
"Kemarilah,duduk disini kita perlu bicara banyak hal"ujar Hasbi menepuk pahanya yang nampaknya sudah siap ditempati oleh sang istri untuk duduk.
Namun Aluna memilih duduk disamping nya karena merasa canggung kembali akibat sudah dua bulan mereka hidup bagaikan orang asing yang saling mengabaikan dan tidak saling bertegur sapa walaupun satu rumah.
"Loh kok duduk disitu?kan Mas nyuruh duduk disini"protes Hasbi yang langsung menarik tubuh Aluna untuk duduk dipangkuan nya.
"Jangan begini Mas,tidak akan nyaman"ucap Aluna yang berusaha turun dari pangkuan Hasbi namun gagal karena Hasbi mendekapnya begitu erat.
"Biar begini dulu sayang,Mas kangen banget sama kamu"
Kini keduanya tengah berada didalam kamar setelah makan malam bersama dan juga bercengkrama sebentar bersama dengan keluarga Bibi Amora.
Karena malam sudah larut kedua pasutri itu pun memutuskan untuk beristirahat didalam kamar ya walaupun pada akhirnya keduanya malah menghabiskan waktu dengan mengobrol.
Membicarakan semua hal yang terjadi selama mereka berpisah dan apa saja yang mereka lakukan dan mereka alami.
Termasuk saat malam kecelakaan itu terjadi.Aluna cukup tercengang saat mendengar penjelasan dan kejujuran yang Hasbi sampaikan saat ini padanya.
Aluna cukup kaget mendengar cerita Hasbi tentang sosok wanita alim seperti Rania yang berubah menjadi wanita yang nekad dan berani melakukan apapun demi keinginan nya dan berakhir dengan kehilangan nyawanya.
"Maafkan Mas ya.Mas tahu kalau apa yang Mas lakukan sudah menyakitimu"Hasbi kem,bali mendekap erat tubuh Aluna.
__ADS_1
Kini keduanya sudah duduk diatas ranjang dengan Aluna yang tidur didada bidang Hasbi dan mejadikan dada bidang itu sebagai bantal untuk kepalanya.
Sedangkan tangan nya melingkari pinggang kokoh pria yang sudah menjadi suaminya selama dua tahun itu.Keduanya pun saling memeluk melepas rindu yang selama ini tertahan karena sikap Hasbi yang tidak ingin melukai hati Aluna dengan merahasiakan apa yang dia alami.
Namun malah membuat wanita yang sudah menjadi ibu dari anaknya itu jauh lebih tersakiti dengan kebungkaman nya selama ini.
*
*
"Apa kamu yakin akan pulang bersama dengan Nak Hasbi?"tanya Bibi Amora saat Aluna secara pribadi meminta ijin pulang bersama dengan suaminya.
"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan kamu,semoga tidak ada lagi kesalah pahaman diantara kalian.Berbahagialah sayang"Bibi Amora pun memeluk keponakan tercintanya itu penuh dengan kasih sayang.
Sangat menyayangkan kepulangan Aluna dan juga Hasbi namun beliau juga tidak bisa berbuat apa apa karena Aluna memang memiliki kewajiban sebagai seorang istri yang wajib mengikuti kemana pan sang suami pergi.
"Ijinkan saya membawa kembali Aluna dan Alif Bibi.Maaf jika Hasbi sempat menyakiti dan membuat Aluna pulang tanpa suami membersamainya"ujar Hasbi menunduk merasa malu dan gagal menjadi seorang suami yang bertanggung jawab terhadap istri dan anaknya.
"Pergilah bawa kembali istri dan anakmu Nak,ingat jika ada masalah apapun itu lebih baik dibicarakan dengan baik baik dan dengan kepala dingin.Kejujuran itu memang kadang sangat menyakitkan namun akan jauh lebih baik dari pada kebohongan"ucap Bibi Amora memberi nasehat pada Hasbi dan juga Aluna yang akan kembali pulang ketanah air esok hari.
Keduanya pun nampak mengangguk patuh dan membenarkan apa yang Bibi Amora katakan pada mereka.
__ADS_1
Kejujuran itu memang kadang sulit dan menyakitkan namun itu jauh lebih baik dari pada sebuah kebohongan.
*
*
Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga Aluna Hasbi dan Aluna pun berangkat ke Bandara diantar oleh Yusuf adik sepupu dari Aluna.
Keduan pasutri itu nampak berbahagia setelah menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada rumah tangga mereka selama dua bulan terakhir ini.
Dan setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam mobil yang dibawa Yusuf untuk mengantarkan Hasbi dan juga Aluna tiba diBandara internasional Kairo.
"Selamat jalan Kak,ingat kabari kami setelah Kakak tiba disana"ujar Yusuf saat Aluna dan juga Hasbi akan memasuki Bandara itu.
"Iya Dek nanti Kakak kabari kalau sudah tiba disana ya"
"Iya Kak,tolong titip kak Luna ya Bang Hasbi jangan buat Kak Luna menangis lagi ya"
"Iya Dek,Abang akan selalu menjaga Kak Luna dengan baik.Maaf jika Abang sempat membuat Kak Luna terluka dan menangis"
Ketiga orang itu pun berpisah dipintu masuk Bandara.Lambaian tangan Aluna dan Yusuf menjadi penutup acara perpisahan ketiganya.
__ADS_1