
Hasbi mengrutkan dahinya saat memasuki ruangan nya nampak Rania tengah duduk manis dikursi ruangan nya.
"Apa ada berkas yang harus saya tanda tangani?"tanya Hasbi yang merasa sudah menyelesaikan pekerjaan nya saat dia akan pulang untuk makan siang tadi.
"Tidak.Ini aku cuma mau ngasih ini,makanan kesukaan kamu.Sudah lama kan kita nggak makan makanan ini sama sama,duh jadi kangen masa masa dikampus"ujar Rania menyodorkan sebuah paperbag berisi makanan berupa gado gado yang menjadi makanan favorit Hasbi saat berkuliah dulu.
"Maaf Rania jika tidak ada kepentingan pekerjaan saya harap kamu tetap menjaga sopan santun kamu dengan tidak memasuki ruangan saya sembarangan.Saya tahu mungkin kamu mengira karena kita sudah saling mengenal maka kamu mendapat hak istimewa disini,tapi Rania perlu saya beritahukan di saat orang memasuki kawasan kantor maka peraturan dikantor akan tetap berlaku bahkan untuk anak dan istri saya jadi saya harap kamu bisa mematuhi peraturan yang dikantor ini.Jadi silahkan keluar dari ruangan saya jika tidak ada urusan yang berkaitan dengan pekerjaan"jelas Hasbi cukup panjang lebar yang membuat Rania tercengang.
Hasbi pun melewati Rania begitu saja tanpa sedikit pun mau menyentuh barang yang dibawakan oleh Rania untuknya.
"Tapi Bi___"
"Maaf Rania saya sibuk"lanjut Hasbi memotong ucapan Rania tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptopnya.
__ADS_1
Dengan penuh rasa kecewa akhirnya Rania pun berlalu dari hadapan Hasbi dengan membawa kembali paperbag yang bahkan tidak disentuh sedikit pun oleh Hasbi.
Hasbi mengehembuskan nafas panjangnya.Tidak tega rasanya melihat Rania terabaikan oleh sikap dingin nya,namun Hasbi juga tidak ingin membuat Rania salah paham akan sikap pedulinya.
Apalagi setelah pengakuan cinta yang Rania lakukan bahkan menghiraukan kehadiran Aluna yang kini sudah sah menjadi istri Hasbi.
*
*
"Memang kenapa Pak?apa pekerjaan nya kurang baik?"tanya Randy balik.
"Tidak.Dia selalu melakukan tugas nya dengan baik hanya saja,saya merasa terganggu dengan sikapnya yang tidak bisa membedakan antara didalam kantor dan diluar kantor"jelas Hasbi cukup jujur dengan apa yang dia rasakan saat ini.
__ADS_1
Randy memang tempatnya berkeluh kesah selama ini.Selain telah melewati berbagai hal bersama Rendi juga selalu ada menjadi garda terdepan untuknya.
Bahkan Randy rela mengorbankan waktunya hanya untuk selalu ada disaat Habi membutuhkan nya.Hingga di umurnya yang sudah memasuki kepala tiga Randy masih saja betah menyendiri.
Berulang kali Hasbi mencoba mengenalkan nya dengan beberapa gadis dari keluarga sahabat sahabatnya atau kenalan dari Abah Hasan namun berulang kali juga gagal ditengah jalan.
Hingga kini Hasbi pun mulai menyerah dan mempasrahkan jodoh untuk asisten,rekan kerja,sahabat dan sekaligus saudara untuknya itu kepada allah SWT.
"Baiklah Pak kalau itu sudah menjadi keputusan anda.Kebetulam dibagian marketing sedang kekurangan tenaga jadi Mbak Rania bisa kita rolling kesana"jawab Randy yang tahu betul alasan dibalik kepindahan Rania ke bagian marketing.
Namun Randy sangat tahu diri dan tahu tempat.Sangat tidak mungkin baginya untuk membicarakan masalah pribadi didalam lingkungan kantor.
Rania pun Akhirnya dipindahkan kebagian marketing sehari setelah permintaan Hasbi terucap.Dan begitulah cara kerja Randy dia tidak akan menunggu lama untuk bekerja karena semakin cepat melaksanakan printah maka akan cepat juga pekerjaan itu selesai,begitu prinsip Randy selama dia bekerja dengan seorang Muhammad Hasbi Maulana.
__ADS_1