
Fiya yang baru duduk di kelasnya merasa heran, karena sejak tadi ia merasa ada sesuatu yang salah dari dirinya. Ia seperti di dikuti oleh seseorang, namun dari tadi dia hanya sendirian. Bahkan keadaan di kelas Fiya sekarang masih sangat sepi. Ia menyapu pandanganya ke seluruh ruang kelas, namun Nihil. Fiya tak melihat seorang pun di sana.
~Siapa ya kira-kira yang ngawasin Fiya..
Ia hanya melihat beberapa tas yang tergeletak di kursi duduk teman-temannya. Dan salah satunya ialah di bangku Rizki. Ternyata hari ini Pengurus OSIS mengadakan rapat pagi untuk persiapan acara nanti malam. Fiya baru teringat jika lima hari lagi, acara Liga Champions antar SMA Ternama di Jawa Timur akan berakhir.
Liga ini diadakan di bulan Juni, setelah seluruh sekolah melaksanakan Ujian Akhir Tahun. Jadi, setelah Liga ini selesai, murid-murid pun akan menjalani libur panjang akhir tahun pelajaran. Dan hal itu tentu saja sangat dinanti-nantikan bagi para siswa. Tak terkecuali Alifiya. Ia pasti selalu menanti liburan panjang seperti ini.
Dert.. dert..
Hand phone Fiya bergetar pendek, menandakan jika ada pesan yang masuk. Saat ia membuka pesan itu, ternyata dari Kiki sahabatnya. Kiki meminta tolong pada Fiya, supaya membawakan topi yang ada di tasnya karena ia tadi kelupaan membawanya. Ia meminta Fiya mengantarkan topi itu ke depan ruang Sekretariat OSIS.
"Dasar anak ini,, pasti ada aja yang kelupaan." Fiya pun segera mengikuti pesan Kiki untuk mengambil kan topi di dalam tasnya. Ia coba mencari-cari topi tersebut, namun Fiya susah untuk menemukan nya karena di dalam tas Kiki terdapat banyak buku pelajaran. Maklum saja, hari ini ada banyak mapel yang akan menjadi santapan kelas 21 MIPA 3 itu.
"Akhirnya dapat juga," Fiya tersenyum penuh kemenangan setelah ia menemukan topi yang dimaksud oleh Kiki. Saat ia menarik topi tersebut. Tak sengaja ada satu buku yang ikut tertarik keluar.
Buku itu nampak berbeda dari buku lainnya, karena buku ini memiliki kunci di bagian sampingnya. Juga, buku itu tidak terlihat seperti buku pelajaran, karena buku ini memiliki sampul yang unik. Bermotif batik kawung dengan warna navy yang dipadu padankan dengan warna putih tulang. Buku ini lebih terlihat seperti buku Diary di mata gadis itu.
"Hei buku ini cantik sekali.. kau tak pernah melihat Kiki menunjukkan buku ini padaku,, apa ini buku baru ya? Tapi kok udah ada gemboknya, jangan-jangan.. Ini buku Diary nya Rizki." Fiya menerka-nerka isi buku itu.
Namun, Fiya bukanlah gadis yang akan mencari tahu rahasia orang lain dengan sembunyi-sembunyi. Ia tahu benar jika setiap orang di dunia ini memiliki privasi yang tidak boleh di ketahui orang lain. Dan Alifiya sangat teguh dalam memegang prinsip tersebut.
.
__ADS_1
.
.
Akhirnya Fiya sampai di depan ruang sekretariat OSIS, jarak ruangan tersebut dari kelas Fiya memang cukup jauh. Oleh karena itu Kiki meminta tolong pada sahabatnya untuk mengantarkan topi nya. Karena saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk acara yang akan ia ikuti sebagai perwakilan OSIS di SMA-nya.
Kiki keluar dari ruangan itu ketika ia melihat ada pesan masuk dari Fiya yang berbunyi. "Ki, aku udah sampai di depan SO. Kamu cepetan keluar gih." Begitulah isi pesan dari Fiya yang membuat pipi Kiki mengembang karena bahagia. Ia pun keluar dari ruang SO dengan menggunakan pakaian serba putih sebagai seragam istimewa nya hari itu.
