
"Abang pulang dulu,jika kamu masih merasa ragu denganku mintalah petunjuknya.Dia tidak akan pernah salah memberikan jawaban pada umat yang berpasrah diri padanya.Abang pamit,Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam,hati hati Bang"
Aisah menatap punggung Randy yang berlalu pergi meninggalkan nya,matanya berkaca kaca.Sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau pria yang selama ini sudah dia anggap Kakak sendiri itu akan menjadi kepala rumah tangga untuk menggantikan mendiang suaminya.
Seketika Aisah merasa tidak percaya diri dan merasa tidak pantas untuk mendapatkan pria sebaik Randy.Randy pria baik yang bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari dirinya.
Namun untuk mendebatpun rasanya kini bukan waktu yang tepat dimana Aisah masih berusaha mengontrol hati dan jantung nya yang kini tengah berolah raga didalam sana.
*
*
__ADS_1
Sehari sebelum keberangkatan mereka ke kampung halaman Hasbi,Aisah meminta bertemu dan berbicara empat mata dengan Randy.
Bukan apa apa,Aisah hanya tidak ingin Randy melakukan itu karena terpaksa atau karena rasa iba semata.
Karena itu Aisah ingin berbicara lebih banyak terlebib dahulu sebelum menghadap kepada kedua orang tuanya.Lebih tepat nya bicara dari hati ke hati terlebih dahulu sebelum niatan itu terealisasikan.
Dan kini disinilah dia saat ini,duduk menepi disalah satu sudut disebuah taman yang cukup ramai oleh pengunjung.
"Assalamualaikum Ai,maaf Abang terlambat"ujar Randy duduk disebelah bangku yang kosong dengan meyimpan tas kerjanya ditenga tengah sebagai pembatas untuk dirinya dan juga Aisah setelah mengucapkan salam.
Selain masih merasa malu dengan kejadian malam itu,Aisah juga tiba tiba merasa gugup setelah pria itu duduk didekatnya walaupun masih dengan jarak aman.
"Tidak masalah lagi pula Bang Hasbi sudah kembali kekantor jadi untuk saat ini pekerjaan Abang sudah terbilang santai.Lalu apa yang ingin kamu bicarakan"tanya Randy yang hanya melirik sekilas sekilas ke arah Aisah tanpa berani menatap lama wajah cantik berbalut kimar yang menjadi ciri khasnya sedari dulu di awal awal pertemuan mereka.
__ADS_1
Wajah yang mampu menarik perhatian Randy yang selalu bersikap tidak peduli dan acuh dengan makluk yang namanya perempuan bahkan Randy seolah anti dengan salah satu makluk ciptaan tuhan yang menurutnya ajaib itu.
Namun pertemuan nya dengan Aisah mampu membuat hati nya bergetar dan jantungnya berdetak lebih kencang tapi sayang Randy harus memaksa perasaan nya mati sebelum berkembang karena si wanita telah bersuami bahkan tengah mengandung pada saat itu.
Aisah pun menghela nafas sepenuh dada sebelum mengutarakan apa yang ingin dia sampaikan pada Randy saat ini.
"Apa Abang serius ingin melanjutkan apa yang kita bicarakan malam itu?"tanya Aisah ragu ragu namun harus dia lakukan demi mendapatkan kejelasan dari pria yang berniat mengkhitbahnya.
"Insya Allah serius dan jika Allah mengijinkan maka semua akan terjadi.Memang kenapa?apa kamu ingin menolaknya?tidak masalah jika hatimu tidak bisa menerima kehadiran ku,aku tidak akan memaksa jangan jadikan niatanku sebagai beban untukmu"jawab Randy menekan rasa kecewa dihatinya saat mungkin harus kembali kehilangan kesempatan mendapatkan orang yang sudah mencuri hati dan perhatiannya selama ini.
"Tidak,bukan begitu"
"Lalu kenapa?ada apa,hhmm"
__ADS_1
"Aisah hanya merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping Abang.Abang terlalu baik untuk Aisah yang masih butuh bimbingan dalam segala hal,bahkan Abang masih lajang apa tidak sebaiknya Abang mencari pendamping yang setidaknya sama sama lajang bukan seorang janda dengan dua orang anak seprti Aisah".