
"Mmm,Alzam mau Om Randy jadi Ayah buat Alzam dan juga Naima.Menggantikan Abi"
Deg....
Braakkkk
Tiba tiba terdengar suara benda jatuh dari arah pintu masuk ke arah ruang makan itu.Sontak Aisah dan Alzam pun menoleh ke arah suara.
"Ba_Bang Ra_Randy"
"O_Om Ra_Randy"
Aisah dan Alzam pun bangkit dari duduknya saat melihat orang tengah mereka bicarakan kini ada diantara mereka berdua karena malam itu si kecil Naima sudah tertidur lebih dahulu karena kelelahan seharian di ajak berbelanja oleh sang Ibu.
"Ma_maaf aku tidak bermaksud menguping pembicaraan kalian"ujar Randy yang tiba tiba merasa gugup sembari memunguti kantonmg belanjaan yang berisi mainan Naima yang tertinggal didalam mobilnya
Dan baru sempat dia kembalikan karena kesibukan nya dikantor menggantikan Hasbi yang tengah mengambil cuti untuk pergi menyusul sang istri ke Kairo.Sehingga melimpahkan semua pekerjaan nya kepada Randy.
Alzam yang kadung mengucapkan kata kata yang membuat dua orang dewasa itu menjadi canggung dan gugupun berinisiatif untuk bertindak terlebih dahulu.
__ADS_1
Dengan penuh keyakinan Alzam berjalan mendekati Randy dan menggenggam erat tangan pria dewasa itu.
"Om,boleh Alzam tanya sesuatu?"tanyanya sembari mendongakkan kepalanya.
"Boleh,apa yang ingin Alzam tanyakan pada Om"jawab Randy berjongkok untuk mensejajarkan tubuh bocak kecil yang nampaknya dipaksa dewasa oleh keadaan.
"Apa Om sudah memiliki kekasih?"
"Belum"
"Apa Om berniat menikahi seseorang dengan cara ta'aruf?"
"Nggak juga"
"Untuk saat ini tidak ada,memangnya kenapa?"
"Lalu menurut Om bagaimana pendapat Om tentang Ummi?"
"Ummi?kenapa dengan Ummi?"
__ADS_1
"Jawab saja tapi harus dari segi mata lelaki melihat wanita bukan Abang pada Adeknya dan jawab yang jujur,ingat bohong itu DOSA"
Mendengar pertanyaan terakhir dari bocah kecil itu reflek Aisah dan juga Randy pun saling lirik dan dalam beberapa detik tatapan keduanya saling bertemu dan saling mengunci hingga Aisah memutus pandangan itu dengan menundukan kepalanya.
Aisah masih tidak habis pikir bagaimana anak sekecil Alzam sudah mengerti dengan permasalahan orang dewasa.
"Jawab Om kenapa diam?"tanyanya lagi penuh dengan rasa penasaran akan apa yang akan keluar dari pria yang begitu dia kagumi setelah sang ayah yang telah berpulang kepangkuan sang Illahi.
"Alzam jangan begitu Nak"lirih Aisah karena malu dan juga takut kalau Randy akan berpikir negatif terhadapnya.
"Menurut pendapat Om tentang Ummi dari segi mata pria,ya?Ummi adalah calon Ibu yang Om harapkan hadir dalam hidup Om untuk melahirkan anak yang banyak untuk Om"jawab Randy tanpa mengalihkan pandangan nya pada wajah cantik nan ayu milik Aisah.
Aisah sendiri begitu terpaku mendengar apa yang di ucapkan oleh Randy mengenai dirinya sehingga tanpa sadar ikut menatap ke arah wajah Randy yang menatapnya penuh dengan kelembutan.
"Lalu apa Om mau menerima Alzam dan juga Naima sebagai anak Om?"lanjut bocah kecil itu dan hal itu mampu membuat pandangan diantara Aisah dan juga Randy terputus karena Randy yang langsung menoleh ke arah Alzam saat anak itu bertanya demikian.
"Dari awal Om datang kerumah ini untuk membantu kalian,Om sudah menganggap kalian seperti anak Om sendiri.Memang kenapa sih Nak?kok pertanyaan kamu hari ini aneh sekali?"tanya balik Randy pada Alzam sembari membelai sayang pucuk kepala anak laki laki dari Aisah itu.
Bukan nya menjawab Alzam malah berbalik menjadi menghadap sang Ibu dan memunggungi Randy yang masih berjongkok dibelakang tubuh mungil itu.
__ADS_1
"Ummi dengarkan.Om Randy sudah bersedia menjadi Abi untuk Alzam dan juga Naima"
"Uuhhuukkk...uuhhuukkk....".