
Hasbi mengikuti langkah aluna yang memasuki rumah namun saat aluna akan memasuki kamar aisah hasbi segera berlari kecil dan menarik tangan aluna dan membawanya masuk kedalam kamarnya
setelah masuk hasbi menutup bahkan mengunci kamarnya agar aluna tidak bisa lari keluar lalu berdiri didepan pintu menghalangi pintu
"astaghfirullahaladzim abang,apa yang abang lakukan?nanti ummi sama abah salah paham bang"
"tidak masalah,itu lebih bagus dengan begitu kita bisa langsung dinikahkan"jawab hasbi dengan wajah tenang dan dingin
"astaghfirullah,istigfar bang kenapa abang jadi begini"ucap aluna memundurkan langkah nya saat melihat hasbi melangkah maju mendekati dirinya
"salahkan diri kamu lun,ini semua salah kamu karena kamu pergi begitu saja bahkan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun"jawab hasbi yang semakin melangkah maju mendekati aluna yang sudah tidak bisa mundur lagi karena tubuhnya telah membentur dinding kamar hasbi
Grep...
aluna membelalakan matanya saat tiba tiba hasbi memeluk erat tubuh nya,aluna mencoba memberontak namun tenaga nya kalah kuat dengan tenaga hasbi dan usahanya melepas pelukan hasbi sia sia saja karena hasbi malah semakin erat memeluk tubuhnya.
"biarkan begini dulu,sebentar saja lun abang mohon"ucap hasbi lirih tepat ditelinga aluna yang tertutup hijab
"tapi ini tidak boleh bang,kita bukan mahram"
"kalau begitu ayo kita menikah"
"astaghfirullah bang"
__ADS_1
"makanya diem,biarkan begini dulu"
"abang benar benar kangen sama kamu lun,ingin mati rasanya kalau saja abang tidak ingat kalau kini abang punya ayana"
"tapi ini salah bang,kita tidak boleh begini"
"kenapa tidak boleh?apa kamu sudah menikah?"
"bukan,tapi abang yang sudah punya istri bahkan anak"
"jadi kamu belum menikah?kalau pacar?"
"ti_tidak ada,kenapa malah bertanya tentang aku dan tolong lepas bang kita bicara diluar jangan disini ini tidak baik"
aluna tahu pasti apa yang dimaksud oleh pria dewasa itu dan mau tidak mau aluna pun menuruti hasbi melangkah keluar dan mengikuti hasbi kembali keruang keluarga
"ayo sekarang jelaskan,kemana saja kamu selama ini dan apa yang kamu lakukan?"tanya hasbi begitu mereka telah duduk disofa dengan berhadap hadapan
"aluna pergi dan tinggal dikairo bersama dengan bibi amora,aluna kembali melanjutkan sekola disana,sudah hanya itu"jawab aluna sembari tertunduk karena jujur aluna begitu gugup danjuga takut akan tatapan yang hasbi layangkan kepadanya
"lalu pasangan,apa kamu telah memiliki pasangan?"aluna hanya menjawab gelengan kepala atas pertanyaan yang hasbi layangkan
"kenapa belum punya?"tanya hasbi penasaran
__ADS_1
'ya karena sulit buat lupain kamu hasbi maulana"batin aluna
"mungkin belum dikasih jodohnya sama allah,mau bagaimana lagi"jawabb aluna mencoba santai didepan hasbi
"baguslah dengan begitu kita bisa langsung menikah,selama aku cuti dari kantor kita akan mengurus semua nya"aluna membelalakan matanya mendengar ucapan hasbi barusan
"astaghfirullah abang,abang istighfar bang"pekik aluna tak terima dengan apa yang hasbi ucapkan
"kenapa memang nya?ada yang salah?"
"tentu saja salah abang,abang itu sudah menikah bahkan sudah punya anak bagaimana mungkin abang dengan mudahnya bilang mau menikah denganku sementara abang punya istri dan anak"
"aku hanya punya anak aluna,tidak dengan istri"
"ma_maksud abang apa?"
"kania sudah meninggal lun,dia meninggal tepat satu minggu setelah melahirkan ayana,apa kamu ingat tadi ayana memeluk erat kamu dan bilang kalau dia kengen dengan bunda nya?itu karena dari dia lahir dia tidak penah bertemu dengan bunda nya"jelas hasbi sendu
walaupun sampai detik ini hasbi tidak pernah mencintai kania namun cukup membuatnya sakit dan merasa bersalah saat sang istri pergi selama lamanya setelah melahirkan anak msemata wayang mereka.
*
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1