Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
MCH.seasion 2(Bab.30)


__ADS_3

"Tolong temani kami ya Om.Ummi boleh menolak tawaran bantuan dari Om Randy saat Umi belanja seorang diri kalau dengan kami tolong terima bantuan Om Randy.Kami sudah lelah menemani Ummi belanja"protes si sulung Alzam yang sudah benar benar lelah karena ulah sang Ibu yang mengajaknya terus berkeliling swalayan itu.


Randy mengatupkan bibirnya menahan tawa saat mendengar ocehan bocah kelas 1 SD itu.Begitu menggemasakan,mewakili hati dan perasaan para suami saat menemani para istri berbelanja.


Sedangkan Aisah sendiri memalingkan wajah merahnya agar tidak terlihat oleh Randy.Malu?tentu saja,bagaimana bisa anaknya mengomelinya didepan orang lain bahkan seorang pria.


"Astaghfirullah Alzam,ga bisa ya ngomelnya dirumah saja"gerutu Aisah dalam hati.


"Oh iya didepa ada cafe untuk keluarga Om ajak Alzam dan Naima ke cafe itu ya.Alzam dan Naima bisa nunggu Ummi selesai belanja disana bagaimana?"saran Randy pada akhirnya menemukan solusi untuk kedua bocah yang memang sudah nampak kelelahan itu.


"Dan untuk kamu Ai,tunggu Abang disini.Biar nanti Abang yang temani kamu"lanjutnya lagi sembari mengangkat tubuh mungil Naima dan membawanya dalam gendongan.


Berlalu meninggalkan Aisah yang masih terpaku ditempatnya bahkan melongo saat melihat kedua anaknya begitu menurut pada apa yang dikatakan oleh Randy.

__ADS_1


Aisah hanya bisa menatap sendu punggung Randy yang kian menjauh darinya lalu menghilang di ujung jejeran rak yang ada diswalayan itu.


"Terima kasih"guman Aisah dengan mata berkaca kaca.


*


*


"Nah Alzam sama Naima tunggu disini ya nanti setelah Om selesai temani Ummi belanja Om akan kemari,tenang saja Om akan menitipkan kalian pada pegawai disini"ujar Randy membawa kedua bocah itu kesebuah restoran yang dimemang diperuntukan untuk keluarga dan kebetulan ada didepan swalayan tempat Aisah belanja.


Lalu setelahnya bergegas mencari keberadaan Aisah yang ternyata ada dibarisan sabun sabun cuci berbagai merek dan berbagai jenis.Randy tersenyum saat melihat Aisah yang begiti kesusahan saat akan mengambil sabun cair yang terletak dibagian atas rak itu.


"Kenapa tinggi banget sih nyimpen nya,ya ampun susah"gerutunya yang belum bisa mengambil sabun yang dia mau dan biasa dia gunakan.

__ADS_1


Hingga satu tangan kekar meraihkan nya dan seketika Aisa membeku saat aroma parfum dari tubuh Randy masuk kedalam indra penciuman nya.


Karena Randy juga berada dibelakang Aisah dan tanpa sengaja saat Randy maju satu langkah untuk bisa mengambil apa yang di inginkan Aisah punggung Aisah dan dada bidang Randy saling menempel dan hal itu membuat jantung Aisah berdetak tak karuan.


"Astaghfirullahalaszim"gumam Aisah dalam hati serta mengusap ngusap dadanya untuk menenangkan detak jantung nya yang berdetak tak karuan.


"Sudah,ayo kita cari yang kamu butuhkan lagi"ucap Randy sembari meraih kereta belanjaan dan mendorong nya.


"Bi_biar Ai saja Bang yang bawa"ujar Aisah mengjar Randy yang sudah melangkah terlebihj dahulu dan membawa serta kereta belanjaan milik Aisah.


"Sudah biaer abang saja yang bawa"jawab Randy seraya terus melangkah menelusuri jejeran rak yang berisi kebutuhan rumah tangga.


Keduanya pun nampak seperti sepasang pasutri yang tengah berbelanja bersama.Bahkan tak jarang orang orang yang berpapasan dengan keduanya mengira kalau keduanya adalah pasangan yang romantis.

__ADS_1


Dan hal itu mampu membuat Aisah kurang nyaman berbeda dengan Randy yang jauh lebih cuek dan santai bahkan seperti menikmati praduga para teman teman berbelanja mereka hari ini.


__ADS_2