
Waktu telah menunjukkan jam 12.15
Artinya jam Istirahat kedua telah dimulai. Fiya segera berlari keluar kelas, namun di tengah jalan ia cegat oleh seorang lelaki yang tak asing lagi "Berhenti.."
Fiya dengan refleks menoleh ke belakang. Dan ya melihat seorang laki-laki melambaikan tangan ke arahnya. "Dia lagi?" gumam Fiya saat melihat ada seorang laki-laki tampan menghampiri dirinya.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya lelaki itu dengan nada yang terdengar seperti seorang kakak menghawatirkan adiknya. "Ah ituuu.."
Belum sempat Fiya menjawab, ia mendengar suara familiar yang memanggilnya dari belakang.
"Ayy, ke kantin yukk." Ajak sahabat baik Fiya tersebut. "Oke, ayo ke sana, aku.. juga sedang lapar hehee" Fiya mengiyakan ajakan Kiki ke kantin, sebenarnya ia tadi ingin pergi ke Perpustakaan, tapi di jalan ia dihadang oleh seorang misterius yang telah membantunya tadi pagi.
"Maaf, aku harus pergi sekarang." Fiya berpamitan pada lelaki tersebut. Dan sosok misterius itu hanya tersenyum simpul sambil melihat Fiya berjalan berlawanan arah dengannya. "Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku" Laki-laki itu berkata pada dirinya sendiri, sepertinya dia juga menginginkan Fiya untuk dirinya.
__ADS_1
Tapi, apakah Dia ingin melindungi Fiya, ataukah dia juga berniat memiliki nyawanya.?! Lelaki itu nampak berjalan menuju koridor dan berhenti di sebuah ruangan yang cukup bagus kemudian ia masuk ke dalamnya.
.
.
.
.
"Apa??! Kapan itu terjadi, kenapa kau baru memberi tahuku sekarang?" Jawab Rizki yang terlihat panik saat mendengar Alifiya menyebutkan tentang 'Organisasi Hitam'. Sebenarnya siapakah yang mereka maksud dengan Organisasi Hitam ini??
"Heii tenang saja, mereka tidak berhasil melakukannya. Tadi saat aku dikejar oleh salah satu anak buah mereka. Orang itu yang sudah menolongku. Dia menarikku ke dalam laboratorium biology dan mengunci ruangan tersebut dengan sebuah kerikil kecil. " Fiya menceritakan kejadian yang ia alami kepada sahabat karibnya itu.
__ADS_1
"Kamu tidak bercanda kan!?" Tanya Kiki dengan nada yang serius sekaligus khawatir dengan kondisi Fiya saat ini.
~Ciyee khawatir nihh~
"Kamu tidak perlu khawatir, mereka tidak melukaiku sama sekali, kamu lihat kan jika tubuhku masih utuh, dan jari tangan ku ini masih ada limaa!" Jawab Fiya sembari mengangkat tangan kanannya dan menghitung jarinya yang masih utuh.
"Kau kira kau ini legoo.. bisa diprotolin gitu aja_-" Rizki sewot dengan jawaban Fiya yang bercanda ini. Padahal jelas-jelas ia sedang serius dengan yang ia katakan. Rizki tahu benar 'Organisasi Hitam' ini sudah mengincar nyawa Fiya sejak Tiga tahun yang lalu.
Namun Kiki tak menyangka jika mereka mulai berani untuk menyerang Fiya di tempat yang ramai. "Pasti ada sesuatu yang salah! aku harus segera menyelidikinya." Rizki bertekad untuk menyelidiki Organisasi ini lebih dalam, supaya ia bisa mengetahui sebenarnya siapa orang dibalik insiden mengerikan yang sering terjadi pada sahabatnya ini.
"Heii kau tak berniat untuk menyelidiki ini kan?" Tanya Fiya penuh selidik pada sahabatnya ini. Ia tahu benar apa yang ada di kepala Rizki saat ini. Kayak cenayang aja ya Fiya, yang dibatin ama Rizki aja dia bisa tahu.
"Sudahlah, aku juga tidak bisa melarangnya. Manusia satu ini kan keras kepala sekali." Fiya tahu pasti dengan watak sahabatnya ini. Maklum saja, mereka telah bersahabat selama 10 tahun lamanya. Jadi, Fiya sudah merasa jika Rizki adalah kakak kandungnya sendiri.
__ADS_1