
Hasbi menatap luasnya hamparan awan yang menjadi teman selama perjalan nya menuju ke Kairo.
Setelah berbicara dengan sang ibu Hasbi pun kembali berpikir kalau apa yang Ummi Halimah katakan memang ada benarnya.
Hasbi harus jujur terhadap Aluna tentang apa yang sebenarnya terjadi malam itu.Dimana dia dengan lancangnya menyentuh tubuh wanita lain,namun semua itu terjadi bukan karena kehendaknya apalagi inginnya.
Semua karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab yang hingga saat ini belum Hasbi temukan pelakunya.
Selain Rania sudah meninggal pramusaji yang sempat melayani Hasbi saat acara makan malam dihari itu pun ternyata sudah tidak bekerja dan entah pergi kemana.
Hasbi pun sudah memerintahkan Randy untuk menyelidiki apa yang terjadi padanyaa sebelum kecelakaan itu terjadi.
Bahkan kini Hasbi sudah mengantongi hasil Lab yang membuktikan kalau dirinya dalam pengruh obat perangsang saat bersama dengan Rania dan menyentuh tubuh polosnya.
Hasbi menghela nafas panjang sembari memejan kan mata dan menggumamkan kata Istighfar sebanyak mungkin saat kembali teringat malam kelam sepanjang sejarah dalam hidupnya.
__ADS_1
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau Rania akan berubah menjadi wanita yang nekad bahkan hingga merendahkan marwahnya sebagai seorang wanita muslim yang terlahir dari seorang ayah dan ibu yang memiliki status Ulama dan Ustazah.
Lahir dan menghabiskan setengah hidupnya dilingkungan yang begitu agamis ternyata tidak mempu menjadikan iman seorang Rania kuat.
Sehingga dengan mudahnya membuak aurat didepan pria yang sedari dulu dia cintai namun tidak bisa dia miliki karena garis nasib dan jalan tak takdir tak merestui mereka bersama.
"Tunggu Mas Aluna,Mas akan menjemputmu dan Alif kembali pulang"gumam nya sembari kem,bali menatap awan putih diluar sana.
*
*
"Assalamualaikum"
Suara bariton seseorang yang mengucap salam mengejutkan nya ditengah aktifitasnya menjemur si bayi mungil yang kini sudah nampak lebih gembul itu
__ADS_1
"Wa_Wa'alaikumsalam"jawab Aluna terbata saat bersitatap dengan pria yang begitu dirindukan nya selama ini.
"Ma_Mas Hasbi?"Aluna menatap tak percaya pada sesosok pria yang kini berdiri didepan nya menatap penuh kerinduan dan juga penyesalan.
Hasbi menubrukkan tubuhnya ke tubuh Aluna disaat sang istri bangkit dari duduknya berniat menghampiri untuk mencium tangan sang suami dengan takzim.
Namun urung dilakukan keran Hasbi sudah lebih dulu memeluk erat tubuh wanita yang sudah melahirkan anak laki laki untuknya itu.
"Maafkan aku sayang,maafkan aku"lirih Hasbi setelah bisa kembali memeluk tubuh wanita yang sudah hampir tiga bulan dia abaikan dan dia hindari.
"Mas Hasbi"ucap Aluna tidak kalah lirih dengan Hasbi.
Aluna pun mulai tertisak didalam dekapan Hasbi.Betapa bahagianya wanita itu saat ini,dimana dia bisa kembali merasakan pelukan hangat sang suami yang sudah lama tidak dia rasakan.
"Maafkan Mas Aluna,sungguh Mas tidak bermaksud untuk mengabaikan kamu dan juga anak kita.Mas hanya merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi pada malam itu antara Mas dan juga Rania"jelas Hasbi yang tidak berniat melepas pelukan nya terhadap sang istri yang sebenarnya begitu teramat dia rindukan.
__ADS_1
"Ayo masuk dulu kerumah.Nanti kita bicarakan setelah Alif selesai mandi dan juga tidur ya"jawab Aluna mengurai pelukan Hasbi yang mendekat erat tubuihnya saat ini.
Hasbi hanya bisa mengangguk patuh pada wanita yang sudah membuat dunianya dipenuhi rasa bahagia sebelum keberadaan Rania yang membuatnya sedikit kacau.