
Pagi para readers tercinta Mama
Selamat hari Senin yaa🌹
Gimana nih kabar Liburannya?? Dua Minggu lagi kita akan mulai Lembaran Baru, jadi Harus Dipersiapkan semaksimal mungkin yaa😘
☘️
☘️
☘️
Bulan Purnama menerangi Danau yang jernih itu. Fiya menghembuskan nafasnya dengan pelan, ia duduk di tepi danau sembari memegang sebuah bunga melati berwana ungu lengkap dengan tangkainya.
"Apakah ini mimpi lagi?"
Alifiya bertanya pada dirinya sendiri. Ia tak yakin dengan apa yang ia rasakan saat itu. Dia hanya bisa duduk dan memikirkan bagaimana menemukan jalan keluar dari alam mimpi ini.
"Bisa dibilang iya. Bisa juga ini bukan mimpi." Suara bariton yang terdengar familiar itu berhasil mengejutkan Fiya. Ia segera menoleh ke sumber suara. Ekspresi Fiya pun berubah seperti seorang yang baru saja melihat hantu.
"Kenapa.. kenapa Anda ada di sini?!" Tanya Fiya dengan tangan kanan terulur ke depan perutnya seperti orang yang ingin melindungi dirinya dan tangan kiri Fiya masih menggenggam erat bunga melatinya itu. Ia masih tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat.
"Bagaimana mungkin.. tidak ini pasti mimpi.. tapi, kenapa anda ada di sini?"
Fiya masih terkejut dengan kedatangan sosok di depannya ini. Untuk kali ini dia yakin bermimpi, karena danau yang ada di hadapan Fiya kali ini adalah tempat dimana Fiya terjatuh dan hampir saja tenggelam ke dasar danau. Untung saja saat itu ia berhasil bangun, dan nyawanya tidak ikut melayang saat ia menjelajahi alam bawah sadarnya ini.
"Kamu tidak perlu terkejut. Karena kamu sekarang tidak bermimpi seperti sebelumnya."
__ADS_1
Jawab sosok misterius dengan nada yang sangat dingin. Namun, dengan tatapan mata yang penuh perhatian. Dia seakan ia mengerti apa yang ada dalam pikiran gadis di depannya ini.
"Tapi.. tapi, kalau aku tidak bermimpi, lantas aku dimana?" Tanya Fiya yang mulai panik dengan ucapan sosok Misterius itu.
"Jangan khawatir, aku tidak akan melukai mu. Dan pertanyaan kenapa kamu bisa ada di sini. Hanya kamu yang dapat menjawabnya."
Jawab sosok itu dengan serius. Wajahnya berubah menjadi sedikit khawatir ketika cahaya bulan memudar. Karena awan hitam datang menutupi bulan yang menyinari bumi saat malam yang gelap gulita itu.
Sosok itu segera memberi isyarat kepada Fiya untuk menundukkan kepalanya dan bersembunyi di balik batu besar di tepi danau tersebut.
"Sial !! Mereka menyadari kedatangan Alifiya. Apakah masih sempat untuk bersembunyi dari mereka.."
"Tidak! sudah tidak ada waktu lagi untuk melarikan diri. Mau tidak mau, aku harus menghadapi ini. Tapi, bagaimana dengan gadis kecilku ini? Aku tidak sanggup jika melihat dia terluka sedikitpun. Apalagi yang akan datang adalah mereka, dan aku merasakan jumlah mereka lebih dari sepuluh."
Sosok yang misterius itu terlihat gelisah. Ia menghawatirkan keselamatan Fiya, karena bagaimanapun fiya sekarang adalah gadis biasa. Yang tidak mengingat masa lalunya dan belum menemukan kekuatan sebenarnya dari dalam dirinya. Karena dirinya lah Fiya malah terjerumus ke dalam masalah ini.
"Kenapa.. kenapa kita harus bersembunyi??" Tanya Fiya dengan raut wajah bingung karena tiba-tiba lelaki itu memberi isyarat supaya Fiya bersembunyi di balik batu besar ini.
"Diam lah.. jika tidak, mereka akan tahu kita ada disini." Lelaki itu berbisik pada Fiya. Ia tak ingin jika keberadaan mereka diketahui oleh para pasukan berjubah hitam tersebut.
.
.
Lima menit kemudian, Cahaya Bulan kembali menyinari malam yang gelap, dan suasananya yang senyap tadi lambat laun tergantikan oleh suara hewan malam yang merdu di telinga.
"Kita sudah bisa keluar. Situasinya sekarang sudah aman." Sosok itu berkata kepada Fiya dan memberi isyarat dengan tangannya supaya Fiya mengikutinya keluar dari persembunyiannya.
__ADS_1
"Baiklah.. tapi kenapa kita harus bersembunyi? Apakah ada harimau atau binatang buas lain?" Tanya Fiya dengan ekspresi yang sedikit takut dan juga heran dengan tingkah sosok lelaki berbaju biru laut di depannya ini.
Namun, sosok lelaki ini berbeda dengan yang Fiya temui hari ini. Ia terlihat memakai baju yang 'aneh'. Terlebih lagi ia ternyata membawa pedang yang lengkap dengan sarungnya. Ia terlihat sangat tampan dan gagah dengan pakaiannya saat ini.
Saat ini sosok dihadapannya itu terlihat mengenakan baju berwarna biru laut yang dipadankan dengan kain berwarna putih, dan juga ia memakai sabuk yang terbuat dari kain yang berwarna ungu terang.
Ungu.. seketika ia teringat dengan dengan bunga melati yang sudah dipegang nya sedari tadi. Ia tak tahu dari mana bunga itu berasal, yang ia tahu sejak ia sampai di tempat ini. Bunga melati ungu itu telah berada di genggaman tangannya.
"Apakah..." Belum sempat Fiya menanyakan pertanyaan itu. Ia melihat ada burung gagak yang datang dari belakang sosok lelaki itu. Namun, burung gagak itu terlihat menyeramkan dengan mata yang berwarna merah darah.
"Awas.. di belakangmu!!" Fiya berteriak cukup kencang untuk memperingatkan sosok di hadapannya ini.
Sringg
Sosok misterius itu mengayunkan pedangnya dan dengan sekali tebasan, ia berhasil membunuh burung gagak itu.
Fiya yang melihat darah segar memuncrat dari burung gagak yang terbelah menjadi dua itu pun terkejut. Wajahnya menjadi pucat pasi.
Dan, bunga melati yang ada di genggamannya itu terjatuh ke tanah, dibarengi tubuh Fiya yang juga ikut terhuyung ke belakang.
Ternyata Fiya phobia dengan darah orang lain. Dan sosok yang di depan Fiya pun terkejut mengetahui Alifiya akan jatuh kebelakang. Ia tak tahu jika Fiya yang sekarang ternyata memiliki phobia dengan darah.
"Tidak.. apa yang kulakukan.."
...~bersambung dulu yaa~...
# Visual Mr. Ardi dan juga Alifiya udah,, Terus kalian penasaran gak nihh.. Sama sosok Protagonis Pria lainnya?? Siapa lagi kalau bukan "Rizki Pradana".
__ADS_1
Bagi yang penasaran silakan tinggalkan Like dan komentar yaaa, nanti aku kasih Visualnya deh🤭