Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
MCH.seasion 2(Bab.7)


__ADS_3

Hasbi berlari ke menuju kerumahnya begitu mobil yang dia pakai memasuki halaman rumahnya.Dengan nafas yang tersengal sengal Hasbi mencari keberadaan sang istri yang tadi sempat terdengar merintih kesakitan saat dirinya dihubungi oleh Bi Siti.


"Sayang,bagaimana?apa masih sakit?"tanya Hasbi yang kini sudah berjongkok dihadapan Aluna yang masih meringis memgangi perut buncitnya.


"Iya Mas tapi masih Ok kok"jawab Aluna lirih.


"Ya sudah ayo kita kerumah sakit sekarang ya"ajak Hasbi dan di angguki oleh Aluna yang sudah tidak bisa berkata kata saat kontraksi itu datang kembali.


Aluna nampak memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya saat rasa yang begitu dahsyat dan nikmat itu datang lagi menyerang perutnya.


Melihat itu Hasbi pun bergegas mengangkat tubuh Aluna untuk membawanya kedalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


"Bi ikut aku ya kerumah sakit dan tolong bawakan barang yang diperlukan untuk Ibu selama dirumah sakit"titah Hasbi pada Bi Siti yang setia menemani majikannya.


"Iya baik Pak.Semua sudah siap tinggal dibawa saja"jawab Bi Siti yang bergegas mengambil satu koper berukuran sedang yang memang sudah disediakan oleh Aluna untuk lahiran nanti.


"Oh iya Bi nanti minta tolong supir untuk jemput Ayana dan membawa Ayana untuk dititip dirumah Aisah sementara kita dirumah sakit"

__ADS_1


"Iya baik Pak.Nanti saya akan telpon Mang Ujang supaya bisa langsung kesekolah setelah dari bengkel lalu kerumah Ibu Aisah"


Hasbi pun mendudukan Aluna yang masih merintih kesakitan dikursi penumpang bagian belakang disusul dengan Bi Siti yang masuk lewat pintu sebelahnya untuk menemani Aluna.


"Sabar ya sayang,sekarang kita akan kerumah sakit.Tahan ya kamu pasti bisa dan kamu pasti kuat"ucap Hasbi sebelum beranjak menuju ke arah depan untuk mengemudikan mobilnya.


"Iya Mas,aku akan sabar dan tahan semua rasa sakit ini demi bertemu baby R.Mas hati hati bawa mobilnya ya santai saja ini memang sakit tapi ini adalah anugrah buat aku sebagai seorang wanita Mas"


"Iya sayang.Yang kuat ya Mas akan selalu bersama kamu"


Setelah mendaratkan kecupan sayang dikening sang istri Hasbi pun beranjak menuju ke arah kursi kemudi untuk menjalankan mobilnya menuju ke arah rumah sakit.


*


*


Dengan sigap Hasbi kembali membawa Aluna dalam gendongan nya dan bergegas menuju ke arah ruang IGD untuk mengantarkan Aluna agar segera mendapatkan penanganan medis.

__ADS_1


Kedatangan Hasbi pun disambut oleh beberapa orang suster jaga dibagian IGD dan satu orang dokter wanita.


"Tolong istri saya Dok,sepertinya dia mau melahirkan"ucap Hasbi saat satu Dokter wanita yang bernama Rara mengampiri Aluna yang sudah terbaring di atas berangkar sembari meringis kesakitan.


"Baik Pak kami akan perikaa kondisi Ibunya dulu ya.Bapak tenang saja semua akan baik baik saja"jawab Dokter Rara ramah menyambut kedatangan calon pasien nya.


Dokter Rara dengan dibantu dua orang suster pun mulai membawa Aluna masuk kedalam ruangan pemeriksaan.


Selang 15 menit kemudian Aluna pu kembali dibawa keluar ruangan itu untuk dibawa keruangan bersalin karena benar adanya Aluna akan segera melahirkan dengan kondisi pembukaan sudah memasuki pembukaan lima.


"Loh Dok kenapa dibawa lagi keluar"tanya Hasbi yang melihat Aluna kembali dibawa keluar dengan brangkar yang sama.


"Ibu mau kami bawa keruang bersalin Pak,karena disini hanya untuk pemeriksaan saja untuk penanganan persalinan nya ada diruangan bersalin disebelah sana"jawab suster yang membantu membawa Aluna.


"Oh iya sus.Apa saya bisa ikut menemani disana sus?"


"Boleh Pak dan sebaiknya memang ditemani suami biar Ibu nya semangat saat menjalani proses yang nggak mudah ini.Mari Pak ikuti kami"

__ADS_1


Hasbi pun berjalan dibagian belakang,mengekori dua suster yang membawa Aluna keruangan bersalin.


__ADS_2