Muara Cinta Hasbi

Muara Cinta Hasbi
MCH.seasion 2(Bab.13)


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan?"bentak Hasbi pada orang yang entah siapa tiba tiba masuk dan memeluk tubuhnya


Hasbi pun melepas pelukannya dan menghempaskan tubuh itu cukup keras hingga orang itu terjengkang dan tersungkur dilantai.


"Rania?Astaghfirullah sadar Ra,istigfar"pekik Hasbi yang baru tahu kalau orang itu adalah Rania yang menerobos masuk dan langsung memeluk tubuhnya.


"Nggak Bi,aku sangat mencintai kamu Bi dan malam ini malam ini kamu akan jadi milikku"jawab Rania sembari bangkit dan kembali memeluk tubuh Hasbi.


"Aku tahu kamu sedang membutuhkan aku untuk meredakan gairah itu,iyakan Bi"ucap Rania yang terdengar begitu sensual ditelinga Hasbi.


Rania pun mulai menarik tengkuk Hasbi dan mencium bibir Hasbi penuh dengan gairah.Rania memang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan seorang lelaki karena kondisi sang suami yang kian hati kian memburuk sehingga Rania punharus menahan hasratnya.


Kini bagaikan mendapatkan setetes air diladang yang kekeringan Rania begitu bergairah kala bibirnya dapat menyentuh bibir lawan jenis apalagi pria itu adalah pria yang begitu dia dambakan selama ini.

__ADS_1


Walaupun sudah memiliki dua anak namun Rania sama sekali tidak pernah mencintai Gusti.Kepatuhan dan ketaatan nya pada orang tua membuat Rania menerima takdirnya menjadi istri pria lain dan buka pria yang begitu dia cintai dari semasa kuliah dulu.


Namun kali ini Rania bagaikan keluar dari sangkar yang selama ini memenjara tubuhnya.Kini Rania berubah menjadi wanita yang begitu agresif dan nekad melakukan apa saja demi mendapatkan cintanya.


Hasbi yang masih bisa mengendalikan diri pun kembali mengehempaskan tubuh Rania hingga Rania terjatuh ke atas ranjang.


"Gila kamu Ra"bentak Hasbi yang benar benar murka pada wanita yang dulu pernah menempati satu sudut direlung hatinya.


Dengan segera Hasbi menyambar kunci mobil miliknya dan meninggalkan Rania yang masih meringis kesakitan akibat pinggangnya yang bertabrakan dengan sisi ranjang.


"Tunggu Bi aku mohon temani aku malam ini saja,setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi"ucap Rania yang berlari menghadang Hasbi yang akan memasuki sebuah lift.


Namun Hasbi seolah tuli dia mengabaikan permohonan Rania yang terus memintanya menemaninya.Hasbi pun masuk kedalam lift yang kini sudah terbuka dangan Rania yang tetap mengikuti langkahnya.

__ADS_1


"Hasbi aku sangat merindukan mu"lirih Rania saat keduanya berada didalam lift.


Rania kembali mencoba memeluk Hasbi namun dengan segera Hasbi menepis tangan Rania agar tidak menyentuh tubuhnya yang kini tengah melawan rasa yang semakin bergemuruh didalam tubuhnya.


"Hasbi..."lirih Rania lagi namun Hasbi tetap bergeming.


Tubuhnya kini telah dipenuhi oleh keringat karena efek obat yang Rania berikan telah bereaksi namun sekuat tenaga Hasbi mencoba melawan semua rasa itu walaupun begitu menyiksa tubuhnya.


Hasbi mempercepat langkahnya menuju mobil miliknya.Mengatahui ada yang tidak beres dengan tubuhnya Hasbi berusaha mencari jalan untuk terlepas dari efek obat itu dan hal pertama yang Hasbi ingat adalah rumah sakit karena mungkin hanya disana Hasbi bisa menghilangkan efek obat itu tanpa melakuka dosa atau mengkhianati sang istri tercinta yang kini tengah menunggu kepulangan nya.


Namun tanpa diduga saat Hasbi masuk kedalam mobil Rania pun ikut masuk dan duduk disebelah Hasbi.


"Apa yang kamu lakukan Ra?keluar Ra selagi aku masih bisa menahan amarahku"ucap Hasbi yang kian murka dengan apa yang Rania lakukan saat ini namun Rania bergeming dan menghiraukan ancaman hasbi.

__ADS_1


Merasa tubuhnya semakin aneh Hasbi pun melajukan mobilnya dengan Rania yang ikut bersama nya.Hasbi melajukan mobilnya menuju kesebuah rumah sakit terdekat


Hasbi membelalakan matanya saat melihat tindakan Rania yang terbilang nekad dan tidak tahu malu.Dengan percaya dirinya Rania mulai melepas blezer dan kemeja yang dia pakai.


__ADS_2