Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Ingatan Misterius


__ADS_3

Di sebuah Gudang Tua yang terletak di pinggiran kota, terlihat sekelompok pria yang memakai pakaian yang terlihat seperti para preman. Meraka berbincang-bincang dan memikirkan cara bagaimana untuk menculik Alifiya nantinya.


Tiba-tiba dari arah barat terdengar suara motor yang baru terparkir. Sekelompok orang itu pun merasa ada yang janggal. Karena, anggota yang akan dipersiapkan untuk rencana penculikan itu sudah lengkap. Lalu siapa lagi yang datang?


Tentu saja yang mendatangi mereka adalah sesosok lelaki yang mengenakan jaket kulit berwarna coklat tua, ia memakai topi berwarna hitam, dan juga mengendarai motor sport yang senada dengan warna topinya.


Tanpa basa-basi lelaki itu segera masuk ke dalam bangunan tua yang digunakan sebagai markas oleh kumpulan 'orang bayaran' itu. Orang-orang yang ada di dalam sana sontak saja terkejut. Karena mereka kedatangan tamu yang tidak diundang, dan seperti nya tamu itu mempunya niat untuk menghabisi mereka semua.


Bagaimana tidak? Mereka telah berani berniat untuk melukai Alifiya, oleh karena itu sosok lelaki yang kini sudah berada di hadapan mereka ini terlihat menahan amarahnya. Ia masih memiliki akal sehat, jadi ia ingin menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dulu.


"Apakah kalian orang suruhannya Raya?" Tanya lelaki itu tanpa basa-basi lagi. Ia memang tak suka untuk menunda-nunda pekerjaan nya, apalagi ini menyangkut keselamatan orang yang penting di hidupnya.


~Cieee siapa sih Bang?😆


"Itu bukan urusanmu!" Jawab seorang pria paruh baya yang nampaknya dia adalah pemimpin dari sekumpulan penjahat itu.


"Itu menjadi urusanku!! Karena, yang akan kalian culik adalah milikku. Dan, tidak ada seorang pun yang akan ku biarkan untuk melukai Gadis kesayangan ku !!" Tegas pria yang memakai jaket kulit itu dan matanya menatap setajam burung elang yang mengintai seekor ular kecil.

__ADS_1


"Oh! Jadi, gadis ini milikmu?!" Tanya pria paruh baya itu lagi dengan menunjukkan handphone nya yang di dalamnya sudah ada foto milik Fiya yang diambil sembunyi-sembunyi oleh Raya.


"Berani sekali kau! Aku ingatkan selain lagi jangan berani-beraninya kalian menyentuh gadis itu, jika tidak kalian tidak akan bisa membayangkan akibatnya!!" Suara itu terdengar datar namun sangat mengerikan. Aura yang menyeramkan pun mulai muncul dari sosok pria ini yang tak lain adalah Pak Ardi. Ia mulai mendekat kepada salah seorang dari mereka, kemudian ia merampas handphone yang di dalamnya terdapat foto Fiya tadi dengan cepat, dan kemudian...


Pyaarr


Seketika Pak Ardi membanting HP itu ke lantai di sana. Otomatis HP itu langsung hancur, pecah, menjadi kepingan-kepingan kecil yang berserakan di lantai.


~Seperti hati adek yang Abang hancurkan :')


•Bercanda ya kawan-kawan


...***********...


Kita kembali lagi ke Fiya hehee🙏😆


Fiya kini nampak menulis kalimat-kalimat mengenai yang ia alami hari ini. Saat ia mendapat tiga kalimat, tiba-tiba telinga nya berdenging, kepalanya pusing dan pandangannya memburam. Fiya terlihat memegang kepalanya dengan tangan kananya dan tangan kirinya masih memegang buku Diary kesayangannya itu.

__ADS_1


April yang menyadari tingkah aneh Fiya pun mulai khawatir ketika Fiya menutup mata dan terlihat menahan rasa sakit.


"Fiyaa kamu kenapaa?? Heii jangan membuatku takut.." April memegang pundak Fiya menggunakan kedua tangannya dengan lembut.


Tak lama setelah itu Fiya perlahan membuka matanya. Rasa sakit di kepala dan suara nyaring di telinganya mulai menghilang secara perlahan.


"Ingatan apa itu tadi??! Apakah itu ingatanku.. Tidak, aku merasa ingatanku baik-baik saja selama ini. Aku tidak pernah mengalami amnesia bukan?"


Fiya bergumam pada dirinya sendiri. Ia sedikit kaget dengan apa yang baru saja ia lihat.


Tentu saja gumaman Fiya di dengar oleh April. "Apa maksudmu ingatan? Apa kamu pernah mengalami amnesia?" Tanya April yang juga kebingungan dengan perkataan sahabatnya itu.


Fiya hanya menggelengkan kepalanya pelan, pertanda jika dia tidak pernah hilang ingatan sejak kecil. Fiya mengingat benar semua kejadian yang di alaminya sedari kecil. Jadi, tak mungkin jika ingatan yang baru saja melintas di kepalanya adalah miliknya. Jadi, ingatan siapakah itu??


"Aku yakin.. aku tak pernah kehilangan ingatan. Namun, kenapa aku merasa tidak asing dengan tempat yang baru saja aku lihat..?" Fiya bergumam di hatinya. Ia masih merasa aneh dengan kejadian yang baru saja ia alami.


~Jadi, ingatan siapa kah yang menghampiri Fiya? Apakah itu ingatan orang lain, ataukah ingatan Fiya sendiri?

__ADS_1


Temukan jawabannya di bab selanjutnya yaa😉


__ADS_2