
"Assalamualaikum anak anak Ummi"ucap Aisah mengucap salam pada kedua anaknya yang tengah asik menikmati makanan mereka.
"Wa'alaikumsalam Ummi.Sudah selesai belanjanya?"jawab Alzam seraya bertanya kepada sang ibu yang baru saja bergabung dengan kedua anaknya dimeja yang khusus dipesan oleh Randy untuk mereka makan siang.
"Sudah sayang,maaf ya Ummi lama dan bikin kalian berdua kecapean"jawab Aisah yang merasa bersalah kepada kedua anaknya itu.
"Sudah Mbak biar kami yang lanjutkan terima kasih atas bantuan nya"ujar Randy pada karyawan yang sudah membantunya menjaga kedua anak dari Aisah sembari memberikan tips untuknya.
"Iya Pak sama sama,anak Bapak juga baik baik pada nurut semua.Kalau begitu saya pamit ya Pak,terima kasih tips nya"ucapnya berlalu dari sana dan membiarkan keluarga kecil itu menikmati waktu makan siang mereka.
"Anakku?apa aku terlihat seperti ayah mereka ya?"gumam Randy saat mendengar apa yang baru saja karyawan tadi katakan.
*
*
"Om Randy tidak mampir dulu?"ucap Alzam saat meraka sudah tiba dirumah yang diantarkan langsung oleh Randy.
"Tidak,lain kali saja ya.Om harus balik lagi kekantor"jawab Randy setelah selesai menurunkan barang belanjaan milik Aisah yang hampir memenuhi mobilnya.
"Baiklah tapi lain kali kita pergi bersama lagi ya Om"
"Boleh,dengan senang hati.Baiklah kalau begitu Om pamit ya,Assalamualaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam"
"Eh Bang tunggu"ujar Aisah menghentikan langkah Randy yang akan masuk kedalam mobil.
"Ada apa Ai?apa ada yang ketinggalan?"tanya Randy kembali menutup pintu mobil lalu bergegas menghampiri Aisah.
"Ng_nggak ada"jawab Aisah sembari menggelengkan kepalanya.
"Lalu?apa ada yang ingin kamu katakan?"
"Mmm,terima kasih.Dan,maaf selalu merepotkan Abang"lirih Aisah menundukan kepalanya.
"Tidak masalah Dek,Abang pamit ya.Hati hati dirumah kalau ada apa apa jangan sungkan hubungi Abang"
"Iya Bang,hati hati dijalan"
Sedangkan Aisah masuk kedalam rumah bersama dengan kedua anaknya dan membawa serta barang belanjaan yang tadi sudah dibeli nya.
Kehangatan nampak terasa dihati keduanya.Aisah yang baru saja kehilangan sang suami tentu akan sangat sulit untuk membuka hati karena sosok Adam begitu sempurna dimatanya.
Tidak ada celah sedikit pun yang menunjukan keburukan tentang seorang Adam Mahendra yang begitu bertanggung jawab,sabar dan penyayang.
Sehingga akan sulit buat Aisah untuk bisa melupakan mendiang suaminya itu.Namun kehadiran Randy membuat hatinya yang semula terasa dingin dan beku kini mulai terasa menghangat kembali.
__ADS_1
Begitu pun dengan Randy yang merasakan sebuah kesempurnaan keluarga disaat bersama dengan Aisah dan juga anak anaknya.
Entah mengapa Randy begitu menyayangi kedua anak kecil itu.Selama kebersamaan mereka diwaktu Randy selalu membantu keluarga Aisah dimasa berdukanya perasaan sayang terhadap kedua bocah itu pun mulai tumbuh dan berkembang hingga saat ini.
*
*
"Ummi Om Randy baik ya"ujar Alzam disela makan malam yang tengah keluarga kecil itu lakukan.
3 bulan sudah meja makan itu kehilangan kepala rumah tangga mereka karena tuhan jauh lebih menyayanginya walaupun kepulangan nya menimbulkan banyak luka dan juga rasa sakit untuk sang istri dan anak sulung mereka tentunya.
Karena untuk si kecil Naima sendiri yang masih berumur 2½ tahun masih belum mengerti apa apa.
"Iya baik banget malah,memang kenapa Nak?"tanyw Aisah yang merasa heran putranya itu tiba tiba mengatakan sebuah pujian untuk Randy.
"Mmm,Alzam mau Om Randy jadi Ayah buat Alzam dan juga Naima.Menggantikan Abi"
Deg....
Braakkkk
Tiba tiba terdengar suara benda jatuh dari arah pintu masuk ke arah ruang makan itu.Sontak Aisah dan Alzam pun menoleh ke arah suara.
__ADS_1
"Ba_Bang Ra_Randy"
"O_Om Ra_Randy".