
Fiya amat terkejut, hingga ia hampir terjatuh ke belakang. Ternyata yang dilihatnya adalah sesosok menyeramkan yang matanya tertutup kain putih dan bajunya berlumuran darah.
Tangan kanan sosok itu memegang gunting perak yang terlihat tajam. Sosok menyeramkan itu berjalan mendekat ke arahnya. Fiya pun tidak bisa menggerakkan seluruh anggota badannya, kakinya terasa sangat berat untuk di langkahkan. Dan suaranya pun ikut menghilang, tenggorokannya terasa tercekat. Ia tak bisa berteriak untuk meminta bantuan!
Dan, sosok menyeramkan itu terus mendekat ke arah Fiya. Membuat gadis itu meneteskan air matanya. Ia sangat takut dan kepalanya pun mulai pusing.
Sosok itu semakin mendekat.. terus mendekat dan akhirnya Fiya pun jatuh ke atas tanah di depan kamar mandi tersebut.
*
*
Karena Fiya tak kunjung kembali, Bu Widya yang sedang berbincang dengan Pak Ardi pun mulai merasa khawatir. Padahal Fiya sudah pergi sejak Lima belas menit yang lalu. Biasanya ia tak pernah pergi selama itu. Sejauh Bu Widya mengenal Fiya, ia adalah anak yang sangat disiplin dan selalu mengumpulkan tugas tepat waktu.
Begitu pula dengan Pak Ardi, ia merasakan ada sesuatu yang buruk terjadi pada Fiya. Ia bisa merasakannya karena terakhir kali ia memberikan gelang berliontin kan kerang laut. Beberapa detik kemudian, Pak Ardi merasakan sinyal bahaya dari liontin 'kerang' itu. Ia pun terkejut, dan segera beranjak pergi untuk mencari dimana keberadaan murid istimewa nya itu.
"Maaf Bu, saya ada urusan yang mendesak, saya harus pergi sekarang." Pak Ardi tak lupa berpamitan dengan Bu Widya. Karena bagaimana pun Bu Widya adalah seniornya di sekolah tersebut.
__ADS_1
.
.
"Alifiya, kau tidak boleh terluka sedikitpun !! "
Pak Ardi segera berlari keluar untuk mencari tahu dimana keadaan Fiya sekarang. Ia dengan cepat bisa mengetahui keberadaan Fiya karena sinyal dari liontin itu.
Saat tiba di sana, Pak Ardi sangat terkejut. Ia mengeraskan rahangnya, dan tangannya mengepal erat, menunjukkan bahwa lelaki bertubuh tegap itu tengah emosi.
"Aku terlambat. Maafkan aku Putriku.. "
~Tunggu dulu, jangan-jangan.. Pak Ardi adalah Ayah Fiya?? 🤔
Pak Ardi bergegas mengangkat Fiya yang tergeletak tak sadarkan diri di atas tanah di bawah pohon rindang tersebut. Ia menggendong Fiya dengan gaya ala bride style. Ia berlari menuju ke perpustakaan untuk memindahkan Fiya yang tak sadarkan diri.
Kenapa gak ke UKS aja? Karena.. Lokasi Fiya jatuh pingsan, lebih dekat ke perpustakaan daripada ke UKS. Jadi Pak Ardi segera membawa Fiya ke Perpustakaan untuk mengembalikan kesadarannya dulu.
...***...
__ADS_1
Bu Widya yang masih berada di perpustakaan terkejut saat melihat Pak Ardi membawa Fiya yang tak sadarkan diri.
"Fiya.. Fiya kenapa Pak, kenapa dia sampai bisa pingsan." Tanya Bu Widya saat melihat anak didiknya pingsan. Kekhawatirannya terbukti benar, Fiya memang berada dalam bahaya.
~ Insting seorang ibu selalu benar ya kawan-kawan.
"Aku tadi menemukannya Pingsan di bawah pohon di belakang sana. Aku khawatir dia telah pingsan karena terkejut." Jelas Pak Ardi pada Bu Widya.
"Terkejut ?? Terkejut karena apa?" Tanya Bu Widya yang heran dengan penjelasan pak Ardi. Pak Ardi pun diam sejenak, dan ia pun menjawab pernyataan itu.
"Kita akan tanyakan langsung padanya nanti." Jawab Pak Ardi dengan raut wajah yang datar.
Ia tak ingin rekan guru seniornya ini khawatir jika mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, pak Ardi mengeluarkan minyak kayu putih dari kotak P3K milik nya. Dengan telaten, Pak Ardi mendekatkan botol minyak kayu putih itu di depan hidung Fiya.
Bu Wahyu juga tidak tinggal diam, ia pergi ke dapur sekolah untuk mengambil kan teh hangat yang akan diberikan pada Fiya.
~Apapun sakitnya, Teh Hangat ialah Obatnya😆
☘️Gimana dengan visualnya nih.. ada yg terkejut gak yaa. 🤣
__ADS_1