dengan perasaan lega Randy pun bergegas menekan gombol hijau untuk menerima sambungan telpon itu.


"Halo Assalamualaikum Bang"ucap Randy saat sambungan telponya tersambung.


"Iya halo Bapak selamat malam,maaf apa saya berbicara dengan Pak Randy?"ucapnya dari sebrang sana yang membuat dahi Hasbi menyatu.


"Iya saya sendiri ada apa ya?kok ponsel atasan saya ada ditangan anda?"tanya Randy pada suara seorang pria dari sebrang sana.


"Oh maaf Pak jika saya lancang.Saya polisi yang bertugas menangani kasus kecelakaan yang Bapak Hasbi alami saat ini dan saya mau mengabarkan kalau beliau dan juga rekan nya sudah dibawa pihak rumah sakit"jelas orang yang rupanya polisi setempat yang menangani kasus kecelakaan yang menimpa Hasbi.


"Maksud Bapak Pak Hasbi mengalami kecelakaan?"tanya Randy lagi seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Betul Pak dan beliau beserta rekan nya sudah dibawa kerumah sakit Medikal Utama untuk mendapatkan penanganan Dokter"


"Rekan?jadi maksud anda Pak Hasbi tidak sendirian?

__ADS_1


"Iya benar Pak,beliau bersama seorang wanita dan keduanya sudah dibawa oleh ambulan menuju kerumah sakit yang tadi saya sebutkan"


"Ba_baik Pak saya akan segera kesana dan terima kasih informasinya"


"Siap Pak,nanti saya juga akan kesana untuk mengembalikan barang barang korban yang tertinggal jadi selamat bertemu disana ya Pak"


"Iya baik Pak terima kasih"


Setelah menutup pangilan itu Randy pun bergegas berlari menuju keluar hotel dan menaiki taksi yang kebetulan lewat disana.


Setelah menempuh 30 menit perjalanan dari hotel akhirnya Randy pun tiba dirumah sakit dan mencari informasi tentang keberadaan Hasbi saat ini.


Dengan cemas dan juga takut Randy menunggu didepan ruangan itu.Tak henti hentinya Randy menatap layar ponsel miliknya yang masih berwarna gelap.


Randy dilanda kebingungan saat ini antara menghubungi Aluna atau tidak tapi bagaimana pun Aluna wajib tahu hanya saja Randy takut terjadi sesuatu pada Aluna yang baru saja melahirkan.


Setelah satu jam menunggu akhirnya pintu ruangan yang tengah menangani Habsi pun terbuka dan nampak seorang Dokter pria keluar dari sana.

__ADS_1


"Keluarga saudara Hasbi Maulana"seru Dokter itu dan melihat kekiri dan kekanan karena bukan hanya Randy yang ada disana namun ada beberapa orang lain nya.


"Saya Pak,saya adiknya.Bagaimana keadaan Abang saya?"tanya Randy dengan hati yang berdebar kencang.


"Saudara Hasbi cukup kehilangan banyak darah dan luka dikepalanya nya juga lumayan parah namun masih bisa ditangani dan kondisi nya sekarang sudah baik baik saja hanya tinggal menunggu pasien siuman dan memastikan tidak ada masalah lain yang disebabkan oleh benturan keras yang menimpa tubuhnya,namun untuk rekan nya yang belum diketahui identitasnya itu beliau masih kritis"jelas Dokter yang menangani Hasbi dan juga Rania.


"Baik Dok terima kasih.Lalu kapan saya diperbolehkan untuk melihatnya?"


"Nanti ya Pak setelah observasi nya selesai kami akan memindahkan pasien keruangan rawat inap dan Bapak bisa melihatnya saat pasien sudah disana".


*


*


Praaannnggg...


Aluna baru saja menjatuhkan ponsel miliknya setelah mendengar kabar kecelakaan yang menimpa suaminya.Aluna menangis tergugu setelah mendengar cerita yang Randy ceritakan via telpon tadi.

__ADS_1


Aluna tidak menyangka kalau kegelisahan dan keresahan nya selama ini akan berakhir dengan kabar buruk yang menimpa suaminya.


"Ya allah lindungilah suami hamba,sembuhkan lah dia dari sakitnya saat ini dan beri kami kekuatan untuk menghadapi semua ujian ini,aamiin"gumam Aluna disela isak tangisnya.


__ADS_2