
"Assalamualaikum"Hasbi mengucap saat tiba dirumahnya cukup larut malam dan kedatangan nya hanya disambut oleh Bi Siti.
"Wa'alaikumsalam,Bapak sudah pulang?"tanya Bi Siti yang langsung menghampiri mengambil tas kerja Hasbi untuk membantu menyimpannya di nakas yang biasa dipakai untuk menyimpan tas itu.
"Iya Bi,Ibu sama anak anak sudah tidur Bi?"tanya Hasbi yang belum mengetahui kepergian Aluna dari rumahnya.
"I_ibu?"tanya Bi Siti bingung.
"Iya ibu?kenapa kok seperti orang bingung Bi?"tanya Hasbi saat melihat Bi Siti yang kebingungan.
"Memang Ibu tidak memberi tahu Bapak?"tanya Bi Siti balik yang membuat alis Hasbi mengerut.
"Memberitahu tentang apa?seharian ini saya sibuk dan tidak sempat mengangkat telpon darinya.Memang ada apa Bi?"tanya Hasbi yang terlihat panik.
"Aluna sudah pergi dari sini dan kembali kerumah keluarga nya"suara Ummi Halimah mengalihkan perhatian Hasbi yang tadinya menatap Bi Siti kini beralih pada sang Ibu.
__ADS_1
"Ummi?kapan Ummi datang?kenapa tidak memberi tahu Hasbi kalau Ummi mau kesini"ujar Hasbi yang langsung menghampiri sang Ibu dan menyalami tangan nya dengan takzim.
"Tadi pagi setelah kamu berangkat kekantor Ummi tiba disini dan kedatangan Ummi kesini untuk mengantarkan Aluna dan juga Alif kembali ke kairo"jawab Ummi Halimah yang membuat Hasbi tertegun.
"Ma_maksud Ummi apa?ka_kapan Aluna pergi ke kairo dan kenapa Aluna tidak memberitahuku terlebih dahulu?"
"Coba cek ponsel kamu nak?apa kamu yakin kalau Aluna tidak menghubungi kamu sama sekali?"
Lagi,Hasbi dibuat membeku oleh pertanyaan yang sang Ibu layangkan untuknya.Hasbi tersadar,bukan Aluna yang tidak memberi tahu nya melainkan Hasbi sendirilah yang menutup Akses komunikasi untuk dirinya dan juga Aluna.
Hingga Aluna pun memutuskan untuk menyerah dan mempasrahkan semua permasalahan nya pada yang Maha Kuasa.
"Istirahatlah besok jika kamu sudah siap kita bicara"tegas Ummi Halimah berlalu meninggalkan putra sulungnya yang masih membeku ditempatnya.
Dadanya bergemuruh dikala mendengar kalau Aluna kembali pergi darinya bahkan kini membawa anak kedua untuk Hasbi dan anak pertama untuk Aluna.
__ADS_1
Kedua tangan nya terkepal kuat saat menyadari ada sisi hati yang kosong setelah Aluna pergi.Namun Hasbi sadar kalau semua ini berakar pada dirinya.
Dirinya yang begitu keras kepala menutup aib yang pernah dia lakukan.Walaupun tanpa disengaja dan dibawah pengaruh obat namun Hasbi tetap saja merasa telah mengkhianati Aluna namun tidak bisa berkata jujur.
Hasbi berjalan gontai menapaki satu persatu anak tangga rumah yang menjadi saksi perjalanan rumah tangga nya bersama dengan Aluna.
Setibanya dikamar Hasbi hanya bisa merutuki sikap pengecutnya yang membuat Aluna yang tidak tahu apa apa menjadi tersakiti dan memilih pergi.
*
*
Sementara disebuah pesawat nampak wanita cantik berhijab syar'i dengan mata yang berkaca kaca menatap wajah damai sang putra yang tertidur dipangkuan nya.
"Maafkan Bunda Nak.Setidaknya ini yang terbaik untuk kita saat ini"gumam Aluna lirik pada putranya Alif yang masih tertidur lelap dipangkuan nya.
__ADS_1
"Semoga ayah bisa menemukan jalan hidup yang membuatnya tenang dan bahagia,walaupun itu tanpa kita"lanjutnya lagi sembari mengusap buliran air mata yang telah jatuh membasahi wajah cantiknya.