
Bukan nya menjawab Alzam malah berbalik menjadi menghadap sang Ibu dan memunggungi Randy yang masih berjongkok dibelakang tubuh mungil itu.
"Ummi dengarkan.Om Randy sudah bersedia menjadi Abi untuk Alzam dan juga Naima"
"Uuhhuukkk...uuhhuukkk...."
Mendengar perkataan yang di ucapkan oleh bocah cilik itu Randy pun tiba tiba tersedak padahal tidak sedang memakan atau meminum apapun.
"Alzam jangan begitu sayang,Ummi mohon Nak"lirih Aisah semakin menundukan kepalanya.
Entah harus dengan cara apa lagi dia membujuk anak sulungnya untuk tidak berbicara yang aneh aneh lagi.
Bahkan saat ini dirinya sudah tidak punya dihadapan Randy.Untuk mengangkat kepalanya saja pun rasanya terlalu berat.
Melihat Aisah yang terus menunduk tentu membuat Randy tidak tega.Randy bangkit dari jongkok nya lalu berjalan menghampiri Aisah yang sebelum nya telah membisikan sesutu pada Alzam yang membuat Alzam tersenyum senang sampai memeluk Randy dengan erat lalu bergegas pergi kekamarnya.
Sayang karena terlalu malu Aisah jadi tidak sadar kalau anak sulung nya itu sudah meninggalkan mereka berdua.Bahkan saking malunya Aisah hingga tidak fokus dan tidak mendengar apa yang di ucapkan Randy pada Alzam.
__ADS_1
*
Tubuh Aisah semakin menegang kala netranya menangkap sepasang sepatu pria kini tengah berada didepan nya namun belum ada suara dari dipemilik sepatu itu.
Aisah yang dilanda rasa malu akibat ulah sang anak pun tidak mempunyai cukup keberanian untuk mengangkat kepalanya demi melihat wajah Randy atau lebih tepatnya memperlihatkan wajahnya pada Randy.
"Angkat kepalamu,nanti lehermu sakit"ujar Randy namun dijawab sebuah gelengan kepala oleh Aisah.
Setelah hampir lima menit berdiri didepan Aisah namun nampaknya janda anak 2 itu masih setia dengan menundukan kepalanya.
"Weekend ini kita pulang ya,kita menghadap Ummi sama Abah"lanjut Randy yang mampu membuat kepala Aisah terangkat dan menatap ke arah Randy walaupun hanya sesaat sebelum memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Hal baik dan niatan baik itu tidak baik ditunda tunda.Kamu mengerti kan dengan kata kata ini arahnya kemana?"tanya Randy lagi yang maju satu langkah lagi agar lebih dekat dengan Aisah yang tentu hal itu membuat jantung Aisah semakin berdisko ria.
"Ta_tapi Bang lebih baik jangan terlalu diambil hati apa yang Alzam ucapkan mungkin saat ini dia tengah merindukan Abi nya"
"Aku tahu,karena itu tidak ada salahnya kan kita mencoba?"
__ADS_1
Sontak ucapan Randy membuat Aisah menoleh dan menatap wajah tampan yang begitu meneduhkan hatinya itu,namun itu dulu.
Saat ini wajah tampan itu malah selalu membuat hati dan jangung nya menjadi tidak baik baik saja karena selalu berdebar tak karuan dan jantung berdetak lebih cepat dari semestinya kala berhadapan dengan nya.
"Maksud Abang apa?"
"Kita bicarakan dan diskusikan masalah ini dengan Ummi dan Abah dikampung.Tidak ada salahnya kan kita coba kabulkan ke inginan Alzam,lagi pula ini untuk pertama kalinya dia meminta sesuatu,bukankah akan mengecewakan jika kita tidak mengabulkan permintaan pertama nya"
"Tapi Bang ini bukan masalah main main"
"Aku tahu,karena itu kita diskusikan dengan Abah dan Ummi biar kita tidak salah melangkah"
"Tapi Abang bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Ai"lirih Aisah kembali menundukkan kepalanya karena merasa kurang pantas mendapatkan pria baik seperti Randy.
"Abang sudah mendapatkan nya,bukan baik lagi malah namun dia begitu sempurna untukku"
"Abang pulang dulu,jika kamu masih merasa ragu denganku mintalah petunjuknya.Dia tidak akan pernah salah memberikan jawaban pada umat yang berpasrah diri padanya.Abang pamit,Assalamualaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam,hati hati Bang".