"Thank you Ayy.. maaf aku sudah memintamu jauh-jauh kesini. Aku tadi kelupaan soalnya aku udah kesiangan sampai sini nya." Kiki berterima kasih karena Fiya sudah mau mengantarkan topinya yang tertinggal di kelas.
Rizki memang datang sedikit terlambat, bukan terlambat dalam arti pelajaran akan dimulai. Tapi ia terlambat untuk mengikuti rapat pagi yang digunakan guna para perwakilan OSIS Smariduta lebih siap untuk melaksanakan tugasnya.
"Iya Ki, sama-sama.. Kalau gitu aku kembali ke kelas dulu ya, ada urusan dikit soalnya. "
*
*
*
Fiya kini sudah sampai di kelasnya. Dan keadaan kelasnya pun sudah cukup ramai. Hampir setengah dari populasi di kelas itu berkumpul untuk menyambut kegiatan yang akan dimulai lima belas menit lagi.
Kring.. kring.. kring..
__ADS_1
Bel yang menandakan jika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi sudah berbunyi. Pertanda jika semua 'spesies' di kelas tersebut harus duduk di bangkunya masing-masing.
Berbeda dari biasanya. Hari ini Fiya duduk sendiri karena Rizki masih mengikuti rapat OSIS. Hari-hari ini.. ialah hari 'bebas' bagi para siswa. Karena Ujian Telah mereka jalani. Jadi, sudah tak ada pelajaran yang wajib untuk mereka jalani. Namun, di sana masih ada beberapa guru yang masuk untuk memberikan tugas praktik. Tugas Praktik itu ditujukan untuk mengisi nilai keterampilan siswa.
Seperti halnya yang dilakukan Pak Ardi kemarin, ia memberikan tugas menulis aksara Jawa yang akan digunakan pak Eko untuk mengisi nilai praktik di rapor anak-anak didiknya itu.
Langkah kaki mulai terdengar mendekat. Pertanda jika ada seorang guru yang akan memasuki guru tersebut. Dan ternyata guru yang masuk ialah Bu Widya. Beliau adalah wali kelas di sana.
Beliau masuk untuk memberikan rekap kekurangan tugas praktik bagi beberapa siswa yang belum mengikuti karena ada halangan. Jadi, siswa-siswa tersebut akan mengikuti ujian praktik susulan.
"Oh Iya, Apakah Alifiya hari ini ada?" Bu Widya bertanya dengan nada yang sangat lembut. Ia adalah salah satu guru yang memiliki karakter halus, penyayang, dan juga perhatian pada seluruh muridnya. Tanpa terkecuali. Sungguh beruntung bukan 21 MIPA 3 mendapatkan wali kelas sebaik Bu Widya.
"Saya Bu" Alifiya berdiri dan mendekat pada Bu Widya, ia tahu jika akan ada sesuatu yang disampaikan padanya.
"Baik Alifiya, kamu sekarang ikut ibu ya. Ada pengumuman yang akan ibu berikan untukmu. Ini mengenai partisipasi mu kemarin dalam Liga ini." Bu Widya berkata dengan lembut dan mengajak Fiya untuk menuju ke luar kelas.
Dan Fiya pun mengikuti gurunya itu. Sampailah mereka berdua di depan sebuah ruangan. Dan ruangan tersebut ialah perpustakaan di SMA tersebut. Bu Widya mengajak Fiya untuk masuk ke dalam dan membicarakan hal yang seperti penting tersebut.
"Baik nak, kamu tunggu di sini dulu ya. Ibu akan keluar untuk memanggil Bu Crystal sekali mengambil beberapa dokumen."
Titah Bu Widya kepada Aliya.
"Baik Bu, saya akan menunggu di sini." Fiya menjawab dengan sopan titah dari wali kelasnya tersebut.
__ADS_1
~Kira-kira ada apa ya ini, Kok Fiya disuruh nunggu di perpustakaan.? 🤔