Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
MCH.seasion 2(Bab.12)


__ADS_3

Tiga hari sudah Hasbi dan juga Randy berada diluar kota untuk menyelesaikan permasalahan yang ada didalam proses pembangunan restoran barunya.


Dan selama itu juga tak sekali pun Hasbi melewatkan harinya tanpa bertegur sapa dengan sang istri dan kedua anaknya.


Entah itu lewat telpon biasa mau pun video call selalu rutin dia lakukan,seperti saat ini sebelum Hasbi berangkat untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan rekan bisnisnya disana Hasbi akan menghabiskan waktunya terlebih dahulu dengan melihat wajah cantik istri tercinta dan si kecil Alif karena ai sulung Ayana tengah sibuk belajar untuk menghadapi ujian yang akan dilakasanakan minggu depan.


Dan hanya si kecil Aliflah yang hadir menyapa sang ayah sebelum sang ayah disibukan kembali dengan pekerjaan nya.


"Insya allah besok Mas pulang sayang,baik baik dirumah ya.Tunggu Mas pulang"ucap Hasbi ditengah perbincangan nya dengan Aluna dan juga Alif


"Iya Mas,hati hati dijalan ingat jaga diri ada istri dan anak yang menunggu kepulangan mu"Aluna yang mendadak melow saat akan mengakhiri sambungan telpon itu.


"Iya sayang,ya sudah Mas pamit ya Mas harus menghadiri pertemuan perusahaan,Assalamualaikum sayangku"Hasbi menutup percakapannya dengan sang istri


"Wa'alaikumsalam juga sayang"


Keduanya pun mengakhiri sambungan telpon itu dengan perasaan yang berbeda.Hasbi yang merasa puas karena rasa rindunya yang telah terobati.Sedangkan Aluna merasa sebuah kecemasan yang entah kenapa tiba tiba menyerang hatinya.

__ADS_1


Semua doa kebaikan dan keselamatan untuk sang suami pun terlantun dari mulutnya agar sang suami selalu dalam lindungan nya dimana pun dia berada saat ini.


*


Diluar kota...


Tanpa Hasbi dan Randy sadari sepasang mata terus saja mengintai keberadaan keduanya.Setiap gerak gerik keduanya tidak pernah luput dari pandangan nya.


"Kenapa mereka selalu bersama sih?menyebalkan"gumam Rania saat dia melihat Hasbi keluar dari arean kamar hotel bersama dengan Randy yang memang sengaja memesan kamar disebelah kamar Hasbi.


Rania memang sengaja mengikuti Hasbi dan Randy hingga kesana.Namun tanpa sepengetahuan keduanya tentunya.


Karena setelah kepergian Gusti,Rania memilih bekerja dan menitipkan kedua anaknya dirumah sang Ibu yang memang hidup sendiri setelah ditinggal suami dan anak pertamanya.


Hasbi dan Randy pun melanjutkan langkahnya menuju kesebuah restoran yang terletak masih satu gedung dengan hotel dan memilih duduk agak di pojok agar lebih nyaman nantinya.


Sedangkan Rania duduk dengan jarak yang cukup aman.Setelah menganati selama beberapa saat Rania tersenyum licik saat melihat seorang waiters membawa pesanan yang Hasbi dan rekan rekan nya pesan.

__ADS_1


Rania yang tahu betul minuman apa yang dipesan oleh Hasbi langsung menghadang waiters itu dan memasukan sesuatu kedalam minuman Hasbi.


"Jangan bocorkan hal ini pada siapapun,mengerti"ucapnya pada waiters itu sembari memasukan sebuab amplop pada pada saku kemeja yang waiters itu kenakan.


"Ba_baik Bu"jawab si waiters dengan wajah yang kebingungan.


Waiters itu pun langsung menyerahkan pesanan yang tadi Hasbi dan juga rekan rekan yang lain nya pesan.Semua nya pun berjalan sebagaimana adanya.


Hasbi pun nampak baik baik saja hingga bisa melewati sesi pertemuan dengan baik dan lancar.Hingga saat ingin mengantarkan rekan kerjanya tiba tiba Hasbi merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Ran tolong antar mereka sampai depan ya,sepertinya aku merasa kurang enak badan jadi aku naik duluan"titah Hasbi pasa Randy.


"Baik Pak,silahkan dan selamat beristirahat"


Hasbi pun pamit terlebih dahulu pada tamunya dan meminta maaf tidak bisa mengantarkan mereka karena merasa tidak enak Badan.


Setelah itu Hasbi pun bergegas menuju kekamarnya dengan langkah yang agak terseok seok karena kondisi tubuhnya yang tiba tiba memanas dan ada sesuatu yang meminta dilepaskan.

__ADS_1


Hasbi pun berusaha tetap menyadarkan dirinya dari apa yang dia rasa saat ini.Dan setelah melalui beberapa kamar akhirnya Hasbi pun berhasil memasuki kamarnya.


Namun betapa terkejutnya Hasbi saat ada seseorang tiba tiba menerobos masuk kedalam kamarnya dan memeluk erat tubuhnya.


__ADS_2