Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Siapa Kamu?


__ADS_3

Dan benar saja ternyata di kelas sudah ada guru yang mengajar. "Oh tidak! Habislah aku hari ini.." Batin Fiya ketika ia melihat di dalam kelas ada seorang guru yang sedang duduk di meja paling depan sambil mengabsen murid yang ada di kelas tersebut.


Hingga akhirnya tiba nama Alifiya yang menjadi target berikutnya. "Alifiya Rahmawati.." Panggil guru kimia tersebut, yang tak lain ada Bu Ratna, "Hadir Bu," Jawab Alifiya yang masih berdiri di ambang pintu masuk kelas tersebut. Ia belum beran duduk, karena saat ia ingin mengucapkan salam untuk masuk ke kelas, dia sudah keduluan oleh Bu Ratna.


"Ya,, oh iya Alifiya, kenapa kamu dari luar? Kamu habis pergi kemana?" Tanya Bu Ratna pada Fiya. "Ehh, anu.. dari belakang Bu" "Ohh baiklah, kau boleh duduk sekarang" Bu Ratna percaya dengan yang dibilang Alifiya, karena selama ini Fiya adalah murid yang tidak pernah mencari masalah dengan gurunya. Jadi, Bu Ratna langsung percaya jika Fiya benar-benar habis 'dari belakang'.


"Terimakasih Bu.." Jawab Fiya dengan sopan, kemudian ia segera menuju tempat duduknya berada, ia duduk di bangku nomer dua dari depan, teman sebangkunya tak lain dan tak bukan adalah sahabtnya sendiri, yakni Rizki Pradana.


"Heh Ayy, kau nggk dari 'belakang' beneran kan?" Tanya Rizki penuh selidik, ia tahu benar temannya ini tidak akan pernah meninggalkan kelas di jam pelajaran, kecuali ada sesuatu yang benar-benar mendesak.


"Iya.. aku.. aku dari belakang kok" Jawab Fiya dengan sedikit tergagap, karena ia tidak terbiasa berbohong pada orang lain. "Huh, kau ini.. pasti kamu...." Rizki tak melanjutkan ucapannya tapi ia malah menatap sahabatnya ini dengan menaik turunkan alisnya. Dan Alifiya pun juga mengerti apa yang ada dalam pikiran Sahabatnya ini.

__ADS_1


"Tuing.." Dengan menggunakan satu jari kelingkingnya ia menuing kepala Rizki kebelakang. "Ehh.. eh.." gedebruk..


Suara kursi jatuh itu cukup mengejutkan seisi kelas. Dan yang lebih parahnya ternyata kursi tersebut tidak jatuh sendirian, tapi bersama orang yang ada di atas maskapainya.


Siapa lagi?? Tentu saja Rizki😆 Ia hampir terjungkal bersama 'maskapainya', untung saja ia segera melakukan pendaratan darurat dengan cara melompat kedepan, namun apalah daya, udah jatuh ketimpa tangga pula, Ia tetap tak bisa menahan keseimbangannya dan malah berakhir nyungsep ke lantai marmer kelas tersebut. "Hahahaha.." "Kau kenapa Kii?" "Belum sarapan deh dia.."


Anak-anak di kelas tersebut sontak saja dibuat heboh dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat. "Maafkan aku Ki, kau sendiri yang memulainya,, jadi anggap saja ini karma untukmu.. hihiii" Fiya tertawa jahat di dalam hatinya. Saat Fiya akan menolong Rizki, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menangkisnya dari depan..


"Maaf Vi, kalau begitu kamu saja yang membantunya" Fiya tahu benar jika gadis yang berurusan dengannya ini sangat menyukai Rizki. "Kau cukup pintar!" Ucap Vio sembari membantu Kiki berdiri. "Heii, aku tak butuh bantuanmu!!" Rizki melepaskan tangan Vio yang berusaha untuk mendekap bahunya.


"Ke.. kenapa Ki?" Tanya Vio dengan ekspresi terkejut. Ia berusaha untuk tetap terlihat baik di hadapan Kiki. Padahal ia ingin sekali membentaknya karena berani menolak bantuan darinya.

__ADS_1


"Tenang Vi, kau harus terlihat elegan" Batin Vio, karena ia tak ingin jika Kiki sampai merasa il-feel padanya. Karena ini sudah menyukai Kiki sejak ia pertama kali masuk SMA, Namun sayang sekali karena sikapnya yang menganggap rendah orang lain. Rizki tak pernah mau dekat ataupun berteman dengannya.


"Aku bisa berdiri sendiri! Kau cepat keluar dari kelas ini, dan jangan pernah harap aku ingin berteman denganmu." Ucap Rizki dengan nada yang dingin dan sangat datar pada Vio.


Tanpa diusir dua kali, Vio segera angkat kaki dari kelas tersebut.


"Tunggu pembalasanku Fi, kalau aku tak bisa merebut Kiki darimu, aku bukan Viona Kusuma!" Vio berucap dengan nada yang menunjukkan kebencian pada Fiya, karena di matanya Fiya adalah gadis yang telah berani mengambil sesorang yang telah ia 'patok sebagai miliknya'.


Cara pandang seperti ini memang sangat mengerikan bukan? Cinta dapat mengubah Manusia jadi Malaikat, begitu pula sebaliknya. Jika kita tak mengerti arti Cinta yang sesungguhnya kita akan menjadi orang yang paling kejam di dunia. So love is picture.


Waktu telah menunjukkan jam 12.15

__ADS_1


Artinya jam Istirahat kedua telah dimulai. Fiya segera berlari keluar kelas, namun di tengah jalan ia cegat oleh seorang lelaki yang tak asing lagi "Berhenti.."


__ADS_2