
"dan seminggu sebelum aku menikah aluna pergi entah kemana abah,sungguh ini pertama kalinya lagi kami bertemu setelah 5 tahun karena aku benar benar tidak tahu dia ada dimana bahkan sudah 4 tahun ini aku berusaha keras untuk mencarinya namun hasilnya nihil"
sontak penjelasan hasbi membuat abah amar dan juga ummi halimah dibuat terkejut sementara aluna sendiri hanya bisa tertunduk dan membisu tak dapat berkata kata
"lalu apa rencana kalian selanjutnya?"tanya abah amar membuka suara kembali setelah sesaat terasa hening
"menikah saja,ummi senang kalau aluna jadi mantu dirumah ini"sela ummi halimah dengan wajah berbinar
"tapi ummi aluna___"
"dia sudah menjadi muslimah abah,jadi apa lagi yang harus dipikirkan?kita satu keyakinan sekarang"jelas ummi halimah memotong ucapan sang suami
ummi halimah hapal betul watak suami nya dan juga kekhawatiran yang dirasakan oleh sang suami,ummi halimah mungkin juga akan keberatan kalau aluna masih seperti yang dulu namun kini sudah tidak ada lagi penghalang bagi ummi halimah dan juga abah amar untuk memberi restunya pada hasbi dan aluna untuk bersama.
"apa benar ya di katakan ummi lun?"kini giliran aluna yang ditanya oleh abah amar prihal keyakinan nya
"iya benar abah,sudah 4 tahun aluna berpindah keyakinan namun masih harus banyak belajar lagi agar lebih baik dan lebih sempurna dalam menjalankan kewajiban seorang muslim yang baik"jawab aluna masih menundukkan kepala nya
__ADS_1
"alhamdulillah"gumam hasbi saat mendengar aluna kini telah sejalan dengan nya
"abah,ummi sekarang abi ingin meminta restu abah dan juga ummi untuk mengkhitbah aluna"ucap hasbi kemudian yang di sambut binar bahagia oleh ummi halimah
"kamu yakin bi?"tanya abah amar lagi
"insha allah yakin abah,abi sudah menunggu aluna selama 4 tahun bagaimana mungkin abi tidak yakin"
"lalu bagaimana dengan kamu aluna,apa kamu mau menerima lamaran dari hasbi?"
"tapi kamu beneran mau menerima lamaran ini kan lun?"tanya hasbi mengikis jarak tanpa memperdulikan kalau dimasih ada ummi halimah dan juga abah amar
"jaga hasbi maulana kalain belum mahram"tegur abah amar pada anak sulung nya yang kini berubah jadi sedikit rusuh padahal dulu terkenal kalem dan juga pendiam namun berubah saar berhadapan dengan seorang aluna
sedang kan ummi halimah hanya menggelengkan kepalanya pelan sembari tersenyum melihat kelakuan sulung nya itu
"assalamualaikum abah,ummi"terdengar suara salam dari arah luar dan ternyata aisah beserta seluruh keluarga nya dan ditambah dengan ayana baru saja sampai dirumah itu
__ADS_1
"wa'alaikumsalam,sudah sampai nak?ayo duduk gabung dulu sama yang lain sebentar lagi sarapan nya siap jadi kita bisa sarapan bersama"ucap ummi menyambut anak bungsu beserta keluarga nya
"iya siap ummi"jawab aisah
"maaf ya mi jadi merepotkan"sambung adam yang berjalan tepat dibelakang aisah yang sedang menggendong anak sulung mereka sedangkan aisah sendiri menggandeng yangan ayana anak sulung sang kakak.
"tidak apa apa nak adam,ummi senang loh coba kaya gini setiap hari ummi pasti sangat bahagia"
"ummi bahagia kita yang repot bulak balik jakarta kesini tiap hari,duh cape ummi"ujar aisah mendrama
"ya sudah sana tunggu diruang keluarga dulu nanti kalau sudah siap ummi panggil ya ummi mau kedapur mau bantuin bi darmi dulu"ummi halimah pun bergegas menuju dapur untuk membantu menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga nya yang kini telah berkumpul denga pormasi lengkap bahkan kini aluna hadir sebagai calon mantu baru menggantikan kania yang telah lama berpulang ke rahmatullah.
*
*
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1