Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Karena, Kamu Istimewa


__ADS_3

Haii haii!!! Para readers tercinta💐


Gimana Nihh,, Terkejut gak sama Visualnya?? Kira-kira Visualnya cocok gak ya jadi Mr. T Ardiansyah??


.


.


Tapi, entah kenapa hari ini Pak Ardiansyah terlihat berbeda. Ia terlihat seperti sosok yang begitu penyayang dan hangat.


" Apakah aku tidak salah lihat? Pak Ardi yang dikenal dengan sebutan "balok es" itu dapat tersenyum semanis ini? "


Fiya terheran-heran dengan sikap gurunya itu. Tanpa sadar, Fiya terus melihat pak Ardi dengan tatapan kagum. Dan hal itu pun tak luput dari pengelihatan Mr. Ardiansyah.


"Apa kau baik-baik saja Al? " Pak Ardi bertanya dengan memanggil Fiya *Al*. Namun, Fiya tersadar ketika Pak Ardi menjentikkan tangannya ke depan wajah gadis itu.


"Ii.. iya pak, aku sudah selesai? Bagaimana dengan bapak?" Jawab Fiya reflek, padahal ia tak tahu apa pertanyaan gurunya itu. Ia hanya asal menjawab saja.


"Aku dari tadi masih menunggumu. Jadi,, apa yang harus aku selesaikan?"


Jawab pak Ardi disertai kekehan pelan.


"Maaf..maaf pak, aku tadi sedikit tidak fokus." Jawab Fiya dengan menunduk, ia malu sendiri kenapa ia sampai bisa melamun gurunya sendiri itu, padahal Pak Ardi dari tadi menunggunya di dekat daun pintu laboratorium tersebut.


"Apa yang membuatmu sampai tidak fokus Al? Apakah ada sesuatu yang kau khawatirkan?" Tanya Pak Ardi yang terlihat khawatir dengan kondisi 'muridnya' itu.

__ADS_1


"Tidak Pak, tidak ada yang membuat saya khawatir. Hanya saja.. saya sedikit nervous untuk mengikuti lomba nanti."


Jawab Fiya asal, tapi sebenarnya ia juga tidak berbohong, karena ia juga sedang merasa sedikit tegang karena akan mengikuti lomba tersebut.


"Kamu tidak perlu khawatir. Karena namamu sekarang adalah Alifiya." Jawab Pak Ardi dengan nada yang terdengar merdu di pendengaran Fiya.


"Tapi,, apa hubungannya pak?" Tanya Fiya heran dengan apa yang dikatakan pria di depannya itu.


Pak Ardi tidak langsung menjawab, tapi.. ia diam sesaat. Dan kemudian ia angkat bicara.


"Karenaa.. kamu istimewa." Jawab pak Ardiansyah dengan senyuman yang hangat, sorot matanya pun juga mengisyaratkan bahwa ada perasaan yang dalam bagi gadis yang berdiri tak jauh darinya itu.


Blushh


Pipi Fiya seketika memerah saat mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Gurunya yang terkenal 'dingin' pada wanita itu. Seketika itu Fiya menjadi salah tingkah dan ia meminya ijin untuk segera bergegas keluar untuk menuju lapangan di sebelah utara sekolah untuk meletakkan peralatan nya itu. Dan Mr. Ardiansyah pun mengangguk kepalanya disertai senyuman yang tipis.


🍃


🍃


🍃


Ting.. Ting.. Ting..


Bel istirahat kedua pun telah berbunyi.

__ADS_1


Pertanda jika matahari sudah berada di titik tertingginya. Suara Adzan pun berkumandang di langit tersebut. Smariduta juga memiliki masjid yang sangat indah untuk tempat melaksanakan kegiatan ibadah bagi para siswa yang beragama Islam.


"Ay, kamu tadi kok lama sekali mengambil peralatannya?" Tanya Rizki yang baru saja melihat sahabatnya kembali setelah pergi dengan Pak Ardi beberapa saat yang lalu.


"Iya, soalnya peralatannya nggk sedikit."


Fiya tak ingin mengatakan yang sebenarnya kalau ia 'melamunkan' Pak Ardi, hingga membuatnya malu sendiri.


Bisa-bisa Rizki menertawakan dirinya.


"Oww gitu, aku pikir kamu tadi di apa-apain sama Pak Ardi." Jawab Kiki asal, sebenarnya ia merasa cemburu dengan Fiya yang pergi lama dengan Pak Ardi. Karena Fiya keluar dari kelas tersebut sudah lebih dari setengah jam. Bagaimana Kiki tak khawatir, dia takut jika nanti Fiya kembali dalam keadaan 'tidak utuh'.


~ciyeee.. cemburu nih


"Eh, kamu udah ke masjid belum Ki?"


Tanya Fiya pada Kiki, ia sedikit terlambat datang karena masih harus menata peralatannya, jadi ia ketinggalan waktu solat jamaah yang pertama.


"Aku udah Fi, tapi di masjid masih banyak anak kok." Jawab Kiki sembari membuka bukunya, ia sedang menulis catatan yang akan ia persiapkan untuk pemilihan ketua OSIS bulan depan.


"Okey, kalau gitu aku ke masjid dulu yaa"


Fiya pun mengambil mukena dalam tasnya dan akan pergi ke masjid.


"Iya, tapi jangan lama-lama, soalnya bentar lagi jamnya Pak Eko. Jadi kamu harus cepet balik ya Ayy!" Kiki memperingatkan Fiya untuk segera kembali karena setalah jam pelajaran kedua usai, adalah jam pelajarannya Pak Eko, yakni guru Bahasa Jawa mereka.

__ADS_1


"Oke siap, aku pasti akan segera balik lagi ke kelas." Fiya pun segera bergegas menuju ke masjid untuk menjalankan ibadah Solat Dhuhur.


~ Untuk alurnya sekarang terfokus pada pengenalan Protagonis Pria & Wanita dulu ya. Nanti baru kasih konflik-konflik lagi, okee ya gayss


__ADS_2