Mutiara Mimpi Gadis Desa

Mutiara Mimpi Gadis Desa
Milikmu Sejak Awal


__ADS_3

Di halaman depan sekolah itu nampak seorang lelaki yang baru saja mematikan mesin motornya. Ia melepas helem hitam yang dikenakan, dan turun dari motor sport hitam kesayangannya itu. Ia melepas jaket kulit yang ia kenakan dan merapikan lengan bajunya yang tersingkap ke atas karena kejadian yang terjadi di gudang tua beberapa saat yang lalu.


Pria itu segera berjalan menuju koridor utama sekolah tersebut. Lelaki itu berjalan dengan langkah yang tegap sehingga ia nampak lebih berwibawa. Guru yang baru berusia 27 tahun itu nampak menjadi sorotan bagi kaum hawa. Namun, Pak Ardi terkenal cenderung menjauhi wanita, entah karena masa lalunya ataupun hal lain yang tidak bisa ia ungkapkan.


Ketika Pak Ardi sampai di pinggir lapangan utama dari kejauhan ia melihat Fiya yang sedang berjalan seorang diri menuju ke arah barat. Dari wajah Fiya nampak dengan jelas jika gadis itu tengah memikirkan suatu hal yang sangat serius.


"Ada apa dengan gadis kecil itu, apakah dia sedang tidak baik-baik saja." Gumam Pak Ardi, kemudian ia berjalan menghampiri Fiya.


Fiya kini masih sibuk dengan dunianya sendiri, ia sampai tidak sadar dengan kehadiran Pak Ardi yang sudah berjalan beriringan dengannya. Entah apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Fiya, ia sampai hanyut dengan lamunannya. Sampai-sampai ia tak menyadari kehadiran seseorang di sebelahnya.


Akhirnya Pak Ardi membuka suara untuk mengembalikan Fiya ke dunia nyata.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Pak Ardi dengan nada yang pelan namun masih terdengar jelas di telinga Fiya.


Gadis itu pun menoleh ke arah sumber suara, dan kalian pasti sudah bisa menebak bagaimana terkejutnya Fiya saat melihat gurunya itu sudah berdiri di sampingnya.


"Saya baik-baik saja pak, hanya saja tadi saya melihat suatu kejadian yang aneh. Peristiwa itu terlihat seperti sebuah memori, tapi saya yakin benar itu bukan ingatan saya." Jelas Fiya kepada Pak Ardi. Ia berkata jujur kepada gurunya itu, karena dia pernah menyelamatkan dirinya, dan feeling Fiya berkata jika lelaki itu bukanlah orang yang jahat.


~ Feeling wanita biasanya benar ya kak😉

__ADS_1


Pak Ardi sedikit terkejut dengan penjelasan Fiya. Raut wajahnya berubah seketika setelah mendengar penjelasan Fiya tadi. Ia nampak mengkhawatirkan sesuatu dan itu jelas karena 'sesuatu' yang baru saja diutarakan oleh Fiya.


"Apakah kamu baru mengalaminya hari ini?" Tanya Pak Ardi kepada Fiya dengan tatapan yang mengisyaratkan kekhawatiran.


"Iya benar, saya baru saja mengalaminya siang tadi. Dan, saya juga ingin bertanya sesuatu kepada bapak. Apakah bapak ingat gelang yang Anda berikan kemarin?" Tanya Fiya sembari mengeluarkan gelang dengan liontin kerang kecil yang ia simpan di sakunya sejak ia mengambilnya dari kelas tadi.


"Iya aku ingat gelang itu, dan kenapa kamu menanyakannya? Apakah kamu berpikir jika memori yang baru saja datang padamu disebabkan oleh gelang ini?" Tanya Pak Ardi secara to the point kepada Fiya, ia memang bisa menebak pikiran orang lain dengan cepat. Dan, terlihat jelas dari tatapan Fiya jika ia merasa curiga dengan dirinya sekarang.


"Iya, saya memang berpikir seperti itu. Jadi saya ingin menanyakan langsung kepada bapak." Jelas Fiya pada akhirnya. Ia memang merasakan aura aneh dari dalam liontin gelang ini.


"Maaf, tapi aku tidak bisa memberitahukan alasannya padamu sekarang, karena masih belum waktunya bagi mu untuk mengetahui apa yang sebenarnya." Jelas Pak Ardi dengan wajah datarnya dan pandangan pria itu menatap lurus jalan yang ada di depannya.


"Kalau begitu, saya minta maaf, tapi dengan terpaksa saya harus mengembalikan gelang ini kepada bapak. Saya tidak ingin menerima sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya. Dan juga, kenapa bapak memberikan ini kepada saya." Jelas Fiya kepada Pak Ardi, gadis itu merasa sedikit kesal dengan jawaban dari gurunya itu. Mengapa ia memberikan gelang misterius ini jika dia tidak mau memberitahukan alasan yang sebenarnya.


"Aku tidak bisa menerima gelang itu lagi. Karena.. gelang itu adalah milikmu sejak awal. Dan, sekarang aku harus mengurus suatu hal, jadi maaf pembicaraan kita harus berhenti sampai sini." Ucap Pak Ardi dengan nada yang datar namun penuh penekanan, terlihat jelas jika ia tidak ingin dibantah oleh Fiya.


"Tapi pak.." Belum sempat Fiya melanjutkan kata-katanya, Pak Ardi sudah berjalan lebih dahulu dan menuju ke ruang guru. Jadi, mau tidak mau Fiya tetap harus menerima gelang itu. Ia juga tak bisa membuangnya begitu saja, karena itu adalah pemberian dari gurunya. Jadi, Fiya masih menghormati pemberian itu meskipun ia masih sangat penasaran dengan kisah di balik liontin gelang yang diberikan oleh Pak Ardi itu.


Akhirnya Fiya memasukkan gelang itu kembali ke sakunya, dan ia kembali ke kelasnya lagi untuk mengemasi barang-barang nya. Sebab, sebentar lagi sudah waktunya bagi para siswa itu untuk pulang.

__ADS_1


.


.


.


Akhirnya Fiya sampai di kelasnya, ia segera menuju tempat duduknya dan mengemasi barang-barangnya dengan teliti, ia tak ingin jika sampai ada barang yang tertinggal di sekolah.


"Kamu dari mana Ay?" Tanya Kiki kepada Fiya, namun mata dan tangannya terfokus untuk memainkan game online yang populer di kalangan remaja baru-baru ini.


"Aku tadi abis jalan-jalan bentar keliling koridor, biasa lah cari udara segar." Jawab Fiya dengan wajah yang tersenyum, Ia memang tidak berbohong karena tadi ia memang sedang berjalan-jalan untuk menenangkan pikirannya, sekaligus mencoba mengetahui apa yang terjadi.


"Ohh begitu, kalau gitu kamu nanti pulang bareng aku ya. Sebentar lagi kita pulang, oke." Ucap Kiki yang masih fokus dengan handphone nya, tapi ia masih mendengar kan ucapan Fiya dengan jelas.


"Baiklah, aku juga harus melakukan suatu hal dulu." Kemudian Fiya duduk dan membuka buku Diary nya mulai dari halaman paling depan. Nampaknya gadis itu tengah mencoba menemukan sesuatu dari buku Diary nya itu. Kira-kira apa ya yang di cari sama Fiya??


☘️ Author juga mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah bagi yang merayakan. 🙏☺️


Dan semoga momen ini dapat menambah keimanan dan juga meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama.

__ADS_1


~ Salam hangat dari author 🌷


__ADS_2