Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
MCH.seasion 2(Bab.3)


__ADS_3

Hasbi menatap tak percaya dengan penglihatan nya saat ini.Saat dimana untuk pertama kalinya dia bertemu dengan sekertaris barunya yang tak lain adalah Rania.


Bahkan Hasbi begitu tercengang melihat tampilan baru Rania yang kini sudah melepas hijabnya dan membiarkan mahkotanya terurai begitu saja.


Tak sungkan sungkan Rania bahkan memakai pakaian yang cukup ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.Hasbi tidak pernah menyangka kalau Rania akan senekad itu setelah kepergian sang suami dan juga ayahandanya setahun yang lalu.


Ustad Ridwan yang merupakan ayah dari Rania dan juga kania memang telah berpulang ke Rahmatullah satu lalu karena penyakit komplikasi yanh dideritanya.


Dan mungkin itu juga pemicu tampilan baru Rania saat ini.Karena jika Ustad Ridwan masih ada beliau tidak akan mungkin membiarkan anak anaknya untuk membuka aurat apalagi memakai pakaian yang bisa menggoda syahwat para pria yang melihatnya bangkit.


"Selamat siang Pak.Perkenalkan saya Rania sekertaris baru Bapak"ucap Rania menyapa calon atasan nya dengan berusaha bersikap sepropesional mungkin.


Diluar kantor Hasbi dan juga Rania memang sudah saling mengenal bahkan sempat akan menjalin ikatan suci namun urung terjadi karena Rania lebih memilih menikah dengan pilihan orang tuanya.

__ADS_1


Namun jika dikantor Rania adalah karyawan baru yang harus menghormati dan bersikap sopan terhadap atasan nya dan Hasbi cukup menghargai itu.


"Iya selamat siang juga,saya Hasbi dan saya adalah owner disini.Selamat bergabung diperusahaan kami dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik"jawab Hasbi dengan nada datar dan juga dingin.


"Untuk pekerjaan kamu,kamu bisa mendatangi ruangan Pak Randy karena dia yang menghandel semua pekerjaan sekertaris sebelum ada sekertaris baru.Jadi silahkan lanjutkan pekerjaan kamu dan masuk kembali disaat berkas yang saya minta sudah selesai dikerjakan"titahnya langsung kembali fokus pada pekerjaan yang ada didepan nya.


"Baik Pak,kalau begitu saya pamit undur diri dan selamat bekerja Pak"jawab Rania segera berlalu setelah mendapat jawaban yang hanya gumaman dari Hasbi.


Sungguh tidak nyaman rasanya bagi Hasbi untuk bekerja bersama dengan Rania setelah apa yang terjadi satu minggu lalu yang membuat hatinya dirundung rasa marah dan juga kecewa atas apa yang dilakukan oleh almarhum sahabatnya Gusti.


Rania memang harus mulai bangkit dengan mulai mencari kesibukan yang mungkin salah satunya dengan bekerja.Walaupun Gusti meninggalkan harta yang cukup untuk menunjang kehidupan nya namun jika tidak dibarengi dengan ikhiar pun maka yang ditinggalkan akan habis tergerus oleh waktu.


Hasbi juga cukup kagum dengan keputusan Rania yang tidak hanya mengandalkan warisan saja untuk melanjutkan hidupnya dan kedua putrinya dengan memutuskan untuk bekerja walaupun sedikit kecewa dengan keputusan merubah penampilan nya.

__ADS_1


Sebagai seorang sahabat dan orang yang pernah menaruh hati pada janda dua anak itu sungguh Hasbi menyayangkan tindakan Rania yang terkesan ceroboh dengan membuka auratnya.


*


*


Fokus berkutat dengan pekerjaan membuat Hasbi cukup lupa akan waktu sehingga diwaktu makan siang pun dia masih disibukan dengan berkas berkas yang ada dimejanya hingga sebuah ketukan pintu membuyarkan fokusnya.


"Masuk"titahnya tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop yang ada dimejanya.


"Ini makan siang anda Pak.Sedari tadi Bapak tidak terlihat keluar untuk makan siang jadi saya bawakan makan siang nya kemari"ujar wanita yang kini begitu ingin dia hindari


"Terima kasih atas perhatian kamu tapi untuk besok besok lebih baik tidak dilakukan lagi karena jam makan siang saya memang sengaja tidak makan dikantor.Saya akan pulang untuk makan siang bersama dengan istri dan anak saya"ucap Hasbi yang langsung menutup laptopnya dan bangkit dari duduknya berlalu begitu saja tanpa menghiraukan nasi kotak yang dibawakan oleh Rania untuknya.

__ADS_1


Rania hanya bisa memandang sendu punggung kekar yang dahulu pernah merencanakan masa depan indah bersama namun takdir berkata lain saat dirinya tergoda oleh pesona Gusti yang sudah lebih dulu mapan dibanding Hasbi yang masih merintis usahanya.


__ADS_2