
"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk bayi kalian ini?"tanya Ummi Halimah saat menggendong cucu barunya.
"Insya allah sudah Ummi,semoga nama yang kami sematkan akan menjadi seuatu keberkahan dan kebaikan untuknya"jawab Hasbi menatap haru pada putra nya yang kini berada dalam gendongan Ummi Halimah.
"Lalu siapa namanya nak?"tanya Ummi Halimah lagi menatap tak sabar pada anak dan menantunya untuk mendengar nama cucu barunya itu.
"Khalif Ihsan Maulana.Itu nama yang kami berikan untuk putra kami Ummi"jawab Hasbi mantap memberikan nama putranya dengan Khalif Ihsan Maulana.
*
*
Keesokan harinya nampak Aisah datang beserta kedua anaknya dan juga si sulung Ayana menjenguk Aluna dirumah sakit.
Senyum bahagia terus terpancar dari wajah cantik Ayana saat melihat adiknya yang masih terlelap box bayi.
"Bunda apa Kakak boleh menggendong nya?"tanya Ayana menatap sang Bunda yang tengah asik berbincang dengan adik iparnya yaitu Aisah.
__ADS_1
"Boleh tapi sambil duduk ya sayang,takut Kakak nya masih belum kuat nanti jatuh"jawab Aluna yang langsung meminta Aisah untuk menemani dan mengawasi Ayana yang akan menggendong Adiknya untuk pertama kalinya.
"Iya baik Bunda"
Ayana pun menuruti permintaan sang Bunda,dia berjalan menuju sofa yang terdapat didalam ruangan itu disusul oleh aisah yang akan memberikan si kecil Alif untuk digendong oleh Kakaknya.
Mereka pun begitu menikmati waktu bersama dengan bayi mungil itu.Aisah masih setia menemani Kakak iparnya yang emang hari ini tidak ditemani oleh Hasbi karena Hasbi harus melakukan metting penting oleh karena itu Hasbi mengutus sang adik untuk menemani istrinya dirumah sakit.
Dan tentu dengan senang hati Aisah menyetujuinya walaupun harus meninggalkan kedua putranya bersama dengan sang suami,Adam.
"Ai bagaimana Alzam sama Naina?apa mereka tidak keberatan kamu disini?"tanya Aluna yang mengkhawatirkan Alzam dan juga Naima,putra dan putri Aisah bersama dengan Adam.
Alzam memang sudah tumbuh menjadi seorang Kakak yang baik danjuga bertanggung jawab,di usianya yang baru 8 tahun namun Alzam sudah bisa di andalkan dalam menjaga dan merawat Naima yang baru saja berumur 2 tahun.
Ditengah keasikan Aluna dan Aisah berbincang sebuah ketukan pintu mengagetkan keduanya.
"Assalamualaikum"ucap seseorang menyembul dari pintu setelah dua kali terdengar ketukan dipintu itu.
__ADS_1
Seorang wanita yang masih mengenakan pakain kantornya masuk sembari tersenyum denganv sebuah bingkisan ditangan nya.
"Wa'alaikumsalam,Mbak Rania?"ucap Aisah yang begitu terlihat kaget dengan penampilan Rania saat ini.
"Iya apa kabar Aisah?sudah lama ya nggak ketemu?selamat ya Mbak Luna atas kelahiran putranya"jawab Rania sembari menyimpan bingkisan yang dia bawa diatas nakas disamping brangkar Aluna.
"Iya mbak Rania terima kasih sudah datang"jawab Aluna yang tak kalah kaget nya dengan Aisah.
Seingatnya dulu terakhir bertemu Rania masih menggunakan Kimar namun entah apa yang terjadi hingga kini Rania memperlihatkan auratnya.
Bahkan rok span yang dia gunakan hanya menutupi setengah pahanya saja dan kemeja yang dia gunakan juga berbahan satin yang tipis hanya saja masihb tertutup oleh blezer yang dia gunakan.
Aluna dan Aisah pun hanya bisa saling lirik dan tersenyum kikuk saat melihat wanita yang berpenampilan cukup seksi itu berdiri didepan mereka.
"Ngomong ngomong kemana Mas Hasbi kenapa tidak terlihat?"tanya Rania yang memang berharap bisa bertemu dengan Hasbi dirumah sakit saat menjenguk istri dari Hasbi usai melahirkan.
Namun sepertinya Rania harus kembali menelan kekecewaan saat pria yang begitu ingin dia temui ternyata juga tidak ada disana.
__ADS_1
"Bang Hasbi lagi keluar kota Mbak jadi Abang tidak disini"jawab Aisah menatap heran pada Rania yang tiba tiba menanyakan Abangnya.