
Jantung Aisah terus berdetak kencang tak karuan saat untuk pertama kalinya satu kamar dengan Randy yang siang tadi sudah resmi mempersuntingnya sebagai istri.
Tak henti henti nya Aisah melirik punggung pria yang masih sibuk dengan laptop nya dimeja belajar milik Aisah yang sulu selalu dia gunakan untuk belajar kala masih sekolah.
Dan nampaknya Ummi Halimah tidak merubah posisi apapun dirumah itu walaupun kedua anaknya sudah tidak tinggal disana bersama dengan mereka.
Bahkan untuk posisi tempatnya pun masih sama disaat Hasbi dan Aisah masih tinggal bersama dengan mereka disana.
"Kalau sudah ngantuk tidurlah duluan Ais,jangan menunggu Mas karena Mas sepertinya masih btuh waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan ini"ujar Randy tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop didepan matanya.
Jujur ada rasa lega menyambangi hati Aisah saat Randy memintanya untuk beristirahat terlebih dahulu namun sungguh tidak tega rasa membiarkan Randy begadang seorang diri.
__ADS_1
"Nggak apa apa mas selesaikan saja dulu perkejaan nya nanti kita istirahat sama sama.Lagi pula Aisdah belum nagntuk kok"jawab Aisah yang merasa tidak enak hati jika harus meninggalkan suami barunya tidur terlebih dahulu.
Mendengar jawaban Aisah Randy pun menghentikan gerak tangan nya di atas keyboard lalu segera menutup laptop nya dan bangkit dari duduknya menghampiri Aisah yang tengah duduk di ranjang sambil membaca novel kesukaan nya.
Aisah teronjak kaget saat ponsel yang dia gunakan untuk membaca novel itu tiba tiba hilang dari pandangan nya dan sudah berpindah tangan ketanngan Randy suaminya.
"Astaghfirullah Mas,bikin kaget saja"ujar Aisah mengusap ngusap dadanya yang berdenmyut kencang saat Randy merampas ponsel miliknya.
"Katanya tadi masih harus kerja"ucap Aisah yang tengah mengatur degup jantungnya yang mulai tidak beraturan.
"Mas lelah,besok saja dilanjutkan lagi.Ngomong Ais,apa kamu tidak gerah terus memakai hijab?kita kan sudah sah dan emua yang ada ditubuhmu halal untuk pandanganku"ujar Randy memberi jarak dan menatap wajah yang kini sudah nampak merona.
__ADS_1
"Bolehkan jika aku melihatmu tanpa hijab?"tanya Randy lagi dan dijawab oleh anggukan lemah oleh Aisah.
"Jika masih belum siap dan ragu lebih baik jangan ya,aku tidak ingin memaksakmu lakukan jika kamu sudah nyaman dengan kehadiran ku"jelas Randy yang mebuat Aisah tersadar akan kesalahan nya yang mungkin akan menimbulkan kesalah pahaman diantara keduanya.
Dengan segera Aisah pun bangkin kembali mengambil posisi duduk dan segera melepas hijab nya dan memperlihatkan surai panjang dan hitam lembut nan wangi miliknya.
Tidak lupa Aisah juga melepas cardigan yang menutupi tubuhnya saat ini.Kini nampak sudah Aisah yang begitu terlihat cantik dan seksi dimata Randy.
Walaupun masih menggunakan daster panjang yang dengan hanya tali dibagian bahu namun itu jauh lebih membuat seorang nampak lebih seksi dan mempesona dibandingkan dengan seorang wnaita yang sudah terbiasa menggunakan minimbahan atau malah kehabisan bahan.
Wanita yang biasa menampillan tampilan yang menutupi seluruh tubuhnya kini wanita itu nampak lebih berani dengan memperlihatkan bahu putih nan mulus miliknya dihadapan pria yang sudah menghalakan dirinya.
__ADS_1
Randy yang kegt pun ikut bangkindan duduk disamping Aisah menatap penuh dengan puja pada wanitanya namun ada sedikit rasa bersalah saat melihat raut wajah Aisah yang sepertinya nya terpaksa melakukan itu demi menjalani kewajibannya sebgai seorang istri.