
Rania masih terdiam terpaku ditempatnya saat Randy mengabarkan kalau dirinya sudah tidak bekerja lagi menjadi sekertaris dari Hasbi.
Melainkan dipindah tugaskan ke bagian merketing yang diketahui Rania cukup jauh dari ruangan Hasbi berada dan secara tidak langsung Hasbi sudah memgusirnya dari sisi pria tampan dan mapan itu.
Rania mengepalkan kedua tangan nya saat Hasbi dengan terang terangan menolak kehadirannya didekat pria itu.
Padahal Rania begitu antusias menjalani kehidupan perkantoran yang akan menyita waktunya selama dia bekerja disana.
Rania masih terdiam dimeja kerjanya saat mendengar kalau seseorang tengah menyerukan namanya.
"Kenapa belum berkemas?ayo aku antar kemeja kerja kamu yang baru"ucap Randy yang melihat Rania hanya terdiam membisu dimeja kerjanya.
"Ah iya maaf,mari Pak saya sudah siap"jawab Rania yang akhirnya dia pasrah dengan keputusan yang Hasbi ambil
Rani juga tidak mungkin bersikukuh dengan keinginan nya untuk tetap disisi Hasbi disaat Hasbi sudah tidak menghendakinya.
Rania pun mengikuti langkah Randy menuju ke ruangan barunya.Dengan penuh kekecewaan Rania menjalani hidup perkantoran nya dengan menjadi karyawan biasa seperti yang lain nya walaupun dia mengenal baik pemilik perusahaan itu.
__ADS_1
Bayangan akan kehidupan perkantoran yang romatis dengan adanya drama kisah antara karyawan dengan atasan nya mungkin hanya ada didalam novel novel romatis saja.
Terbukti kini kehidupan perkantosan Rania yang dibayangkan akan indah dan manis berlalu begitu saja tanpa adanya kisah apapun.
Bahkan untuk bersitatap dengan pria pujaan hatinya saja Rania begitu kesulitan.Bukan hanya ruangan mereka yang berbeda namun juga waktu Hasbi yang begitu sibuk hingga sulit terjangkau oleh dirinya yang hanya karyawan biasa.
*
*
Dulu disaat Rania masih ada didekatnya Hasbi begitu terganggu dan tidak merasa nyaman selama dia bekerja.
Entah apa yang yang membuat wanita cantik nan anggun yang selalu terbalut busana muslim syar'i itu berubah sedemikian rupa hingga dengan mudahnya menanggalkan penutup aurat yang akan menjadi pelindung tubuhnya dari incaran incaran para lelaki mata keranjang.
Lamunan hasbi tentang Rania pun membuyar saat sebuah bunyi telpon membangunkan nya.Hasbi mengerutkan dahi nya saat nama Bi Siti tertera dilayar ponselnya.
"Halo assalamualaikum bi,ada apa?"tanya hasbis etelah mengucap salam pada art yang selalu setia menemani istri tercintanya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam Pak.Ibu Pak,I_Ibu mau melahirkan"jawab Bi Siti dengan nada panik dari sebrang sana
Dan memang dapat tertangkap oleh pendengaran Hasbi seseorang tengah merintih kesakitan walaupun samar samar.
"Masya Allah.Iya Bi saya pulang sekarang dam tolong siapkan segala keperluan Ibu selama dirumah sakit ya Bi"ucap Hasbi yang langsung bangkit dari duduknya tak kalah paniknya dengan Bi Siti.
Hasbi ingat betul bagaimana dulu kesakitan nya Kania saat melahirkan Ayana.Hasbi setengah berlari menuju ruangan Rendi untuk mengabarkan kepulangan nya terlebih dahulu.
"Assalamualaikum Ran"ucap Hasbi mengucap salam dengan nafas yang sedikit memburu.
"Wa'alaikumsalam,loh Pak ada apa?apa ada hal penting?"jawab Randy yang juga langsung bangkit dari kursinya untuk menghadap sang atasan yang sengaja datang keruangan nya.
"Tolong handle pekerjaan saya ya.Saya harus pulang istri saya mau melahirkan"
"Apa Bu Aluna mau melahirkan?baik Pak.Bapak tenang saja urusan pekerjaan biar saya yang handle.Semoga lahiran nya lancar ya Pak,sehat Ibu serta Bayi nya"ucap Randy lagi diiringi doa kebaikan untuk Aluna serta calon anaknya yang sebentar lagi akan lahir kedunia.
"Aamiin Ran,terima kasih"
__ADS_1